
Kayla tersenyum mendapat sebuah sikap manis pengantar tidurnya malam ini, hatinya senang bukan main.
Keesokan paginya, entah karena terlalu pulas hingga Kayla bangun kesiangan, ia melihat ke samping tidak ada Dev di sana.
"Huh, aku pikir cuma mimpi yang semalam itu."
Gadis itu belum beranjak dari sofa, ia kembali berbaring sambil menutup mulutnya dengan tangan, layak anak kecil yang kegirangan ia hampir berteriak karena bahagia mengingat benar semalam ia memang tidur dalam pelukan sang suami yang ia damba.
Kayla mandi dan keluar kamar, wajahnya merah merona saat melihat Dev yang sudah duduk di meja makan.
"Bang Dev," sapa gadis berambut hitam sebahu itu.
"Kau sudah bangun, ayo sarapan! Aku akan pergi lebih pagi hari ini."
Kayla duduk di samping pria itu, dengan senyum yang tidak pudar ia membalas dengan anggukan dan tatapan penuh damba.
"Kau kenapa?" tanya Dev heran.
"Aku lagi bahagia."
"Memang kau bisa bahagia?"
Kayla mengerling manja, "Bang Dev," rengeknya sambil menjatuhkan wajah di bahu Dev dengan tatapan kesal.
Dev terkekeh, ia membetulkan posisi duduk istrinya. "Makanlah."
"Dengan melihatmu saja aku sudah kenyang," ucap Kayla menggoda.
"Ya sudah, jangan sarapan! Cukup duduk di situ dan lihat aku." Dev melanjutkan sarapannya yang tinggal sedikit.
"Bang Dev."
"Apa Kayla?"
"Saranghaeyo."
"Geli."
"Geli tapi suka," tukas Kayla lagi.
__ADS_1
"Kayla ini masih pagi."
"Memangnya Bang Dev tahu arti Saranghaeyo?"
"Aku mencintaimu dalam bahasa Korea," jawab Dev polos.
"Aku juga mencintaimu Bang Dev, suamiku tersayang muaahhh." Kayla berbinar, ia memberi kecupan pipi tanpa malu seperti biasa.
Membuat Dev menghela napas dalam, sikap Kayla memang sulit ditolak, gadis itu selalu membuat moodnya membaik akhir-akhir ini.
Dev tergerak mengusap kepala sang istri yang tampak bahagia dan menggemaskan. Ia mengingat semalam memanglah mereka tidur saling berpelukan, perasaan itu datang lagi namun seperti ditepis oleh kenyataan bahwa nama Nika masih menguasainya sampai saat ini hingga kehadiran Kayla masih saja sulit diterima meski kata cinta dari gadis pengganti itu datang menghujaninya setiap hari.
Entahlah, Dev bingung dengan perasaannya pada Kayla, semula hanya sebatas pengganti dan pernikahan kontrak saja namun cinta dan wajah cantik itu hadir mewarnai harinya sejak pernikahan bulan lalu, sungguh Kayla gadis cantik dan baik, bagaimana pula ia bisa menyakiti gadis itu sekarang.
Mereka berpisah saat Dev lebih dulu pamit ke kampus, Kayla yang masih di apartemen melanjutkan tugas kuliahnya yang belum selesai. Ia tengah di perpustakaan mini milik Dev, matanya melirik figura berisi foto Dev dan sahabatnya Nika yang masih setia di atas meja kerja sang suami.
Lesu, hatinya bergetar matanya berkaca-kaca. "Nika, beri aku kepastian bahwa kau memang pergi meninggalkan Bang Dev dan tidak berniat kembali. Lihatlah aku, aku istrinya sekarang, dia suamiku, aku pasti akan mendapatkan hati dan cintanya. Bagaimana jika kau kembali sebelum aku mendapatkan hati Bang Dev?"
"Oh ya Tuhan, apa aku yang akan terluka?" Gumam Kayla sedih sendiri jika mengingat kebersamaan Dev dan sahabatnya di masa lalu.
Kayla ke kampus seperti biasa, belajar dan mengikuti mata kuliah tanpa masalah.
Sore harinya, Dev membawa Kayla ke sebuah butik untuk mencocokkan pakaian mereka ke pesta orangtua Dev nanti malam.
Matanya mengarah pada istri penggantinya itu, gaun biru muda yang menjuntai indah dengan belahan samping hingga ke atas lutut menampilkan kaki jenjang putih dan mulus yang terekspos melalui celah gaun berbahan sutra tersebut.
Lalu mata lelaki itu mengarah pada bagian atas gaun, menampilkan satu lengan yang terbuka sedang lengan yang lain tertutup gaun dengan bentuk balon. Bukan gaun melainkan wajah cantik nan polos milik Kayla, membuat Dev menatapnya sambil berdiri menghampiri, senyum lebar dari gadis itu membuat wajah Dev berubah seketika.
"Aku tahu kau terpesona, kau ingin mengatakan aku cantik dan sempurna? Oh itu biasa, aku memang cantik istrimu ini memang cantik Bang Dev, jangan menatapku seperti itu. Oh aku jadi tersanjung," ucap Kayla dengan percaya diri sambil terkekeh.
"Jangan yang ini, pilih yang lain saja!" Kayla hampir ternganga, ia kira suaminya terpesona dengan penampilan elegan nan mahal itu, ternyata Dev tidak menyukainya.
"Bang Dev tidak suka?"
"Ganti yang lain!" sahut Dev kesal, Kayla memajukan bibirnya ke depan, padahal ia suka sekali gaun yang ini.
"Apa aku tidak pantas pakai gaun mewah dan mahal?" ucap Kayla sambil melirik bayangannya melalui pantulan cermin di sudut ruangan.
"Bukan seperti itu, maksudku ini terlalu terbuka. Malu nanti dilihat orang banyak jika pakai yang tidak sopan, ini acara orangtua ku." Dev memberi alasan orangtuanya, padahal dalam hati ia tidak suka jika gadis itu memakai pakaian yang menampilkan lekuk tubuh yang tidak seharusnya menjadi perhatian semua orang nanti.
__ADS_1
Entahlah, Dev tidak suka Kayla memakai gaun yang menampilkan kecantikannya yang sempurna yang tentu akan dinikmati semua orang nantinya.
"Baiklah, aku akan ganti model lain," sahut Kayla lesu. Dev mengangguk, ia kembali duduk dan tampak menerima sebuah panggilan telepon.
Beberapa menit kemudian Kayla muncul dengan gaun lain berwarna khaki panjang menutupi hingga menyapu lantai, bagian dada terdapat payet berkilau dengan model leher sabrina, Dev terkaget lagi saat bertatapan dengan gadis itu. Bagaimana ia bisa menyangkal lagi kali ini, jika Kayla memanglah cantik dan menawan dalam balutan busana apapun. "Bagaimana? Sudah pas atau belum? Jangan diam saja, aku tahu kau tidak akan terpesona padaku walau aku memakai gaun sempurna sekalipun."
Kayla mengatakannya dengan nada rendah, ia kecewa Dev tidak memujinya padahal sudah beberapa gaun yang pas dan cantik yang ia coba namun belum satu pun diacc.
"Baiklah, yang ini saja."
"Baik," sahut Kayla yang mulai bosan.
Di mobil menuju jalan pulang.
"Kayla."
"Hemmmm," sahut Kayla malas.
"Kau kenapa? Tidak biasanya kau diam."
"Aku mengantuk."
"Kau marah padaku soal gaun tadi?"
"Tidak, kenapa harus marah. Hanya saja aku merasa tidak pantas memakai semua gaun tadi jika di depanmu, dari ekspresimu saja tidak satupun gaun yang cocok denganku."
"Hei bukan itu maksudku," sanggah Dev sambil meraih tangan Kayla.
"Aku tahu diri Bang Dev, aku memang tidak pantas pakai pakaian mahal," rajuk Kayla.
Dev menarik napas dalam, ia mengusap kepala istri gadisnya itu dengan gemas.
"Aku tidak suka kau memakai gaun terbuka."
Kata itu mampu membuat Kayla menoleh, "Terbuka? Maksudmu?"
"Iya, semua gaun yang kau pilih memperlihatkan lekuk tubuh dan punya lengan yang terbuka, aku tidak suka," jawab Dev pelan sambil kembali fokus ke jalanan.
Senyum gadis itu mulai mengembang lagi, "Apa itu artinya, hanya kau yang boleh melihat lekuk tubuhku?" Dev tidak menjawab, Kayla menjadi berbinar dan sumringah lagi.
__ADS_1
"Aaaaaa Bang Dev, itu terlalu manis, oh aku akan berpakaian seksi jika di rumah mulai hari ini, biar suamiku ini melirikku dan jatuh cinta karena lekuk tubuh yang sempurna ini," rengek Kayla dengan suara dibuat manja seperti biasa, menatap penuh goda, matanya berkedip-kedip menggoda Dev yang hanya diam tanpa kata.
"Huh, dia mulai lagi." Dev melirik Kayla sekilas, senyum tipis ia sembunyikan, wajahnya jadi bersemu mendengar kata pakaian seksi dari mulut gadis itu.