Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Tidak baik-baik saja


__ADS_3

Di dalam mobil.


Kayla hanya diam sepanjang perjalanan pulang, ia menatap lesu jalanan kota yang padat pengendara.


"Maafkan aku," kata Dev menyentuh tangan istrinya.


"Seharusnya aku tahu ini akan terjadi," sahut Kayla membalas tatapan Dev dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak seperti yang kau pikirkan."


Dev mencium tangan Kayla.


"Entahlah," jawab Kayla kembali berpaling ke luar jendela mobil.


Kemudian hening hingga mereka tiba di unit apartemen yang mereka tinggali.


Setelah melakukan aktivitas mandi makan malam dalam keheningan yang luar biasa, Kayla menemui Dev di meja kerjanya.


Meski habis mandi, Kayla tidak menampakkan wajah segar melainkan wajah lesu seperti tadi.


"Bang Dev," panggil Kayla.


"Iya sayang, kemari lah! Kita butuh bicara setelah kau diam cukup lama."


Dev mengulurkan tangannya saat Kayla masuk perpustakaan. Kayla mengangguk lalu mendekat.


Perempuan itu duduk tepat di depan Dev saat ini. Ia menyodorkan sebuah surat.


"Ck, kau masih menyimpan ini?" tanya Dev tidak percaya.


"Ini diberikan oleh Mamamu."


"Huh, sudah ku duga! Jangan dihiraukan!!!" bantah Dev sambil merobek surat perjanjian itu.


"Kenapa dirobek?"


"Karena kita tidak dalam perjanjian apapun sejak kita memutuskan arah hubungan ini, aku tahu Mama belum menyukai mu bukan berarti perjanjian ini masih berlaku. Kenapa kau jadi lemah seperti ini?"


Dev tampak kesal.


"Aku? Lemah? Kau yang lemah, kau menemui Nika tanpa aku tahu, kau memberinya harapan di tengah hubungan kita yang membaik, kau tidak bisa membantah Mama mu, aku tahu itu!" sanggah Kayla tidak kalah kesal.


"Kau bahkan tidak memberi tahu Nika tentang hubungan kita, siapa yang lemah? Kau masih mencintainya Bang Dev," lanjut Kayla dengan dada naik turun.


"Hei, tidak seperti itu."


Dev melunak, ia meraih tubuh istrinya dalam dekapan.


"Maafkan aku!" ucap Dev menyesal.


"Kau bahkan tidak bisa meyakinkan orangtua mu soal hubungan kita."


"Aku akan bicara pada Mama soal ini, percaya padaku!"


"Entahlah," jawab Kayla lagi.


"Sayang jangan seperti ini."


"Lalu aku harus seperti apa? Apa aku harus biasa saja saat suamiku menemui mantan tunangannya? Apa aku harus biasa saja saat Nika mengatakan kalian akan kembali bersama dan meneruskan rencana pernikahan?"


Kayla mulai emosi.


"Hei, kenapa jadi marah-marah? Aku sudah minta maaf, aku akan bicara pada Nika soal kita! Aku hanya tidak ingin membuatnya terkejut disaat dia baru saja pulang dari pengobatan. Semua tidak seperti yang kau pikirkan."

__ADS_1


"Tapi aku yang terkejut, terkejut mengetahui suamiku masih mencari keberadaan mantannya di belakang ku! Aku tahu semuanya Bang Dev!"


"Tidak seperti itu!"


"Lalu seperti apa Bang Dev? Kau membuatku kesal!" Kayla benar-benar tidak dalam emosi yang baik saat ini.


Dev tersenyum, entah kenapa wajah marah istrinya menjadi lebih menggemaskan.


"Kau tersenyum?" bentak Kayla saat melihat wajah suaminya yang ingin tertawa.


"Kau lucu jika marah," cetus Dev melebarkan senyumnya.


Demi apa Kayla menatap Dev dengan tajam.


"Oke baiklah, apapun yang kau katakan itu anggap saja benar. Aku minta maaf, aku berjanji akan menyelesaikan ini secepatnya agar Nika mengerti soal kita."


"Terserah!" Kayla pergi meninggalkan Dev begitu saja.


"Oh sial, dia merajuk," gumam Dev segera berlari menyusul langkah istrinya.


"Sayang," Dev menangkap Kayla yang sudah masuk ke kamar.


Diam, perempuan itu hanya diam.


"Aku akan bicara lagi pada Mama."


"Mau bicara apa? Perjanjian ini dibuat Mama mu dan beliau juga yang memutuskan seperti apa akhirnya, seharusnya aku yang mengerti," jawab Kayla mendudukkan dirinya dengan lesu di tepi ranjang.


"Bukankah pernikahan ini kita yang menjalani? Kenapa kau jadi pesimis seperti ini?"


Diam, Kayla tidak menjawab.


Dev meraih tangan Kayla.


"Kau akan kembali pada Nika? Menikahinya seperti yang Mama mu mau?"


"Tidak, aku tidak bilang begitu."


"Aku cemburu Bang Dev, aku cemburu melihat kau bersama Nika seperti tadi!"


Dev meraih wajah istrinya, menyeka sudut mata Kayla yang tampak basah dengan ibu jari lelaki itu.


"Aku mengerti, aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin menurunkan semangat nya untuk sembuh. Tidak ada alasan lain, hati dan hidupku untuk mu Kayla, percaya padaku. Semua yang terlihat tidak seperti dalam bayanganmu, aku sama sekali tidak berniat kembali padanya, tidak sama sekali."


Dev bicara serius dengan tatapan dalam seolah menusuk jantung Kayla saat ini.


"Soal Mama, berilah aku waktu. Tidak mudah meyakinkan Mama soal kita, watak beliau tidak suka dibantah, aku pun sedang mencari cara agar Mama mau mengerti, aku ingin semuanya menjadi baik, semuanya sulit saat dihubungkan dengan kehidupan politik Papa, keluarga Nika dukungan terbesar Papa pada pilkada tahun depan."


"Kembalinya Nika, membuat semua bertambah rumit. Kakak lelaki Nika akan berdampingan dengan Papa sebagai pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur pada pilkada tahun depan."


"Dan kau harus tahu, aku juga tidak baik-baik saja saat ini."


"Semua dukungan politik Papa ada di tangan kakak lelaki Nikayla, dan buruknya mereka semua meminta ku kembali pada Nika karena alasan ini."


Kayla meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka orangtua Dev begitu ambisi dengan kehidupan politik hingga mengorbankan kebahagiaan putra mereka.


"Lalu kita?" tanya Kayla mulai menangis.


"Jangan menangis, semua akan baik-baik saja. Aku akan bicara lagi pada orangtua ku soal ini."


"Aku tidak yakin," lirih Kayla memeluk suaminya.


Dev diam, ia bahkan lebih bingung atas semua yang terjadi akhir-akhir ini. Mereka cukup larut dalam pelukan dan pikiran masing-masing.

__ADS_1


Sampai Kayla melepaskan Dev dan menjatuhkan diri ke ranjang dengan raut lelahnya.


Dev tersenyum, ia menyusul namun Kayla segera beranjak dari sana.


"Hei kau mau kemana?" cegah Dev saat Kayla ingin berdiri.


"Aku sedang tidak mood tidur denganmu, aku akan makan banyak dan begadang, tolong jangan ganggu!!!" ucap Kayla tajam.


Dev mengerutkan keningnya, "Oh kenapa lagi ini?"


"Entahlah," jawab Kayla dingin sambil terus pergi meninggalkan Dev, lelaki itu segera bangkit dan menyusul Kayla dengan langkah cepat.


"Sayang!"


"Jangan ganggu aku!"


"Kau kenapa? Kita bisa bicara baik-baik. Jangan seperti ini, ayolah."


Dev meraih istrinya dengan bujukan ciuman bibir yang lembut.


"Aku lapar!"


Kayla menghindar lalu pergi ke arah dapur.


"Kayla!"


"Aku mau makan!"


"Bukankah kita baru saja sudah makan belum juga dua jam."


"Aku lapar ya lapar, masih untung aku tidak memakan mu sekarang!"


"Kayla, kau sedang PMS kah?"


"Apa PMS?" Kayla bergumam pelan setelah mendengar kata PMS. Ia berpikir sejenak tentang PMS, ia teringat sesuatu. Bukankah ia belum Menstruasi bulan ini.


"Aaaaah."


Kayla histeris sendiri, ia memegang pipinya lalu berlari dari hadapan Dev kembali ke kamar.


Melihat tingkah Kayla membuat Dev heran bahkan geleng kepala.


"Kenapa lagi ini?" gumam Dev gusar. Lelaki itu segera menyusul Kayla lagi.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Dev setelah melihat Kayla mondar mandir di kamar seperti sedang berpikir keras.


"Bang Dev, aku......"


"Kau kenapa?"


"Aku...... Aku belum," ucap Kayla gugup.


"Kayla jangan membuat ku cemas, kau kenapa?"


"Ah, tidak jadi.... Ayo tidur!" Kayla menarik tangan suaminya ke ranjang, perempuan itu berbaring lalu menarik selimut dan memeluk guling.


Dev menatap Kayla bingung.


####


Terimakasih banyak atas komen2nya ya besti onlenku.....


Bukan ga mau balas ya, bukan juga ga mau up.... otornya hamil mulai besar, tangan inih mulai kesemutan sedikit susah buat ngetik. Makanya 1 episode bisa sampe 2 hari sekali.

__ADS_1


Maaf yakkk..... tapi novel ini akan akan ku tamatkan sempe tuntas tas tas.


love sekebon, mudahan tetap suka ya sampe akhir....😍😘😘😘


__ADS_2