Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Begitu syulit


__ADS_3

"Kayla!" seru Rania saat mendapati sahabatnya melamun dengan wajah yang memerah.


Gadis itu melirik Rania dengan senyuman merekah. "Ayo tebak kenapa aku seperti ini?"


"Apa kau dan Bang Dev ada kemajuan?" Bisik Rania ingin tahu.


Kayla mengangguk sambil terkekeh.


"Lebih tepatnya, Bang Dev mulai terkena umpanku sekarang!" Jawab Kayla sambil membayangkan wajah suaminya.


"Benarkah? Ayo cepat cerita!" desak Rania lagi.


Kayla menceritakan tentang Dev yang cemburu pada Zian kemarin.


Sambil menunggu Susan datang, mereka asyik bercanda dan membayangkan apa yang akan terjadi jika rencana Kayla benar-benar berhasil saat menaklukkan suaminya dengan pakaian seksi yang akan mereka beli nanti seusai pulang kuliah.


Benar saja setelah pulang kuliah Kayla mengajak dua sahabatnya itu untuk berbelanja kebutuhan dalam menjalankan rencana terhadap Dev.


Membeli beberapa lingerie seksi dan pakaian renang guna menggoda Dev dengan keindahan bentuk tubuh istrinya yang terekspos sempurna dengan pakaian seksi tersebut agar Dev mengakui bahwa Kayla tidak layak ia abaikan dalam waktu yang lama padahal mereka berada dalam pernikahan yang sah.


"Apa kau sudah siap untuk dinas malam nanti?" tanya Susan sambil menari-nari seksi menggoda Kayla yang sedang memegang lingerie berwarna putih dengan renda di belahan dada.


Mereka tertawa membayangkan betapa menggelikan menjadi seorang penggoda di atas ranjang.


"Bagaimana jika Bang Dev tidak suka dan tidak tertarik sama sekali?" ucap Kayla murung saat memeluk gaun tidur itu sebelum memutuskan untuk membayarnya di kasir.


"Percaya padaku, tidak mungkin Bang Dev akan tahan jika kau memakai benda ini. Aku yakin itu, kecuali jika dia memang impoten alias mati bagian bawahnya!" tukas Rania lagi.


"Kalian begitu bersemangat padaku, apa kita tampak seperti mengkhianati Nika?" ucap Kayla murung lagi.


Susan memeluk Kayla dari samping. "Kita semua sayang Nika, tapi dia sendiri yang mengkhianati Bang Dev hingga sekarang kaulah yang menggantikannya, bukan salahmu dalam hal ini, kau adalah istri Bang Dev, kau berhak mendapatkan suamimu Kayla," ucap Susan menenangkan.


"Aku setuju, lagi pula sampai sekarang Nika belum ada kabar apapun pada kita atau Bang Dev, jadi jangan merasa bersalah oke?" timpal Rania lagi.


Kayla berpikir sejenak, ia membenarkan perkataan dua sahabatnya itu. Semua berawal dari Nika yang menghilang sebelum pernikahan hingga dirinya yang terjebak harus menikah dengan Dev karena ancaman.

__ADS_1


Setelah menikah siapa yang bisa menebak hatinya, meski dalam perjanjian nikah kontrak saja namun siapa yang tahu bahwa Kayla bisa jatuh cinta secepat ini pada sosok lelaki sempurna seperti Dev.


Salahkah dirinya juga menginginkan Dev dalam arti yang sesungguhnya meski rasa bersalah pada Nika terus saja menghantui Kayla hingga saat ini.


Entahlah untuk sekarang gadis ini sungguh berniat mengambil hati Dev untuk ia miliki, ia ingin jadi istri yang sesungguhnya bagi pria itu dengan usaha yang maksimal agar Dev melirik ke arahnya memberi kesempatan untuk saling memiliki sebelum kontrak pernikahan itu berakhir.


Sampai pada Kayla pulang, namun hingga malam tiba Dev belum pulang juga.


Kayla sudah bersiap dengan pakaian seksinya malam ini guna menyambut Dev agar pria itu tergoda nantinya.


Semakin malam, hingga pukul 10 pun suaminya belum pulang juga, karena ia belum membeli ponsel terpaksa ia hanya bisa menunggu tanpa bisa bertanya kabar Dev hari ini.


Kayla merasa heran sebab telah tiga hari Dev selalu pulang larut tanpa memberi kabar padanya. Kali ini pun sama, lelah rasanya kesana kemari menunggu hal yang tidak pasti.


Menatap jam dinding yang kian meninggalkan angka 10, membuat Kayla lelah sendiri dan mulai mengantuk.


"Kemana dia, kenapa belum pulang juga? Ah rencana yang gagal. Ini menyebalkan, kau benar-benar sulit dijinakkan Bang Dev, awas kau!" rutuk Kayla saat menatap foto suaminya dalam bingkai potret keluarga besarnya di atas meja hias.


Kayla memutuskan untuk menunggu, namun ia telah memejamkan matanya di atas sofa tamu.


Dev tersenyum sambil geleng kepala melihat sang istri meringkuk kedinginan di atas sofa tamu saat ia pulang, memakai gaun tidur yang menampilkan lekuk tubuh dan mulusnya kulit tanpa cela dari Kayla membuat Dev kian lemah pertahanan dibuatnya.


Dev mendekat, ia raih dan gendong gadis itu menuju kamar, karena sudah lelap Kayla sama sekali tidak terbangun.


Dev menatap seluruh tubuh indah milik istrinya, ingin sekali ia jamah namun bayangan Nika terus membuatnya urung untuk menyakiti gadis ini. Ia takut perasaan ini hanya sesaat, Kayla akan kecewa dan tersakiti nanti jika ia tidak benar-benar mencintai. Entahlah Dev selalu dilema akhir-akhir ini.


Membaringkan Kayla di atas ranjang, lagi Dev memperhatikan istrinya dengan seksama dari ujung kaki hingga ujung kepala. Jantungnya berpacu dengan cepat, napasnya pun ikut tercekat, cantiknya Kayla membuat imannya semakin tergoda.


Dev merutuki cintanya pada Nika, hatinya yang masih penasaran atas apa yang Nika lakukan padanya hingga mereka gagal menikah tanpa sebab yang pasti.


Sedang Kayla begitu nyata di hadapannya bersama cinta yang besar, mengharapkan balasan darinya dengan segala cara seperti malam ini, gadis ini rela merendahkan dirinya dengan memakai pakaian seksi agar sang suami mau melirik ke arahnya.


"Maafkan aku Kayla, aku benar-benar bingung dengan perasaanku."


Gumam Dev sambil membelai rambut gadis yang masih terpejam itu.

__ADS_1


Saat Dev hendak menaikkan selimut, matanya menatap area dada istrinya yang menggoda selera. Dev mendekat, ia raih dan kecup kedua buah dada Kayla dibalik renda gaun malam yang indah.


Ah, Dev kembali merutuki kejantanannya yang menegang karena ulahnya itu, betapa tidak sekali pegang saja membuat dadanya sesak, celananya terasa penuh seolah meronta inginkan gadis itu lebih dari apapun.


Lagi, ia meredamkan semua hasrat dengan hati dan pikirannya. Ia menaikkan selimut lalu mengecup kening Kayla cukup lama sebelum beranjak ke kamar mandi.


Alarm ponsel Dev membangunkan Kayla, ia terkejut mendapati dirinya telah terbangun di atas ranjang, ia melihat Dev di atas sofa sedang tidur dengan lelapnya lalu ia beralih pada dirinya sendiri tidak ada yang berubah, ia masih menggunakan gaun malam seksi yang ia beli kemarin. Kayla menghembus napas berat, ternyata suaminya tidak tertarik padanya hingga membiarkan tubuh seksinya tidur sepanjang malam.


"Apa dia benar-benar tidak normal? Ah aku gagal lagi," rutuk Kayla kecewa.


Ia menatap Dev dengan kesal sebelum ia bangkit dari ranjang dan keluar kamar berniat ke dapur untuk minum dan menyadarkan diri dari hayalannya yang terlalu tinggi.


Sambil bersandar di kulkas, Kayla lama bermenung. "Ah jangan menyerah Kayla, mana tahu Bang Dev lelah semalam, aku harus semangat menggodanya lebih dari ini, iya aku bukan wanita yang mudah menyerah, suamiku adalah milikku!" ucapnya menyemangati diri.


Menghembus napas kasar, setelah minum ia mengerjakan tugas dapur yang harus ia selesaikan sebelum bersiap ke kampus.


Gadis ini ingin kembali ke kamar saat semua pekerjaannya selesai, namun ia dibuat terkejut saat masuk ke kamar ternyata Dev baru saja keluar kamar mandi menggunakan handuk putih melilit pinggangnya.


Dada yang bidang, otot lengan dan perut yang sempurna membuat Kayla mendadak mulas melihatnya, gugup luar biasa.


Wajah dan rambut Dev yang basah menambah kesan betapa gagahnya si lelaki yang terus membuatnya mendamba.


Kayla mendadak kaku di tempatnya melangkah, dadanya dag dig dug lebih dari normal, darahnya berdesir saat Dev juga menatap ke arahnya seraya mendekat.


"Kau kenapa?" tanya Dev berbisik di telinga Kayla dengan suara berat yang menggoda.


Kayla mendadak lebih kaku dari tadi. Ah sial, ia yang berniat menggoda suaminya kenapa malah berbalik ia sendiri yang terkena godaan Dev pagi-pagi buta seperti ini.


"Kau sungguh seksi," bisik Dev lagi sambil menempelkan tangannya di perut gadis itu. Kayla menegang, ia bahkan belum mampu mengeluarkan sepatah kata.


Beberapa saat kemudian Dev tertawa, membuyarkan lamunan hayalan Kayla yang sungguh tergoda akan ketampanan lelaki itu.


"Aku hanya bercanda, kenapa kau tegang sekali?" ucap Dev mencubit hidung gadisnya.


"Bang Dev!" rengek Kayla kesal.

__ADS_1


"Ayo bersiaplah, kau bisa ke kampus bersama ku!"


Kayla menghembus napas kasar. "Tidak mau!" rajuknya.


__ADS_2