
"Bang Dev, kenapa kita kemari?" tanya Kayla lagi saat mereka menuju sebuah kamar dengan nomor 415. Dev tidak menjawab dengan kata-kata, ia masih menjawab lewat senyuman saja.
Lalu pria itu membuka kamar itu dengan kartu akses yang ia keluarkan dari saku celananya. Pintu kamar terbuka, Dev langsung menuntun Kayla masuk sambil menutup mata istrinya itu menggunakan tangannya.
Dev membawa Kayla masuk dan mengunci pintu kamar itu lagi. Ia membiarkan istrinya membuka mata.
Melihat seisi kamar membuat Kayla ternganga hingga menutup mulutnya tidak percaya. "Ini acara kita," ucap Dev pelan sambil menikmati raut terkejut istrinya yang mulai membesarkan mata.
"Bang Dev? Apa ini?" ucap Kayla tergagap saat mendapati ia tengah memasuki sebuah kamar layak kamar pengantin dengan hiasan ribuan kelopak mawar di atas ranjang, lantai yang ia pijak juga merupakan hamparan kelopak mawar yang bertebaran. Melihat sekeliling, matanya tertuju pada banyak balon berwarna putih metalik yang mengudara di langit-langit kamar. Suasana hening untuk beberapa saat.
"Bang Dev?" ucap Kayla lagi seolah tidak percaya. Dev tersenyum, ia meraih salah satu balon yang bergelantungan, balon paling besar dari yang lain. Lalu mengambil sesuatu yang terikat di sana, Kayla melihat itu seperti sebuah benda. Dev mendekati istrinya lagi, ia meraih tangan Kayla lalu memakaikan sebuah gelang di sana, gelang itu ternyata sangat pas di tangan putih milik gadis itu.
"Bang Dev?" lagi lagi Kayla hanya bisa melirih tidak percaya atas apa yang terjadi padanya saat ini.
"Selamat ulang tahun Kayla Khanzaniah," ucap Dev sebelum mencium pipi Kayla yang mulai memerah. "Aku tidak percaya ini, Bang Dev apa semua ini serius atau kau hanya mengerjaiku saja?" ucap Kayla melihat sekeliling lagi lalu melirik tangannya yang masih digenggam suaminya, gelang yang bertahtah indah di pergelangannya sungguh indah dan menawan tentu terlihat mahal.
Gelang bangle yang Kayla tahu itu pasti mahal seperti yang dipakai artis-artis ternama. Dev menggeleng pelan, lalu ia meraih bibir Kayla dan ia kecup dengan gemas beberapa kali.
"Kau tidak sedang bermimpi, maaf aku menyiapkan ini secara mendadak jadi agak berantakan."
"Bang Dev, aku tidak mengerti bahkan ini jauh dari hayalanku sekalipun, katakan padaku kau tidak sedang bercanda bukan?" kata Kayla masih tidak percaya.
Dev terkekeh, ia mendorong Kayla untuk duduk di tepi ranjang dan pria ini mulai berlutut di hadapan istrinya sambil meraih kedua tangan Kayla dengan raut penuh arti. "Ini memang sedikit konyol, tapi aku menyiapkan semua ini secara sadar. Sadar akan semua yang terjadi diantara kita bukanlah takdir yang bisa dipermainkan. Sikapmu, wajahmu setiap hari ku lalui tiga bulan ini, sungguh membuatku ingin gila Kayla."
"Bang Dev?" lirih Kayla. "Hei tenangkan dirimu, dengarkan aku bicara dulu oke?" sahut Dev membuat Kayla kembali mematung.
"Kayla Khanzaniah, sejak kita menikah hingga saat ini kau begitu menarik perhatianku, semua yang kau lakukan, semua sikap dan wajah cantikmu ini tidak luput dari pandanganku. Aku mengira hatiku hanya untuk Nika, tapi aku salah. Sejak dia pergi aku mulai sadar bahwa cinta untuknya juga ikut pergi. Dan kau hadir sebagai pengganti, yang kini ku rasakan bahkan lebih dari sebuah kontrak pernikahan saja."
"Kayla, aku ingin memulai semuanya dari awal denganmu. Memulai kehidupan pernikahan kita yang sesungguhnya, seperti yang kau inginkan selama ini, pun aku menginginkannya sekarang. Aku akan menjadi suami yang baik untukmu."
"Bang Dev?" Kayla menutup mulutnya lagi seolah masih merasa seperti mimpi.
"Hei ayolah, kenapa kau hanya Bang Dev Bang Dev Bang Dev saja sejak tadi?" kata Dev merasa gemas, ia meraih tangan Kayla dan mengajaknya berdiri lagi.
__ADS_1
"Ini tidak lucu Bang Dev, jika ingin menolakku jangan seperti ini, aku takut kau hanya bercanda, dan tertawa di ujung drama kamar ini. Kau selalu menolakku selama ini." Dev terkekeh, ia raih wajah Kayla lalu mengecup seluruhnya dengan gemas.
"Aku tidak sedang bercanda Kayla, aku tahu sekali perasaanku. Aku menginginkanmu dalam arti yang sesungguhnya, bukankah kau ingin balasan dariku kenapa sekarang malah ragu?" "Itu karena kau....." ucapan Kayla menggantung saat Dev langsung menyela, "Karena aku masih ingin menyangkalnya, tapi ini nyata, perasaan ini nyata untukmu, dan aku perlu waktu untuk meyakinkan diri," ucap Dev dengan tatapan dalam. Kayla mulai berkaca-kaca.
"Itu terlalu panjang lebar, kenapa tidak langsung bilang kau mencintaiku?" Dev kehilangan kata-kata, istrinya terlalu polos.
"Kayla Khanzaniah, aku sebenarnya...."
"Sebenarnya apa?" desak Kayla tidak sabar.
"Tidak jadi."
"Bang Dev? Apa kau sedang mempermainkan ku?" rengek Kayla kesal. Dev meraih bibir manyun itu lalu membawa Kayla pada ciuman panjang sebagai jawabannya. Kayla sungguh ingin gila, ia merasakan perasaan Dev padanya saat ini, dada mereka saling memburu udara agar tidak kekurangan oksigen saat bertaut bibir dalam perasaan yang saling mendamba.
Dev melepaskan istrinya sejenak, menatap dalam manik hitam mata indah milik Kayla, "Aku mencintaimu Kayla Khanzaniah, hiduplah denganku! Aku ingin kita mulai semuanya dimulai malam ini." ucap Dev penuh perasaan.
Demi apa Kayla merasa seperti mimpi mendapatkan kata-kata yang seperti mustahil baginya itu. Kehilangan kata-kata, Kayla hanya bisa meraih tubuh tinggi Dev itu lalu memeluknya erat, ada butiran bening yang membasahi sudut matanya karena haru.
"Awas saja jika ini hanya sandiwara!" ancam Kayla disela pelukan mereka, Dev terkekeh ia mengeratkan pelukan hingga gadis itu terasa sesak bernapas. Mereka saling bertatapan, lalu saling meraih dalam sebuah ciuman bibir yang panjang sebagai pengawal hubungan mereka.
"Bang Dev bagaimana kau bisa mendapatkan ini?" tanya Kayla dengan wajah merah karena malu, ia menggigit bibir bawahnya saat melihat lingerie seksi yang ia beli kemarin berada di sana.
"Bukankah kau membeli banyak untuk menggodaku?"
"Tapi kau mengabaikanku!" sungut Kayla memajukan bibirnya kesal saat teringat tubuh seksinya ditolak oleh Dev beberapa waktu lalu.
"Bukankah kau bilang kau mahasiswa bau keringat? Sekarang kau bisa mandi dan pakai ini, aku ingin melihatnya bagaimana istriku ini menggoda," kekeh Dev sambil memberikan lingerie itu pada Kayla dan mendorong istrinya menuju kamar mandi.
"Bang Dev aku malu!" rengek gadis itu dengan wajah merah.
"Ayolah aku sudah menahannya sangat lama, mandi dan pakai ini, aku menunggumu! Jangan kira aku tidak normal, awas jika kau kewalahan nanti," goda Dev sambil mencium pipi Kayla dengan gemas seraya meraih pinggang ramping istrinya itu hingga menempel mesra.
Dan lagi Kayla hanya bisa menahan malu dengan wajahnya semerah tomat. Kayla masuk kamar mandi dengan tergesa, ia menutup pintu lalu bersandar, ia memegang dadanya yang berdetak kencang luar biasa, bagaimana ia bisa berada di kamar hotel romantis sekarang.
__ADS_1
Impiannya seakan menjadi nyata untuk memiliki Dev sepenuhnya, ia melihat wajahnya di cermin lalu ia menutup mukanya malu sendiri. Benar saja Kayla keluar kamar mandi dengan tubuh seksinya yang menempel sebuah lingerie berwarna putih berbahan sutra dengan aksen renda di belahan dada.
Wajahnya yang segar, membuat Dev yang sejak tadi menunggu di depan pintu kamar mandi menelan ludah, Kayla menunduk malu luar biasa saat mendapat tatapan mesum dari suaminya itu.
"Bang Dev, apa aku aneh?" tanya Kayla menyadarkan Dev dari lamunan panjang saat menatap keindahan istrinya dengan perasaan yang kian mendamba. Dev tidak menjawab melainkan langsung menggamit pinggang Kayla hingga menempel padanya, lelaki itu dengan cepat menjatuhkan wajahnya di ceruk leher jenjang yang wangi milik Kayla.
Gadis itu bergidik geli, bulu kuduknya meremang saat mendapat kecupan lembut dari bibir Dev untuk pertama kalinya di daerah leher. Bulu-bulu halus yang menghiasi rahang Dev membuat Kayla kian kegelian saat lelaki itu kian candu menciumi lehernya.
"Bang Dev itu geli," seloroh Kayla pelan, benar gadis itu merasa geli tapi suka. Entah kenapa tubuhnya seperti tersengat listrik, tiba-tiba gairah alaminya muncul hingga membuat lenguhan tanpa ia sadari.
Dev tidak menjawab, ia terus saja bermain di leher yang mana mulai menciptakan jejak-jejak stempel kepemilikan di sana. Perlahan tapi pasti Kayla dibuai rasa seperti melayang di awan oleh seorang Devano yang menuntunnya ke ranjang.
"Kau wangi sekali aku suka," lirih Dev saat membaringkan tubuh istrinya ke ranjang. Kayla tersenyum, ia berpikir mungkin saat inilah ia akan menyerahkan seluruh tubuh dan hidupnya pada suami kontrak yang baru saja memutuskan menerimanya dalam pernikahan yang sebenar.
Perasaannya memang pada Dev, Kayla tahu mencintai Dev tidaklah sederhana, pria itu sempurna, dari keluarga kaya pula, terkadang ia merasa ciut sendiri merasa tidak tahu diri berani jatuh cinta pada lelaki yang hanya membayar jasanya saja untuk terlepas dari rasa malu pernikahan waktu itu.
Bukan hanya jatuh cinta, namun juga terkesan memaksa ingin memiliki Dev dengan berbagai cara selama ini ia lakukan agar pria ini juga tertarik padanya, dan malam ini puncak impiannya seolah tergapai.
Tubuhnya telah dihimpit oleh pria besar berwajah tampan itu, tubuh dalam balutan lingerie seksi yang ia beli kemarin kini benar-benar berada di bawah seorang Devano.
Mimpi apa Kayla hingga mendapat hadiah ulang tahun seperti malam ini. Mata Kayla menatap wajah tampan suaminya yang juga tengah menatapnya sekarang. Dev melayangkan sebuah kecupan bibir yang mesra membuat mata istrinya terpejam sejenak.
"Ini akan menjadi malam pertama dan seterusnya untuk kita," ucap Dev dengan nada dalam.
"Aku mencintaimu Bang Dev, aku milikmu."
Jawaban Kayla membuat Dev kian berani, ia kembali melancarkan serangan bertubi-tubi yang membuat Kayla kewalahan meladeni bibirnya.
Keduanya larut dalam suasana hangat ranjang yang terasa seperti ranjang pengantin baru itu. Dev mulai tidak bisa menahannya, ia perlahan melucuti pakaiannya dan juga benang sutra yang membungkus tubuh indah istrinya itu hingga mereka benar-benar polos satu sama lain. Perlahan tangan Dev mematikan lampu hingga yang tersisa hanyalah cahaya temaram dari lampu tidur di atas nakas.
Tidak ada aktivitas yang lebih intim dan liar malam ini kecuali pasangan yang baru menerima satu sama lain itu di atas hangatnya ranjang yang mulai berderit dan bergoyang oleh ulah dua insan yang memadu kasih itu.
Tercapai sudah impian gadis itu untuk menjadi istri Dev yang sesungguhnya malam ini, Dev memperlakukannya dengan lembut dan berirama hingga rasa sakit saat keperawanannya berhasil direguk lelaki itu perlahan berubah jadi kenikmatan yang mulai membuat Kayla mendesah antara sakit dan nikmat.
__ADS_1
"Terimakasih sudah menjaga kehormatanmu dengan baik, aku mencintaimu sayang," bisik Dev di telinga istrinya.
Kayla mengangguk lalu memeluk Dev dengan erat, ia bahagia bisa memberikan hal paling berharga dalam hidupnya sebagai seorang gadis baik yang menjaga tubuhnya selama ini.