Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Cemburu?


__ADS_3

Lagi, Kayla terbangun saat menyadari bahwa suaminya sudah bangun lebih dulu darinya. Ia menepuk keningnya merasa malu sendiri, bagaimana di rumah Ibunya ia sampai bangun kesiangan seperti ini.


"Huh, kenapa aku selalu lelap jika tidur dengan Bang Dev, mana dia?" gumam Kayla sambil beranjak dari ranjang melirik kesana kemari mencari keberadaan suaminya.


Kayla keluar kamar, perlahan ia mendengar suara dua orang dari arah dapur. Ia terkejut saat mendapati Ibu dan suaminya tengah mengobrol santai di meja makan sambil menikmati sarapan.


"Mama, Bang Dev?" tegur Kayla saat mendekat.


Mereka menoleh, senyuman dua orang yang dicintai Kayla itu menyambut Kayla yang kian menghampiri.


"Mama sudah sehat?" tegur Kayla saat melihat sarapan yang telah siap di meja makan.


"Bukankah Mama sudah katakan hanya demam biasa sayang, ayo duduklah!" ajak sang ibunda dengan penuh kasih.


Dev tersenyum menatap keakraban Ibu dan anak itu.


"Mama dan Bang Dev bicara apa?" selidik Kayla lagi.


"Rahasia," jawab Dev sambil mengusap rambut Kayla dengan gemas.


Ibunya tertawa pelan, "Kami mengobrol biasa, kenapa tidak memberitahu jika nak Dev datang kemari tadi malam?"


"Aku tidak ingin mengganggu istirahat Mama."


Lama mereka saling mengobrol di meja makan, Dev merasakan kehangatan sebuah keluarga di sana. Berbeda dengannya, ia dan orangtuanya jarang terlibat percakapan meja makan seperti ini sebab kesibukan mereka masing-masing.


Kayla dan Ibunya hidup sederhana namun semburat kebahagiaan tidak luput dari rumah kecil itu, Dev suka sekali pemandangan seperti ini.


Ibu Kayla tahu putrinya dan Dev hanya menikah kontrak, namun perasaan gusar itu muncul saat ia mendapati putrinya tengah tidur dengan suami kontrak itu layak suami istri yang sebenarnya, mesra dan hangat tidak seperti dalam perjanjian pernikahan anaknya yang ia ketahui hanya untuk menghasilkan uang saja demi bayar hutang tempo hari.


Hanya saja perempuan awet muda itu tidak ingin langsung bertanya sebab tidak ingin menyinggung Dev di sana. Dari sikap Dev pada putrinya, Mama Hana mulai curiga bahwa mereka saling menyukai, dari tatapan mata saja ia tahu Dev dan Kayla lebih dari sebuah kontrak semata.


Setelah memastikan Mama Hana baik-baik saja, Dev meminta izin untuk membawa istrinya pulang karena harus menyiapkan tugas seminar yang Kayla lupa bahwa besok akan tampil di kelas Dev mengajar.


Dalam perjalanan pulang.


"Bang Dev."


"Iya ada apa?" sahut Dev menoleh sekilas lalu fokus menyetir lagi.


"I LOVE YOU," kata Kayla sambil memberikan finger love dan mengedipkan mata menggoda Dev yang sedang fokus mengemudi.


"Ck, pagi-pagi sudah bilang cinta." Dev hanya terkekeh saja.

__ADS_1


"Iya, aku akan mewarnai hari-harimu dengan cinta, sampai kau luluh nanti."


Lagi Dev tidak menjawab melainkan hanya tersenyum saja.


Hingga keesokan harinya, di kampus Kayla mulai curhat lagi pada dua sahabat kentalnya Rania dan Susan.


Mendengar Kayla telah tidur bersama suaminya membuat Rania dan Susan terpingkal-pingkal tertawa geli hingga berair mata mereka merasa lucu dengan cerita sahabatnya.


"Sudah beberapa malam tidur berpelukan tapi tidak terjadi sesuatu?" Suara Rania sampai serak dibuat cerita sahabatnya hari ini.


"Kenapa kalian begitu menertawakan ku?" kesal Kayla.


"Kayla, apa suamimu benar-benar impoten? Yang benar saja sudah tidur berpelukan tapi tidak hidup juga. Ah aku tidak percaya ini!" seru Susan geleng kepala.


Kayla hanya menggembungkan pipinya ikut berpikir.


"Aku rasa kau kurang seksi," lanjut Susan lagi, Rania pun mengangguk.


Kayla berpikir sejenak lalu mengangguk.


"Apa aku harus menari-nari pakai lingerie seksi baru dia bisa hidup?" Kata Kayla sambil meliuk-liukkan badannya seolah seksi. Membuat Rania dan Susan kembali tertawa namun mereka langsung mengangguk setuju.


"Aku rasa cara seperti itu bisa membuktikan bahwa bagian bawah suamimu hidup atau tidak," sahut Rania.


"Aku setuju, aku akan menemani mu berbelanja semua pakaian seksi dan bikini."


"Jangan bodoh, untuk berenang Kayla. Biar dia melihat tubuh seksi istrinya dinikmati banyak lelaki di kolam renang, biar dia tahu rasa," jawab Susan.


Kayla berpikir sejenak.


"Ah aku tahu, aku rasa kau juga harus membuatnya cemburu Kayla. Cemburu bisa membuktikan bahwa Bang Dev juga mencintaimu, dia hanya gengsi saja aku yakin itu," Rania menimpali.


Kayla mengangguk mengerti.


"Iya, aku rasa kau benar. Aku harus melihat dia cemburu atau tidak jika aku berdekatan dengan lelaki lain. Oh ya Tuhan, tidak sia-sia aku punya dua sahabat super ini," puji Kayla sambil tersenyum puas.


"Oh sayang, kami menyayangimu. Kami ingin yang terbaik untukmu, kami tidak ingin kau jadi janda jika kontrak pernikahan itu berakhir, kau masih punya waktu Kayla, berjuanglah.... Bang Dev milikmu, jangan lepaskan dia begitu saja!" kata Susan yang diangguki oleh Rania dengan semangat.


"Lingerie dan bikini, apa itu artinya kita akan kembali berbelanja?" ucap Rania girang.


"Tentu saja, kita harus membeli keperluan dinas malam ku saat pulang kuliah nanti, aman ATM nyonya Bos masih penuh," jawab Kayla sombong.


"Wah, ini yang ku suka." Susan ikut girang, mereka berpelukan.

__ADS_1


Saat jam istirahat, Kayla ke toilet sebelum menyusul dua temannya di kantin.


Tidak sengaja ia bertemu Zian yang ingin melewatinya. Mereka bertegur sapa, kebetulan Dev juga tidak jauh dari sana, ia terlihat sedang sibuk menghubungi seseorang di ponselnya.


Kayla melihat itu, mencari kesempatan agar Zian berlama bicara dengannya dengan tujuan Dev melihat mereka nanti.


Namun siapa sangka, berniat hendak membuat Dev cemburu dengan tertawa bersama Zian dalam obrolan mereka, Kayla malah terpleset oleh kakinya sendiri hingga hampir terjatuh jika tidak Zian menangkap tubuhnya.


"Ahhhh...." pekik gadis itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Zian sambil mengembalikan tubuh Kayla agar berdiri di kakinya sendiri seperti tadi.


Kayla masih ternganga saat menyadari ponselnya terbanting hingga jatuh masuk kolam ikan tidak jauh dari mereka berdiri.


Zian ikut menoleh, ia segera menyusul Kayla yang telah berlari masuk kolam ikan yang terbengkalai itu.


Mereka berdua sibuk mencari keberadaan ponsel Kayla yang tenggelam di dasar kolam ikan yang lumayan besar dan mempunyai kedalaman dua meter itu.


Dev melihat mereka dari jauh, Kayla dan Zian bertabrakan kepala saat hendak berdiri, membuat Kayla dan Zian tertawa dibuatnya.


"Ah kenapa aku sial sekali," rutuk Kayla setelah mendapatkan ponselnya, ia lap menggunakan bajunya dan berusaha membuat benda canggih itu hidup lagi namun nihil.


"Ayo kita naik dulu," ajak Zian sambil menuntun tangan Kayla naik hingga keluar kolam.


Dev melihat Kayla menerima uluran tangan Zian, mereka tertawa lagi saat menyadari separuh badan mereka telah basah dan kotor oleh air kolam yang terbengkalai.


"Kemarikan biar ku bersihkan ponselmu, mudah-mudahan bisa hidup lagi," kata Zian yang mengambil alih ponsel Kayla.


Gadis itu mengangguk saja, ia memperhatikan Zian dengan raut penuh harap agar ponsel kesayangannya bisa hidup lagi. Ia bahkan lupa niat awalnya hanya untuk memanasi Dev yang tidak ia sadari masih berdiri menatapnya kesal.


"Ayo duduk dulu," ajak Zian lagi menarik tangan Kayla menuju sebuah bangku tidak jauh dari sana.


Kayla menurut tanpa membantah, mereka fokus pada ponsel namun Dev fokus pada raut wajah Kayla yang kegirangan saat ponsel itu berhasil hidup oleh usaha Zian.


"Wah, kak Zian memang pandai dalam segala hal. Terimakasih, ponsel ini sangat berarti bagiku." Kayla memeluk ponselnya terharu.


Zian tersenyum, "Tapi mungkin ponsel itu akan rusak, segera pindahkan data dan semua memori yang tersimpan sebelum mati lagi."


Kayla mengangguk, "Iya kau benar, tidak mungkin baik-baik saja jika sudah masuk air seperti ini, terimakasih kak Zian kau baik padaku."


"Sudah seharusnya, lain kali berhati-hatilah. Jangan ceroboh, kaki sendiri saja bisa membuatmu terjatuh. Ingat di bus?"


Kayla menyengir malu sendiri.

__ADS_1


"Kau membuatku malu," ucap Kayla pelan, wajah imutnya membuat Zian gemas, ia mengusap rambut Kayla tanpa ia sadari.


Dev melihat itu menjadi gerah, ia pergi begitu saja dengan raut datarnya.


__ADS_2