
Kayla berlari ke kamar mandi, membuat Dev terkekeh oleh raut muka istrinya yang menggemaskan.
"Suka menggoda tapi malu saat digoda, Kayla Khanzaniah." Gumam Dev geleng kepala sendiri oleh tingkah istri bayarannya itu.
Dev menunggu Kayla di sofa tamu sambil memainkan ponselnya, terdengar langkah kaki mendekat ia tahu istrinya telah siap untuk kuliah hari ini.
Dev menegakkan kepala sambil berdiri, matanya seolah terpana saat melihat penampilan Kayla hari ini yang penuh warna.
Gadis itu tampil memakai dress panjang dengan model susun motif bunga-bunga aneka warna dipadu dengan jaket jeans yang senada, rambut yang dikuncir menggunakan pita merah membuat wajah Kayla benar-benar berseri dan ceria.
"Kenapa menatapku seperti itu? Kau terpesona?" ucap Kayla saat melihat raut Dev seperti terkejut.
"Kenapa kau penuh warna sekali hari ini?" tanya pria itu heran namun ia menyembunyikan senyum kagumnya saat hatinya memuji kecantikan Kayla yang kian terpancar sejak menikah dengannya.
"Karena aku lagi bahagia, jadi penampilan seperti ini mewakili perasaanku," jawab Kayla dengan raut senang.
"Bahagia tentang apa?" Dev mengernyitkan dahinya heran.
"Karena aku sedang berulang tahun, oh sedihnya ternyata suamiku tidak tahu hari ini hari apa," rajuk Kayla penuh drama.
Dev berpikir sejenak, benarkah ini ulang tahun istrinya? Pikirannya buyar saat mendapat gandengan tangan dari gadis itu.
"Ayo kita berangkat, karena hari ini ulang tahunku jadi kau tidak boleh menolak tanganku!" ucap Kayla memperlihatkan jari mereka telah bertaut satu sama lain.
Kayla menarik suaminya perlahan meninggalkan apartemen menuju mobil Dev tanpa menghiraukan raut muka Dev yang diam-diam terus memperhatikan gerak gerik dan wajah cantik Kayla selama mereka bergandengan.
Dalam mobil Kayla terus mengoceh tentang hari ulang tahunnya yang ke 20 hari ini, rencana yang ia canangkan bersama dua sahabatnya nanti.
"Bang Dev, mungkin aku akan pulang malam untuk hari ini."
"Kenapa?"
"Mamaku akan masak banyak, kami terbiasa merayakan ulang tahunku berdua. Rania dan Susan akan ikut makan bersama, apa boleh?" tanya Kayla pelan.
Dev mengangguk seraya berkata, "Tentu saja, aku tidak akan melarangmu."
"Terimakasih, suamiku," ucap Kayla manja.
Dev tersenyum lagi melihat raut bahagia istrinya itu.
__ADS_1
"Baiklah kita sudah sampai."
Dev menghentikan mobilnya di tempat biasa ia menurunkan Kayla. Gadis itu melihat sekeliling, ternyata masih sepi.
"Bang Dev, sebelum aku turun. Maukah kau memberiku sebuah ciuman?"
Dev menoleh, Kayla terkekeh menatap wajah pria itu.
"Ayolah, ini ulang tahunku kau tidak boleh menolak."
Kayla memajukan bibirnya ke arah Dev. Beberapa saat kemudian Kayla membuka mata menyadari tidak terjadi apa-apa.
"Baiklah, sepertinya kau tidak mau," ucap Kayla kecewa, ia bersiap dengan tasnya ingin segera turun.
Namun belum juga Kayla menyentuh pintu mobil, lebih dulu tangan suaminya menahan lalu tanpa ia duga Dev menarik tangkuknya dan benar saja bibir pria itu menempel sempurna pada bibir mungilnya yang merah muda.
Kayla terkejut atas sikap itu, ia menjadi tidak siap hingga menjatuhkan diri lagi bersandar di bangkunya.
Cukup lama kecupan yang Dev layangkan, betapa heningnya suasana saat ini hingga hanya sebuah getaran dalam dada yang terasa, detak jantung yang bersahutan.
Ciuman ini terasa berbeda. Dev melepaskan Kayla sejenak.
"Selamat ulang tahun Kayla Khanzaniah," ucap Dev tersenyum, wajah Kayla memerah, matanya berkaca-kaca, untuk pertama kalinya suara Dev begitu merdu didengar.
Hati gadis itu sungguh berbunga, belum juga ia ingin menjawab terimakasih Dev malah menempelkan lagi bibirnya di sana hingga Kayla bungkam seketika.
Bukan hanya kecupan, namun lebih dari itu. Dev mulai beraksi, ini ciuman panjang yang memabukkan. Kayla tidak tahu harus seperti apa mengekspresikan perasaannya saat ini, selain mengimbangi betapa manisnya ciuman dan tautan lidah suaminya itu.
Saling meraih hingga ciuman panjang itu kian intim dan membahagiakan, Kayla menerima perlakuan Dev dengan penuh perasaan.
Cukup lama bermain bibir, Dev melepaskan istrinya itu agar bisa bernapas.
"Ini untukmu!" ucap Dev setelah mengusap bibir manis gadis itu, lalu memberikan sebuah kotak ponsel di tangan Kayla.
Kayla terkejut, ia menatap Dev lagi.
"Ini ponsel barumu, anggap saja kado ulang tahun dariku."
Kayla berkaca-kaca, bukan karena mahalnya ponsel itu melainkan ciuman mereka beberapa saat lalu, kemudian mendapatkan hadiah tambahan seperti ini bagaimana Kayla tidak bahagia mendapat kejutan manis dipagi ulang tahunnya.
__ADS_1
"Terimakasih Bang Dev," lirih Kayla sambil memeluk suaminya, ia sungguh terharu.
Dev membalas pelukan itu dengan mesra, "Belajarlah dengan baik, kau bebas menggunakan uang di ATM itu untuk membeli apapun yang kau mau, juga berikan pada Mama mu karena akan masak banyak hari ini. Di ponsel ini sudah ada nomorku, aku akan menjemputmu nanti malam jika acaranya sudah selesai."
Demi apa baru kali ini Kayla mendengar Dev bicara panjang lebar padanya.
"Bang Dev?" rengek Kayla ingin menangis.
Lelaki itu terkekeh, ia mengakui wajah imut dan menggemaskan istrinya itu sungguh tidak bisa ia abaikan lagi.
"Apa? Bukankah kau mau ciuman dariku? Sudah ku berikan, kau juga ingin beli ponsel kemarin, ini juga sudah ku belikan, kau mau apa lagi?"
"Mau jadi istrimu yang sesungguhnya, ayolah buka hatimu untukku Bang Dev, aku bahagia hidup bersama mu," rengek Kayla lagi sambil meraih tubuh Dev untuk ia peluk lagi dan lagi.
Dev tersenyum mendengarnya, ia tidak menjawab.
"Tu kan, tidak jawab lagi. Kau menyebalkan, hanya memberi harapan palsu," sungut Kayla kesal, ia memukul lengan Dev dengan pelan.
"Turunlah, kau akan terlambat masuk kelas nanti, lihat ini sudah jam berapa."
Kayla berdecak kesal, ia hanya bisa memajukan lagi bibirnya sambil bersiap keluar mobil setelah memasukkan ponsel barunya ke dalam tas.
"Iya, aku akan turun sekarang."
Dev menahan tangan gadis itu lagi.
Siapa yang menyangka bahwa Dev membawa Kayla pada ciuman panjang lagi, seakan ketagihan akan manisnya bibir gadis yang sudah sah menjadi miliknya.
Entahlah kenapa Dev menjadi suka akan hal itu. Cukup lama bahkan lebih lama dari yang pertama, membuat Kayla kewalahan meladeni bibir suaminya yang mendadak itu.
Setelah puas berciuman, Dev melepaskan Kayla lagi. "Kuliah dengan benar, aku akan pergi sebentar ada urusan lain, aku akan mengajar jam siang."
Gadis itu tersenyum lalu mengangguk, "Aku mencintaimu Bang Dev."
Mereka berpisah, siapa yang menyangka bahwa Weni kembali tidak sengaja memergoki Kayla yang turun dari mobil Dev pagi ini.
Senyum devil gadis itu bergumam, "Pelakor zaman sekarang, bukan orang jauh tapi sahabat sendiri."
"Tidak hanya menggoda Zian, tapi juga suami sahabatnya sendiri. Kayla Kayla siapa yang tertipu oleh wajah polosmu itu." Weni geleng kepala dengan temuannya pagi ini, ia beberapa kali melihat Kayla turun dari mobil Dev. Jika tidak punya hubungan tidak mungkin mendapat tumpangan dari dosen tampan itu lebih dari satu kali pikirnya.
__ADS_1