Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Kayla malu sendiri


__ADS_3

Kayla membalikkan badan menghadap Dev yang menatapnya dengan senyum. Blush, pipi gadis itu memerah, ia teringat semalam apa yang Dev lakukan untuk membantunya menurunkan suhu tubuh yang demam.


"Bang Dev," lirih Kayla dengan dada yang gugup bukan main.


"Kenapa? Apa kau malu? Bukankah ini yang kau inginkan, sudah dekat seperti ini kenapa kau jadi malu sendiri? Aku rasa selama ini kau hanya sok berani padaku, ditanggapi kau malah takut sendiri!" kekeh Dev sambil melepaskan tangannya dari pinggang ramping gadis itu.


"Jangan lupa, aku ini pria normal Kayla.... Kau ingin mencobanya? Jadi jangan macam-macam denganku!"


Lagi, wajah Kayla memerah karena malu, ia membenarkan dalam hati jika Dev sudah menanggapi godaannya seperti ini kenapa dia jadi kikuk sendiri, malu luar biasa.


Kayla menutup wajahnya dengan kedua tangan, "Jangan berkata seperti itu, aku malu...." teriak Kayla menjauh.


Gadis itu bahkan langsung lari dari dapur. Suaminya tertawa lagi, sungguh menyenangkan mengerjai perempuan cantik dan polos itu.


Dev melihat nasi goreng yang masih berada dalam wajan, senyumnya mengembang, kebetulan sekali ia memang tengah lapar, menahan hasrat semalaman membuat perutnya keroncongan.


Kayla membasuh wajahnya karena malu, ia terus berpikir yang tidak-tidak jika mengingat semalam, Dev melakukan skin to skin contacts untuk menurunkan demamnya, benar Kayla jadi berhenti menggigil dan obat penurun panas bekerja dengan efektif atas bantuan suaminya itu.


Alangkah malunya ia mengingat betapa ia menjadi gadis murahan yang mau saja dibuka bajunya semalam hingga menyisakan dalaman saja yang menyebabkan Dev menggodanya pagi ini.


"Aaaaahhh, aku benar-benar malu," rengek Kayla menatap wajahnya di cermin.


Cukup lama berada dalam kamar mandi, akhirnya ia keluar karena merasa waktu untuk bersiap ke kampus semakin sedikit. Ia harus mengejar bis, karena hari ini Dev libur jadi tidak akan mendapatkan tumpangan.


Setelah bersiap Kayla mengeluarkan kepalanya dari kamar, menoleh ke sekeliling, tidak ada suaminya di sana, ia bernapas lega itu artinya ia akan bebas dari godaan memalukan dari Dev nantinya.


Ia keluar kamar lalu berniat akan segera pergi, namun baru saja melangkah ke arah pintu suara berat milik lelaki yang membuatnya jatuh cinta itu seakan menghentikan langkahnya serta membuat kaku tubuhnya yang ingin segera keluar dari apartemen.


"Kayla."

__ADS_1


Gadis itu merasa sesak, meski sedikit kesal ia membalikkan badan juga menghadap Dev yang perlahan mendekat.


"Maaf Bang Dev, aku buru-buru. Ada tugas yang belum selesai dan filenya ada pada Susan, aku akan pergi sekarang boleh? Aku juga takut ketinggalan bis."


Kayla berkata gugup menahan malu, takut jika Dev mengungkit yang semalam. Dev tersenyum.


"Jangan anggap serius yang tadi, aku hanya bercanda. Syukurlah jika kau baik-baik saja dan bisa kuliah hari ini. Maaf tentang semalam, percayalah aku tidak melakukan apapun, aku hanya membantu mengurangi demam mu."


Kayla menelan ludah, ia mengangguk lalu membalas, "Iya, aku percaya. Lagi pula kau tidak tertarik padaku, mana mungkin kau melakukannya, terimakasih sudah merawatku semalam."


Dev mengangguk seraya mengusap gemas rambut Kayla yang terburai indah menyapa bahunya tegak. Mata hitam yang bening, membuat wajahnya kian cantik dan berseri dalam pandangan lelaki itu sekarang.


Dev meraih tangan Kayla, lalu menaruh sebuah kartu di sana.


"Ini kartu ku, kau bebas menggunakan uang di dalamnya untuk keperluan pribadi dan kuliahmu, kau juga boleh memberikan pada ibumu jika dia membutuhkan."


Kayla tercengang.


"Ada acara di rumah dinas orangtua ku, aku diminta hadir ke sana pagi ini. Berhati-hatilah, belajar yang rajin biar cepat lulus."


Kayla terdiam mendengar penuturan suaminya itu. Dari apa yang Dev katakan, kata-kata dari mulut lelaki itu seolah sebuah tamparan keras menyadarkannya atas perasaannya selama ini.


Perasaan yang mungkin tidak akan terbalas, jika mengingat posisi tubuh mereka semalam, mustahil jika Dev mampu menahan hasratnya jika tidak memikirkan perasaannya yang masih terikat pada Nika.


Pria itu benar-benar tidak tertarik padanya, bahkan sudah menyatu dengan tubuh yang hampir telanj*ng. Membuat Kayla kembali malu sendiri, ia hanya gadis murahan yang mengharap cinta dari lelaki yang mustahil ia miliki.


Ia menatap kartu ATM di tangannya, menyadari kembali niat pernikahan ini. Bukankah demi uang? Bukankah memang niat awalnya mengambil keuntungan dari kontrak pernikahan ini sebagai mesin pencetak uang sebelum berakhir 10 bulan lagi.


Tapi kini, ATM dan izin akses dari Dev sepenuhnya membuat Kayla merasa begitu rendah, memanglah semua terjadi karena uang saja tidak lebih, seharusnya tidak melibatkan perasaan dalam hal ini. Tapi apa, ia malah jatuh cinta tanpa malu, tanpa tahu diri dengan siapa ia berhadapan sekarang.

__ADS_1


Devano Putra Sanjaya, kekasih dan tunangan sahabatnya sendiri, putra Gubernur, dosen ahli yang cemerlang. Tidakkah itu cermin yang nyata bagi Kayla yang tidak berarti apa-apa ini? Hanya sekedar gadis pengganti saja untuk menyelamatkan dari rasa malu orangtua Dev selaku kepala daerah.


Kayla menatap Dev lagi, ia mengangguk tanpa menjawab.


"Pin ATM itu adalah tanggal pernikahan kita, maksudku tanggal yang seharusnya aku dan Nika menikah."


Kayla mengangguk lagi, "Aku paham," jawab gadis itu pelan.


"Baiklah, berhati-hatilah dimana pun kau berada! Aku juga akan bersiap pergi sekarang," ucap Dev masih dengan senyumnya yang terasa penuh arti.


"Terimakasih Bang Dev, aku akan pergi sekarang!"


Kayla menyimpan kartu ATM itu ke dalam tasnya lalu ia pamit dan berlalu dari hadapan Dev yang tersenyum sambil mengangguk.


"Kayla."


Kayla berhenti lagi, ia menoleh.


"Terimakasih nasi goreng mu enak, aku suka sekali."


Senyum tipis sambil gadis itu berjalan mendekati Dev. Lelaki itu tertegun saat mendapat kecupan bibir yang cukup lama dari istrinya itu.


"Aku mencintaimu Bang Dev, aku akan pergi sekarang."


Setelah mengatakan cinta, Kayla keluar dari apartemen meninggalkan Dev yang berdiri mematung mendapat kecupan yang kesekian kalinya dari Kayla, gadis yang tanpa malu mengakui perasaan padanya.


Dev tersenyum lagi, ia menjilat bibirnya sendiri seolah merasakan manisnya bekas bibir gadis pengganti itu di sana. Ia tidak menyangka Kayla cukup membuatnya tertarik. Ia bahkan tidak mampu menolak pesona gadis itu yang kian menggemaskan dari hari ke hari.


Namun satu hal, Dev seolah tidak bisa berpaling dari Nika yang belum bisa ia temukan untuk penjelasan atas apa yang terjadi pada mereka.

__ADS_1


Namun hadirnya Kayla sedikit membuatnya melupakan kesakitan yang tercipta atas gagalnya menikah dengan gadis pujaannya selama ini.


__ADS_2