Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Menjaga jodoh


__ADS_3

"Kayla, bisakah kau ikut masuk?" tanya Nika pada Kayla yang tersenyum padanya.


Perempuan yang melirik Dev sekilas itu langsung mengangguk dan menyusul Nika kembali kamar ganti.


"Wah kau benar-benar keren sayang, kebaya nya sangat pas dan cocok dengan mu yang sempurna ini!" puji Kayla saat masuk ke kamar ganti.


"Yang sempurna itu tanganmu Kayla, kau yang pandai mengerjakan semua payet-payet ini hingga kebaya ku tampak cantik dan mewah, aku heran darimana kau dapat bakat seperti itu. Padahal kau dulu suka ceroboh, tapi lihat ini hasil tanganmu!" ucap Nika kagum sambil meraba payet di bagian leher kebaya nya.


Mereka saling menatap di cermin yang mana Kayla sedang membantu mengancingkan bagian belakangnya. Kayla kembali terkekeh.


"Aku juga heran ternyata aku punya bakat tersembunyi, padahal kau tahu sendiri aku tidak suka hal-hal detail seperti ini dulunya, yang hebat itu Desainer nya. Nyonya Aulia sabar dalam mengajariku."


"Sudah, wah kau benar-benar cantik sayang," puji Kayla lagi memberi penilaian.


"Benarkah?"


"Iya, ayo tunjukkan pada calon suamimu!"


Kayla mendorong Nika untuk menemui Dev di luar. Ia berjalan di belakang Nika yang sumringah menunjukkan keanggunan nya pada Dev.


Lama ia menatap Nika yang tampak bahagia berputar-putar di hadapan pria yang sama-sama mereka cintai. Nyeri itu nyata, Kayla mulai merasa panas pada matanya, sebisa mungkin ia mengerjapkan mata nya agar tidak jatuh butiran bening yang ia tahan sejak tadi.


Kayla segera berpaling ke arah lain saat Dev malah menatapnya yang setia menunggu Nika di dekat kamar ganti.


"Aku rasa aku butuh oksigen," gumam Kayla seraya menjauh, ia pergi ke ruangan lain agar dadanya bisa menghirup udara yang lebih lepas.


Beberapa saat berselang, Nika kembali memanggilnya. Kayla kembali ke kamar ganti, membuka kancing bagian belakang kebaya Nika sedang Dev bicara dengan Nyonya Aulia di luar sana.

__ADS_1


Hidungnya memerah, matanya menahan tangis sambil gemetar membuka kancing kebaya itu, sungguh Kayla merasakan hal yang sesakit ini tanpa ia duga sebelumnya.


Ia pikir dengan pindah tidak akan membawanya bertemu dengan Dev lagi, tapi ternyata kota ini sungguh lah sempit, mereka tidak berjauhan, mereka sangat dekat hingga tidak memberi ruang bagi Kayla untuk memulai hari dan hati yang ia siapkan untuk melupakan Dev.


Mereka bertemu dalam takdir yang menyakitkan, ternyata sudah satu bulan belakangan tangannya mengerjakan detail kebaya pengantin sahabat nya sendiri yang akan menempati posisi yang pernah ia ganti.


Mengerjakan detail beskap yang akan dipakai mantan suaminya untuk menikahi wanita lain, mengerjakan pula payet kebaya yang akan dipakai mantan mertuanya di hari pernikahan nanti. Sungguh kerja tangannya membuat kesakitan luar biasa hari ini.


"Sudah selesai," ucap Kayla berusaha untuk tersenyum.


Nika memeluknya lagi, ia mengatakan sungguh bahagia bisa kembali pada Dev setelah empat bulan sempat memberikan ruang pada seorang pengganti.


"Kau tahu Kayla, aku sangat ingin berterima kasih padamu."


"Untuk apa?"


Kayla memaksakan senyumnya, ia menatap tangan Nika yang menggenggam tangannya saat ini di sana terlihat cincin berlian di jari manis gadis itu.


"Semua sudah jalannya, dan kau sudah sembuh sekarang. Bang Dev adalah takdirmu Nika, dia setia padamu. Jangan ragukan itu! Tidak ada yang bisa menggantikan mu. Buktinya kalian kembali bersama sekarang. Bahagialah bersama Bang Dev, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian."


Ucapan Kayla disusul pelukan hangat dari Nika, pelukan seorang sahabat. Mereka cukup lama menjalin persahabatan sebelum semuanya terjadi.


"Aku menyayangimu Kayla, jangan sungkan hubungi aku jika kau sedang kesulitan. Aku dan Bang Dev akan membantu mu."


Kayla mengangguk sambil mengusap air matanya.


"Kenapa kau menangis?" Nika menghapus air mata Kayla yang jatuh di pipi mulus janda muda itu.

__ADS_1


"Aku terharu, aku bahagia kau bisa sembuh dan menjemput bahagia mu Nika, kau baik padaku selama ini."


"Maaf sudah berani menghianati mu," lanjut Kayla dalam hati.


Setelah puas bicara soal kebaya, akhirnya Dev dan Nika pamit setelah memastikan tidak ada yang perlu dirombak dari desain Nyonya Aulia untuk pakaian akad nikah mereka nanti.


Dan Kayla segera pamit untuk memeriksakan kabar kehamilannya.


Ia datang seorang diri ke klinik dokter spesialis kandungan, dimana matanya melihat ada banyak pasangan suami istri sedang mengantri. Senyumnya menjadi kecut menyadari ia datang tanpa didampingi seorang suami.


Terlebih saat giliran Kayla yang masuk ruangan dokter, ia diwawancarai sedemikian rupa agar informasi kehamilannya bisa dicatat, di sana ia terdiam sejenak saat ditanyakan nama suami.


"Maaf dokter, bisakah informasi ini di skip saja? Aku baru saja bercerai, jadi tulis nama ku saja."


Dokter itu ikut terdiam, beberapa saat ia bisa mencairkan suasana lagi agar pasiennya tidak tersinggung.


"Mari berbaring Nyonya Kayla, kita lihat semuanya di layar oke?"


Kayla mengangguk dan tersenyum. Ia pun menuruti perintah dokter yang ditolong asistennya.


Dokter mulai mengoperasikan mesin canggih USG 4D pada perut Kayla, tangisnya pecah saat layar monitor menujukkan semua keterangan dokter tentang benar adanya kehamilan Kayla saat ini.


Bagaimana bisa ia tidak sadar bahwa telah mengandung 14 minggu, Kayla benar-benar merasa bodoh dan menyesal, seharusnya ia memperhatikan kehamilannya jika tahu sejak awal.


Teringat pula ia akan pertemuannya dengan Dev dan Nika tadi. Perlahan Kayla melangkah keluar klinik usai periksa, satu tangan ia gunakan untuk memegang perut, tangan yang lain ia gunakan memegang sebuah resep vitamin ibu hamil yang diberikan dokter.


"Tidak bisa memiliki seorang Devano Putra Sanjaya, setidaknya aku akan memiliki keturunannya," gumam Kayla terkekeh sendiri mengingat wajah ayah sang calon bayi.

__ADS_1


"Sehat-sehat sayang, kita akan bahagia nanti."


__ADS_2