
Kayla mematung tidak berani bergerak karena takut pada Ibu mertuanya itu. Sampai pada Dev datang dari arah lain menyadarkannya bahwa ternyata suaminya pulang bersama Ibunya.
"Masuklah, jangan tersinggung." Dev membuyarkan lamunan Kayla, hingga gadis itu segera berlari ke kamarnya dengan wajah merah karena malu ketahuan dengan mertuanya karena habis berbelanja.
Kayla keluar kamar setelah mandi dan berpakaian, ia menyusul Dev yang telah duduk di meja makan.
"Bang Dev," sapa Kayla yang masih tidak enak hati.
"Duduklah, ayo makan! Mama sudah pulang tenanglah Mama hanya mampir sebentar."
Gadis itu mengangguk, ia menyusul Dev duduk di seberang meja hingga mereka berhadapan.
"Kau tidak ingin makan?" tanya Dev yang melihat Kayla hanya memperhatikan dirinya saja, gadis itu menggeleng.
"Aku sudah kenyang."
"Oh aku lupa kau pasti makan di luar." Kayla mengangguk, "Santai Kayla, jangan diambil hati ucapan Mama tadi beliau hanya heran kenapa kau belum pulang padahal sudah malam."
"Maafkan aku Bang Dev."
"Kenapa malah minta maaf?"
"Aku banyak menghabiskan uangmu hari ini, aku juga mentraktir Susan dan Rania."
Dev terkekeh, ia meraih tangan gadis itu lalu mengelusnya dengan pelan dan lembut. "Jangan sungkan, itu uangmu kau bebas menggunakannya."
Kayla yang semula menunduk kini mendongak. "Terimakasih Bang Dev," sahutnya tersenyum lebar.
Dev membalasnya dengan senyum tak kalah manis, wajah gadis itu tampak menggemaskan jika sedang murung seperti itu.
"Besok malam ada pesta di Hotel Golden Luxury, kita akan hadir."
"Pesta?"
Dev mengangguk.
"Pesta apa?"
"Anniversary pernikahan orangtuaku, semua keluarga dan teman dekat mereka akan hadir, jadi besok dari kampus kita akan beli pakaian bersama biar serasi."
Kayla berbinar, "Serasi? Wah Bang Dev membuatku malu tentu saja kita akan serasi kita kan suami istri," cengir Kayla kegirangan.
__ADS_1
"Jangan GR, itu agar tidak ada yang curiga." Kayla memajukan bibirnya ke depan, Dev terkekeh saja sambil terus mengunyah. "Bang Dev," rengek gadis itu.
"Apa lagi Kayla?"
"Aku mencintaimu," ucap gadis itu polos dengan finger heart mengarah pada Dev.
Dev hanya menggelengkan kepala tidak menganggap serius, "Tu kan, menghindar lagi. Huh susah sekali mendapatkan mu Bang Dev, aku heran apa hebatnya Nika hingga kau belum bisa move on sampai sekarang padahal ada godaan wanita secantik diriku di samping mu." Kayla merutuk tanpa berpikir panjang akan efek dari perkataannya ini pada Dev.
Pria itu terdiam, tidak menjawab melainkan kembali fokus pada makanannya lalu minum air putih sebelum selesai.
"Maafkan aku, apa kau tersinggung?" Dev hanya tersenyum lalu berdiri dan berlalu ke kamarnya. Tapi Kayla terus membuntuti pria itu tanpa malu.
"Kenapa mengikutiku?" tanya Dev heran.
"Aku istrimu, tidak bisakah aku punya kesempatan untuk tidur denganmu? Ini sudah dua bulan kita menikah, kau tidur di sofa aku tidur di ranjang seperti orang asing," ucap Kayla kesal pada Dev yang telah berbaring di sofa itu tanpa peduli ocehan istrinya.
"Kau yakin ingin tidur denganku?" Niat Dev hanya menggoda, namun Kayla pantang mendapatkan tawaran langsung main mengangguk semangat saja.
"Ayo kemarilah tidur di sampingku seperti ini," kata Dev sambil menepuk sisa sofa, ia yakin Kayla tidak akan mau tidur sempit seperti itu.
Bukan Kayla jika ia menolak kesempatan ini, ia kembali mengangguk tanpa berpikir panjang ia pun segera menyusul Dev berbaring sempit-sempitan di sana.
Dev terkejut namun ia tidak bisa menghindar sekarang, hanya bisa tersenyum malu saat tubuh mereka sangat dekat seperti ini. Gelanyar perasaan itu kembali datang, darahnya berdesir saat Kayla membawa tangannya untuk memeluk gadis itu dari belakang.
"Hmmmm," sahut Dev juga membalas tatapan mata indah istrinya itu.
"Apa tidak ada kesempatan sedikit pun untukku mendapatkan hatimu?" Kayla berkata sambil memainkan jarinya di rahang Dev dengan manja, kali ini lelaki itu sama sekali tidak menghindar, sikap agresif Kayla tidak mampu lagi ia tolak.
"Aku bukan pria idaman."
"Aku mencintaimu Bang Dev, aku sedih kau selalu menolak ku."
"Ingat perjanjian Kayla!"
"Aku tidak peduli, kita menikah resmi dan sah. Aku milikmu, kau milikku! Tapi aku heran, jangan-jangan kau impoten hingga tubuh kita berdekatan seperti ini kau sama sekali tidak bernafsu?"
Dev menatap Kayla tajam, "Apa kau meragukan kejantanan ku?"
"Iya, jika kau normal tidak mungkin kau bisa tahan sampai sekarang, padahal kita pernah kontak fisik saat aku demam. Huh, payah tampan tampan tapi tidak hidup," oceh Kayla sambil memainkan hidung Dev dengan kesal.
Dev mendengus kesal, lalu ia memejamkan matanya seperti menghindari belaian Kayla yang masih menatapnya dengan manja.
__ADS_1
"Ayo tidur!"
"Bang Dev?"
"Besok aku ada rapat dosen pagi-pagi."
"Ck, menyebalkan!!!! Apa benar kau tidak nafsu sedikit pun padaku?" ucap Kayla berani sambil membuka mata Dev dengan paksa, lalu menatap wajah pria itu dengan jarak hidung yang hampir beradu.
Dev terkejut mendapati sikap gadis itu berani menindihnya seperti ini.
"Kayla jangan seperti ini!"
"Katakan padaku jika kau tidak bernafsu padaku? Katakan jika kau memang impoten biar aku bisa menerima alasan kau selalu menolak ku."
Dev bingung.
"Aku tidak impoten!"
"Mengaku saja!" desak Kayla yang semakin menindihnya dengan berani seperti yang diajarkan dua temannya.
"Jika aku mengatakan aku menjaga hatiku untuk Nikayla, apa kau percaya?" tukas Dev dengan tatapan penuh arti.
Perkataan Dev, membuat lemas Kayla seketika. Wajahnya yang garang menggoda kini mendadak lesu dan berkaca-kaca, demi apa Dev mengatakan hal yang demikian menyakiti hatinya yang mengharap lebih pada perasaannya agar sudi membalas.
"Begitu setianya kau pada Nika padahal dia sudah mengkhianati mu?"
"Entahlah, ayo kita tidur!"
"Huh, seharusnya aku sudah mengira itu alasannya. Nika begitu beruntung mendapatkan pria setia seperti mu Bang Dev. Maaf aku lancang menyentuhmu," ucap Kayla terluka.
Perlahan Kayla menjauhkan diri dari Dev, ia duduk berniat berdiri guna menetralisir perasaannya saat ini, namun Dev menahannya.
"Kau mau kemana?"
"Aku akan tidur di ranjang seperti biasa, maaf atas sikap rendahan ku ini." Kayla ingin berdiri namun tangan Devano cukup kuat pada pergelangan tangannya.
"Katanya kau mau tidur denganku, ayolah ini sudah malam, kita banyak acara untuk besok."
Dev berkata seolah tidak terjadi sesuatu, ia menarik tubuh gadis itu hingga berbaring di sebelahnya, lalu ia menarik selimut sampai menutupi tubuh mereka hingga dada. Kayla bingung sendiri dengan sikap mendadak itu.
"Bang Dev?"
__ADS_1
"Selamat malam Kayla Khanzania, mari kita tidur," bisik Dev pada telinga Kayla yang berbaring membelakanginya. Pria itu mencium pipi gadis itu sambil mengeratkan pelukan.