
Kayla menatap punggung suaminya dari kejauhan, Dev baru saja keluar dari kelas habis mengajar. Siapa yang bisa menebak hati Kayla saat ini, ia menjadi pendiam beberapa waktu terakhir sejak pertemuannya dengan Nikayla tempo hari.
"Kayla," sapa Susan memegang pundak sahabatnya yang asyik bermenung.
Kayla hanya diam.
"Aku tahu ini sulit untukmu, tapi dengan jujur dan berterus terang dengan Nika tentang perasaan mu ada baiknya," ucap Susan berniat memberi saran.
Kayla menggeleng, "Aku tidak bisa menyakiti Nika karena hal ini, dia sakit kasihan dia jika harus mengetahui seperti apa hubungan ku dengan Bang Dev sekarang," jawab Kayla sambil menunduk lesu.
"Oh ini rumit sekali teman, tapi semua ini bukan salahmu Kayla, kau harus sadar itu. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Entahlah."
Kayla menatap jauh ke arah papan tulis.
"Apa Bang Dev mengatakan sesuatu tentang ini?" tanya Susan lagi.
"Mungkin suamiku juga bingung sekarang, benar katamu kami benar-benar rumit saat Nika kembali. Semua mendapat pertimbangan terlebih alasan sakit yang diderita Nika saat ini."
"Aku tahu Bang Dev tidak mungkin menyakiti Nika, aku harus mengerti hal itu," sambung Kayla.
"Tapi hubungan kalian?"
"Entahlah, orangtua Bang Dev tidak suka padaku mana mungkin akan bertahan lama apalagi Nika sudah kembali sekarang, dia perempuan pilihan bukan aku, betul kata Nyonya Lolita, aku hanya seorang pengganti yang dibayar untuk waktu tertentu. Jadi aku harus tahu diri kapanpun ini bisa diakhiri."
Kayla menunduk lagi.
"Aku tidak suka Kayla yang ini, ini bukan kau! Kau lupa, kau berjuang mendapatkan hati Bang Dev dan itu tidak mudah dan kau mendapatkannya, kau gadis pantang menyerah lalu kenapa sekarang seolah kau menjadi Kayla yang pesimis," ucap Susan dengan nada kesal.
"Entahlah, semua terasa percuma. Seharusnya aku sadar diri," jawab Kayla sambil merebahkan kepalanya di lengan Susan.
"Siapa aku siapa Nikayla, aku kalah jauh Susan. Semua tahu itu," lanjut Kayla lagi.
__ADS_1
"Bang Dev memang suamiku, tapi dia milik orangtuanya. Dan orangtuanya menginginkan Nikayla bukan aku."
Susan menarik napas panjang dibuatnya, ia tidak membantah lagi selain hanya bisa mengusap punggung Kayla dengan penuh perhatian sebagai seorang sahabat sejak awal kuliah.
Kayla berjalan gontai menyusuri koridor menuju unit apartemen yang ia dan suaminya tinggali. Ia pulang seorang diri sebab Dev sedang ada urusan lain hingga akan pulang terlambat.
Langkahnya terhenti saat tidak sengaja ia melihat sang ibu mertua sudah berdiri di hadapannya.
"Nyonya?" lirih Kayla terkejut.
"Bagus jika kau pulang cepat, aku ingin bicara padamu!" sarkas Nyonya Lolita pada Kayla yang terpaku tidak berani menatap.
Dengan gugup Kayla mengangguk lalu membawa mertuanya itu masuk ke apartemen.
Kayla datang dari arah dapur membawa secangkir teh untuk menjamu Ibu dari suaminya itu.
"Silahkan Nyonya."
"Terimakasih, duduklah!"
Kayla mengangguk lalu menyusul duduk di hadapan Nyonya gubernur itu.
"Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Kayla pelan.
"Tidak, aku kemari ingin bicarakan hal penting tentang kau dan putraku!"
Kayla sudah mengira akan hal ini, ia mengangguk lagi seraya mengambil napas dalam.
"Apa ini soal Nikayla yang sudah kembali?"
"Bagus jika kau tahu!"
"Tapi Nyonya, aku dan Bang Dev......" ucapan Kayla menggantung saat mertuanya segera menyela.
__ADS_1
"Kau dan Dev akan berakhir sebelum satu tahun seperti kesepakatan diawal, dan waktunya adalah sekarang! Ini surat perjanjian kita diawal kontrak!" ucap Nyonya Lolita dengan nada datar sambil menyodorkan sebuah map yang sudah terpampang surat perjanjian di sana.
Kayla melihat itu sudah tidak terkejut sebab ia juga menyimpan surat tersebut sesuai perjanjian.
"Aku akan melunasi semua jasamu, dan kau boleh pergi dari sini. Aku tidak harus menjelaskan alasannya padamu, kontrak ini berakhir dan kau bebas, surat perceraian akan ku urus!"
"Nyonya jangan seperti ini, aku dan Bang Dev......." Kayla mulai terbata, ia tidak menyangka akan secepat ini.
"Aku tidak peduli hubungan mu dengan Dev seperti apa, yang aku peduli adalah pernikahan itu hanyalah sebuah kontrak dan kontrak ini aku akhiri sekarang! Calon menantuku sudah kembali, kau boleh pergi dan terbebas."
"Nyonya, aku mencintai putramu!" ucap Kayla memberanikan diri.
"Itu urusanmu, pernikahan ini hanya di atas kertas. Kau ku bayar untuk satu tahun penuh meski sekarang baru empat bulan, dan kini kau akan bebas."
"Aku mengerti Nyonya, tapi masalahnya tidak sesederhana itu. Aku dan Bang Dev saling mencintai, kami memutuskan untuk menjalani pernikahan yang sesungguhnya bukan kontrak seperti yang tertulis, Nyonya tahu itu," sanggah Kayla, perempuan ini seperti hilang akal dibuat mertuanya, ia tidak bisa hanya diam dan menurut saja.
"Aku tahu Nyonya tidak suka padaku, tapi aku mohon mari kita bicarakan lagi soal ini, setidaknya keputusan ada di tangan Bang Dev, karena yang menjalani pernikahan ini adalah kami berdua."
"Tapi akulah yang membuat kontrak ini, semua keputusan ada di tanganku! Putraku adalah milikku, aku tahu yang terbaik untuknya. Tidak ada alasan saling mencintai dalam sebuah perjanjian."
Lagi, Nyonya Lolita bicara dengan nada tenang dan datar. Justru Kayla yang bingung bagaimana lagi ia menghadapi mertuanya itu, Nyonya gubernur itu memanglah tidak menyukainya sedikitpun.
Kayla menatap Ibu mertuanya dengan raut penuh arti. "Apa Nyonya tidak mementingkan kebahagiaan putramu?"
"Itu bukan urusanmu, aku cukup berterimakasih atas jasamu selama ini, seperti kenyataan bahwa semua orang tahu bahwa Nikayla yang menjadi istri Devano bukan kau, dan akan tetap seperti itu. Kau bebas sekarang, bayaranmu tidak akan kurang."
"Aku akan pergi sekarang, jadi kau bisa berberes barangmu dan pergi dari hidup putraku."
"Terimakasih tehnya," sambung Nyonya Lolita setelah meminum teh buatan Kayla.
Kayla terdiam, ia hanya bisa menatap kepergian mertuanya itu dengan senyum getir menyadari posisinya memang hanya seorang pengganti sementara dalam kehidupan Devano.
Ia menatap lagi surat kontrak di atas meja, surat yang menyatakan ia menjadi istri sementara dalam waktu satu tahun, dan kini dengan waktu empat bulan kontrak itu berakhir dengan bayaran penuh.
__ADS_1