
Kayla tidak bisa menyembunyikan wajah merah nan bahagianya pagi ini, bagaimana sikap dan perlakuan suaminya begitu manis terasa.
Kebahagiaan hari ulang tahunnya tidak sampai disitu saja, pada jam istirahat Kayla tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mendapat kejutan kue ulang tahun dari para teman sekelasnya.
Yang membuat ia terkejut bukan main adalah kehadiran Zian, entah kenapa akhir-akhir ini ketua BEM kampus itu suka menyambangi adik tingkatnya Kayla.
"Selamat ulang tahun Kayla yang ceroboh," ucap Zian dengan sebuah buket bunga lily berwarna putih di tangannya, senyum manis dari wajah tampan idola kampus itu membuyarkan pikiran Kayla hari ini.
Kayla menutup mulut saat Zian ternyata sudah ada sejak tadi namun bersembunyi di belakang para teman sekelasnya.
Gugup sekaligus canggung Kayla menerima buket bunga itu dengan wajah malu, ia tidak pernah diperlakukan oleh lelaki seperti ini selama ia berkuliah, jika kejutan ulang tahun dari sahabat dan teman sekelas memang tidak pernah absen setiap tahunnya namun kali ini berbeda saat Zian menyambanginya dengan buket bunga istimewa.
Kayla mendadak canggung, ia menatap kedua sahabatnya yang juga terkejut akan hal itu.
"Terimakasih Kak Zian," sahut Kayla setelah cukup lama bingung sendiri, ia menerima buket bunga itu.
"Wah, aku pernah mendengar sebuah kata-kata bahwa istri orang itu lebih menggoda daripada gadis lajang," bisik Rania pada Susan.
Susan menatap Rania tajam, "Diam nanti ada yang dengar, lagi pula aku juga terkejut kenapa Kak Zian mendekati Kayla baru sekarang, selama ini kemana saja. Kayla sudah bersuami baru ditaksir, aduh gawat," sela Susan lagi berbisik di telinga Rania.
Lalu mereka saling menatap satu sama lain sebelum tertawa geli.
"Bukankah ini bagus, biar Bang Dev impoten itu tahu rasa sudah mengabaikan Kayla selama ini! Apa dia kira Kayla tidak laku," Sahut Rania.
Melihat mereka berbisik membuat Kayla menatap mereka tajam seolah meminta bantuan. Bukannya membantu, malah Rania semakin bersorak kegirangan sambil menggoda Zian yang terlalu sweet sebagai lelaki yang tidak pengecut dalam mendekati wanita.
Hal itu didukung oleh Susan saat mereka melihat Dev sudah mau masuk ke kelas mereka untuk mengajar.
"Oh maaf, apa aku mengganggu kesenangan kalian?" suara Dev terdengar dingin saat masuk kelas istrinya berniat mengajar malah mendapati semua isi kelas sedang heboh ada pesta ulang tahun.
Semua terdiam, Kayla menjadi canggung dan gugup sendiri saat berhadapan dengan Dev dimana Zian juga berada di sampingnya.
"Maaf pak, hari ini teman kami Kayla ulang tahun," ucap salah satu teman kelas gadis itu.
"Tapi ini sudah masuk jam kuliah ku," jawab Dev tajam namun matanya mengarah pada wajah sang istri yang sedang menunduk takut.
"Baiklah, maaf waktunya tidak tepat. Aku akan menunggumu pulang kuliah nanti, aku akan membawa mu ke suatu tempat, belajar yang baik Kayla yang ceroboh," ucap Zian pamit pada Kayla sambil mengusap rambut gadis itu dengan gemas.
Gadis itu hanya bisa menyengir malu saat mendapat godaan lagi dari teman-temannya.
__ADS_1
"Permisi Pak Dev," ucap Zian pamit pada sang dosen yang sudah berada di depan kelas. Suasana heboh kini menjadi hening setelah para mahasiswa kembali duduk ke kursi masing-masing.
Dev hanya mengangguk tanpa menjawab Zian. Lalu matanya mengarah lagi pada Kayla yang menaruh buket bunga di atas tasnya.
"Sepertinya suamimu cemburu," bisik Rania pada Kayla.
Kayla mengangguk sumringah, "Itu artinya bisa saja dia juga jatuh cinta padamu tapi gengsi mengakui, lihat saja wajahnya merah saat melihat Kak Zian juga ada di sini," timpal Susan.
Kayla teringat adegan pagi tadi, ciuman itu membuat otaknya buntu sekarang, ia senang Dev terlihat cemburu namun juga takut bagaimana jika suaminya marah dan mengira ia gadis murahan yang sudah bersuami tapi masih mau dengan lelaki lain.
Wajah Kayla mendadak murung, ia mengikuti pelajaran dengan pikiran yang entah berada di mana. Ia juga bingung kenapa Zian bisa memberinya bunga padahal mereka belum terlalu dekat.
Selama mengajar Dev tidak henti melihat ke arah istrinya yang tampak lebih banyak bermenung daripada fokus. Membuatnya bertambah kesal, ia mengakhiri pelajaran sebelum jam kuliah berakhir, lelaki itu keluar kelas begitu saja setelah memberitahu ia ada urusan mendadak hingga kuliah harus berakhir sebelum waktunya.
"Apa Bang Dev marah padaku?" gumam Kayla dalam hati, entah kenapa ia menjadi gelisah sendiri.
Setelah mendapat kehebohan lagi soal ulang tahun dari temannya, Kayla memutuskan untuk bolos pada jam kuliah terakhir, ia bersama Susan dan Rania pulang ke rumah Mama Hana untuk merayakan makan bersama sesuai janji kemarin.
"Kayla, apa itu mobilnya Bang Dev?" tanya Susan heran saat mobilnya baru saja berhenti dan sampai di halaman rumah sahabatnya itu.
"Iya, aku juga bingung. Apa Bang Dev kemari?" ucap Kayla tak kalah heran.
"Aku hanya memberi tahu jika kita akan makan siang di rumah Mama, tapi tidak berani mengundangnya juga, mana mungkin dia mau." Jawab Kayla sambil keluar mobil Susan.
"Ini buktinya mobil Bang Dev ada di sini," kata Susan setelah memperhatikan mobil dosennya itu.
"Aku juga bingung, ayo kita masuk dulu!"
Rania dan Susan mengangguk saja. Benar saja ketika mereka masuk disambut oleh Mama Hana dan Dev yang juga ada di sana.
"Bang Dev?" gumam Kayla heran.
"Apa aku tidak boleh bergabung?" cetus Dev dengan raut penuh arti.
"Nak Dev kemari membawa banyak makanan, ayo kalian pasti lapar!" ajak Mama Hana menarik lengan putrinya ke meja makan.
Susan dan Rania menjadi canggung dan tidak berani heboh karena mereka takut pada Dev. Kayla mengangguk, ia meletakkan tasnya di meja hias, Dev melirik itu dan kembali kesal saat bunga dari Zian tadi pagi juga berada dalam tas Kayla.
Seperti biasa Rania dan Susan heboh bersama ibunya Kayla, mereka sudah menjalin kedekatan sejak lama, hanya Dev dan Kayla yang tidak banyak bicara pada saat semuanya merasa bahagia akan perayaan ulang tahun sederhana itu.
__ADS_1
Rania dan Susan sengaja memberi ruang Kayla dan Dev untuk bicara, mereka membantu Mama Hana berberes di dapur setelah jamuan makan.
Sedang Kayla menghampiri Dev di ruang tamu yang sibuk dengan ponselnya.
"Bang Dev," panggil Kayla.
Lelaki itu menoleh, ia menyimpan ponselnya di saku celana.
"Iya?"
"Kenapa tidak bilang jika ingin kemari juga?"
"Apa aku harus izin dulu jika ingin berkunjung ke rumah mertuaku?"
Kayla merona mendengar kata mertua dari bibir lelaki idamannya itu.
"Apa kau cemburu pada Kak Zian hingga mengikutiku hingga kemari? Apa kau curiga jika aku membawa lelaki lain ke sini?" goda Kayla dengan wajah tersenyum senang.
Dev menatap Kayla dengan gemas, gadis itu sungguh membuat moodnya naik turun.
Lelaki itu hanya berdecak, "Tidak. Aku sama sekali tidak cemburu."
Kayla bersungut, "Masih saja gengsi, kau cemburu aku tahu itu!"
Mereka berdebat hingga terlihat romantis. Melihat mereka Mama Hana meneteskan airmata.
"Kenapa Bibi menangis? Apa Bibi tidak suka mereka saling jatuh cinta?" tanya Susan heran, mereka kembali duduk di meja makan yang mana pemandangan ruang tamu terlihat jelas karena rumah itu tidak besar.
"Bagaimana Kayla pantas untuk orang kaya, kalian tahu sekali itu. Bibi tidak berani menegur, Kayla terlihat sekali menyukai Nak Dev. Bibi hanya takut semua berakhir kecewa, pernikahan itu hanyalah sebuah formalitas saja, Kayla bukan menantu pilihan, dia hanya dibayar dalam hal ini."
"Tapi cinta bisa mengubahnya Bi, Kayla dan Bang Dev sangat serasi lihat saja kedekatan mereka bukan dibuat-buat seperti dalam perjanjian, mereka saling menyukai aku yakin itu, meski Bang Dev tidak mau mengakuinya," ucap Rania sambil mengusap tangan Mama Hana.
"Bagaimana putriku bisa masuk dalam keluarga Pak Gubernur, Kayla tidak pantas sama sekali, Nyonya Lolita sudah menekankan bahwa Kayla hanya pengganti sementara sebelum diceraikan agar tidak ada yang curiga bahwa pernikahan kemarin sebenarnya telah gagal dilaksanakan karena mempelai wanitanya hilang."
"Aku juga berpikir begitu Bi, tapi Kayla dan Bang Dev berhak bahagia meski berawal dari kontrak saja, mereka menikah secara sah bukan bohongan. Aku mendukung kedekatan mereka, lagipula Nika sudah kabur entah kemana, tidak layak pernikahan ini dianggap permainan," ucap Susan.
"Aku setuju dengan Susan, Bibi jangan cemaskan Kayla, dia gadis yang kuat. Dia pandai mengambil hati suaminya, lihat saja Bang Dev mulai tergila-gila padanya," kata Rania dengan semangat.
Mama Hana menatap dua sahabat putrinya itu dengan bangga, Rania dan Susan benar tulus berteman dengan anaknya yang bukan dari kalangan berada, dalam hati kecilnya ia juga ingin Kayla bahagia, jika bisa ia tidak mau anaknya menjadi janda nantinya.
__ADS_1