Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Semua butuh waktu


__ADS_3

Sejak pertemuan hari itu Kayla memilih mundur dari pekerjaannya, ia tidak ingin diketahui kehamilannya jika terus bertemu Dev dan Nika menjelang mereka menikah bulan depan.


Ia mencari pekerjaan lain, namun karena kehamilannya kian bertambah usia Mama Hana melarang Kayla untuk bekerja meski paruh waktu.


Mereka tinggal di sebuah kontrakan sederhana, untuk mengisi waktu menjelang melahirkan Kayla aktif berjualan online untuk membantu pendapatan ibunya dengan sasaran penjualan di kalangan anak muda, tidak sedikit pula langganan nya teman satu kampusnya dulu.


Usaha jualan baju online Kayla kian maju mendekati usia kandungannya yang ke sembilan bulan, akan melahirkan dalam beberapa minggu lagi sesuai prediksi.


Kayla sudah menyiapkan hati dan perasaan menyambut kelahiran putranya yang bakal tidak punya ayah. Perempuan hebat ini bukanlah seorang yang mudah menyerah, ia bukan juga tipe perempuan yang suka mengeluh atas yang sudah terjadi.


Namun sekuat apapun Kayla menghadapi takdir hidupnya, ada kala ia merasa lemah saat melihat satu-satunya orangtua yang ia punya.


Mama Hana jatuh sakit, ibu kandung dari Kayla itu didiagnosa menderita batu empedu dan harus dioperasi. Fokus Kayla kembali terpecah, bagaimana tidak sedang menunggu kelahiran ia diuji lagi dengan sakitnya sang ibunda.


*****


Lima bulan yang lalu.


Nika menghampiri pria yang sudah resmi menjadi suaminya, Dev tampak berdiri menghadap jendela kamar.


Entah apa yang sedang dipikirkan oleh lelaki itu hingga pandangannya jauh menatap langit yang kian kelam seperti mau turun hujan.


"Bang Dev!" panggil istrinya seraya menyentuh pundak Devano.


"Hei, kau sudah pulang?" tanya Dev segera berbalik badan menghadap Nika.


Nikayla mengangguk, tatapannya yang sayu membuat Dev bingung.


"Ada apa?" tanya Dev penasaran.


"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?"


"Mengatakan apa? Kenapa kau pulang-pulang bicara seperti ini?"


"Aku tahu semuanya!" jawab Nika berkaca-kaca.


"Apa maksud mu Nika? Ada apa ayolah jangan menangis!" ucap Dev menghapus air mata Nika.


"Tentang kau dan Kayla!" cetus Nika bertambah menangis.


Dev terdiam.


"Kau tahu aku darimana?"


Dev menggeleng.


"Aku dari pertemuan dengan Susan dan Rania. Mereka mengatakan semuanya tentang kenyataan hubungan kau dan Kayla yang sebenarnya."


Lagi, Dev terdiam.


"Kenapa kau tidak jujur padaku?" tanya Nika lagi.


"Tidak ada gunanya," jawab Dev lesu.

__ADS_1


"Aku tahu sekarang, karena hal ini sampai minggu ke tiga pernikahan kita kau belum pernah menyentuh ku!"


"Maafkan aku Nika, sebenarnya aku.....!


Suara Dev tertahan, ia meraih tangan Nika dengan raut wajah tertunduk lesu.


"Aku kira aku wanita beruntung mendapatkan lelaki yang setia menjaga hatinya untukku meski aku pergi selama empat bulan, namun sekarang aku sadar kesalahan ku waktu itu telah membuatmu berpaling dariku."


Dev diam lagi.


"Kau mencintainya?" tanya Nika ingin memastikan.


Dev masih diam.


"Aku ingin mendengarnya Bang Dev, dari bibir mu! Dari hatimu! Kau mencintai Kayla?"


"Lebih dari apapun," jawab Dev pelan.


Nika memejamkan matanya, ia tidak menyangka akan sesakit ini kenyataan yang sedang ia hadapi, tiga minggu menikah Dev belum pernah menjamah nya, hingga hari ini ia temukan kenyataan tentang Dev dan Kayla dari dua sahabatnya yang jujur tidak ingin Nika terus tidak mengetahui kebenaran semua ini.


Nika terduduk di tepi ranjang.


"Kenapa kau mau menikahi ku?"


"Karena memang seharusnya kita menikah bukan?" Dev menyusul ikut duduk di samping istrinya itu.


"Jika kau jujur, semuanya bisa dibicarakan Bang Dev. Sekarang seolah aku wanita jahat yang merebut suami sahabat ku sendiri, aku mengira kalian benar menikah kontrak seperti yang Mama Lolita katakan."


"Orangtua ku tidak menyukai Kayla."


"Itu karena mereka tidak tahu seperti apa Kayla, dia gadis yang baik. Aku mengenalnya cukup lama. Kenapa kau bodoh sekali?"


"Iya, bukan hanya bodoh tapi juga pengecut." Dev menatap ke lain arah.


"Lalu bagaimana denganku?"


Dev menatap Nika lagi, ia meraih tangan Nikayla dengan tatapan penuh arti.


"Aku minta maaf atas semua ini, kita pernah bersama, pernah saling mencintai, aku rasa itu akan mudah nantinya."


Dev berkata dalam, sungguh ia pun dilanda dilema jika sudah seperti ini.


"Aku tahu kau berbohong," sanggah Nika.


"Maafkan aku! Hanya saja aku butuh waktu Nika, aku benar-benar minta maaf. Aku butuh waktu."


"Kau ingin mencarinya?"


Dev menggeleng. "Sudah ku cari tapi tidak tahu dia pindah kemana, sudahlah aku pernah jadi pria pengecut sekali dan tidak mungkin ku lakukan hal yang sama padamu, kita sudah menikah resmi, bukan sedang berpacaran. Aku hanya butuh waktu untuk pernikahan ini."


Dev merangkul Nika dengan sayang.


"Rania dan Susan juga tidak tahu kemana Kayla pindah," ucap Nika sambil menatap Dev lalu ia tertunduk seraya memijat keningnya.

__ADS_1


"Entahlah, sepertinya dia sengaja menjauh."


"Tentu saja, aku bisa merasakan hal yang mungkin dia rasakan saat tahu kita akan menikah."


"Kau tahu Bang Dev?"


"Kau membuatku menyesal untuk kedua kalinya," lanjut Nika yang tampak menangis lagi.


"Pertama menyesal karena lari dari pernikahan kita, dan sekarang aku menyesal tidak menyadari betapa aku melukai banyak hati apalagi hati sahabat ku sendiri yang ku kira suaminya masih milikku, tapi apa? Kau bahkan mencintainya melebihi apapun."


Dev tidak membantah, ia hanya bisa memberi pelukan pada Nika yang menangis.


"Maafkan aku Nika, sungguh aku tidak berniat menyakiti mu dengan kenyataan ini. Kembali lagi pada jodoh, mungkin Kayla memang bukan jodoh ku."


"Mungkin benar, dia hanya seorang pengganti yang singgah dalam hidup ku menjelang kau kembali. Dan kini kau kembali, mari kita perbaiki diri menjadi lebih baik, aku hanya bisa berdoa semoga Kayla mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dari ku."


"Soal cinta, hati bisa berubah kapan pun. Aku pernah mencintaimu, yang pasti aku tidak akan meninggalkan mu seperti aku meninggalkan Kayla."


Nika menatap suaminya.


"Bagaimana jika Kayla berada disini?"


Dev tersenyum, "Aku belum sanggup punya istri dua," jawab Dev terkekeh.


"Itu artinya kau akan memilih diantara kami bukan?" pancing Nika lagi.


Dev tersenyum lagi, "Andai aku punya pilihan."


"Aku bukan pilihan Bang Dev, aku perempuan labil. Dan aku yakin kau akan memilih Kayla."


"Mungkin waktu akan mendewasakan mu," jawab Dev memeluk Nika lagi.


"Jawab aku, apa kau akan lebih memilih Kayla?"


"Andai saja," jawab Dev ambigu.


*******


Salam sayang untuk semua peminat cerita ini, mohon maaf klo kurang cepat update nya ya..... Maklum hamil besar, banyak masalah kesehatan yang muncul.


Cerita ini akan otor lanjut ke season ke 2 ya di cerita baru yang akan otor kasih judul "Kayla, sang pengganti"


Cerita Kayla dan Dev akan berlanjut di sana, tentu lebih menarik dan seru untuk dibaca, jangan sampe penasaran ya..... capcus ke sana.


Akan rilis besok.


Spoiler : Pertemuan tidak terduga antara Devano dan putranya membuat Kayla kembali dilema disaat sosok lelaki lain sudah siap menikahinya.


Bertunangan dengan seorang duda anak satu, Kayla kembali akan bernasib menjadi seorang pengganti, tepatnya menjadi ibu pengganti bagi putra tunangannya.


Siapa yang menyangka bahwa Devano tiba-tiba hadir menyapa hidupnya lagi yang sudah move on dari masa lalu dengan putranya yang tampan dan pintar sebagai pelipur lara Kayla selama merantau ke kota sebelah.


Pertemuan antara ayah dan anak itu pula yang membuat hati Kayla kembali rumit. Lalu Nikayla?

__ADS_1


Temukan jawabannya di sana. Love sekebon dari otor receh ini, dijamin suka sama cerita mereka. Mari kita cussss😘😘😘


__ADS_2