
Kayla menatap wajah lelap Dev yang masih betah dalam selimut tebal yang membungkus tubuh polos pria itu. Senyumnya mengembang teringat hal paling indah terjadi semalam.
Ia terbangun pagi ini menyadarkannya bahwa ini memang kenyataan, bukan hayalan semata. Benar sekali, semua menjadi nyata bagi Kayla. Ia benar-benar telah menjadi seorang istri yang melaksanakan kewajibannya pada sang suami.
Meski ia sedikit kesal karena badannya terasa ingin remuk oleh percintaan semalam, namun Kayla maklum mungkin karena itu yang pertama kali baginya olahraga malam jadi wajar saja badannya sakit semua apalagi jika dilihat lawan mainnya pria besar dan tinggi seperti Dev.
Kayla tersenyum sendiri mengingat semua memori tentang semalam.
Ia memainkan bulu halus di rahang Dev hingga membuat pria itu menggeliat, puas bermain dan menikmati wajah sang suami penyambut paginya kali ini membuat Kayla yang baru saja selesai mandi itu ingin beranjak dari ranjang.
Ia tidak mau mengganggu Dev yang tampak kelelahan. Namun baru juga akan bergerak lebih dulu tangan Dev menangkap tubuh Kayla hingga perempuan itu jatuh lagi ke ranjang.
"Dapat kau!" seru Dev saat tubuh istrinya berhasil ia kuasai.
"Bang Dev, kau sudah bangun?"
"Iya, bahkan sejak kau mengagumi wajah tampanku sejak tadi."
Kayla malu jadinya.
"Bang Dev lepaskan aku, aku sudah mandi."
Kayla merengek menghindar saat suaminya dirasa mulai mesum lagi, Dev menyelinap dalam jubah handuk yang dipakai Kayla, ia memainkan hidung dan bibirnya di dada sang istri yang saat ini tidak bisa menghindar lagi.
"Bang Dev, aku sudah...." suara Kayla tertahan saat ia merasa mulai terpancing gairah oleh sang suami yang pandai memainkan lidahnya di puncak gunung kembarnya.
Dev memang lihay memainkan setiap titik kelemahan seorang Kayla, ia tersenyum puas saat istrinya melenguh lagi disaat tangannya mulai turun ke bawah.
Gelanyar hasrat seorang Devano kian muncul saat tangannya mulai naik turun di dada istrinya itu. Kayla tidak menolak, entah kenapa ia pun ikut terbawa suasana.
Dev semakin liar mencium dan merenggut manisnya bibir ranum milik istrinya itu, mereka terlibat pergulatan panjang hanya untuk berciuman saja.
"Meski aku sudah mandi, aku milikmu Bang Dev, kau bebas inginkan aku kapanpun itu," ucap Kayla pelan, tidak dipungkiri ia terpancing hasrat yang diberikan lelaki itu lewat sentuhan-sentuhan yang mulai menggila.
Sang suami tidak berbasa basi lagi, ia menindih tubuh Kayla dan membawa masuk ke selimutnya yang mana buah kejantanannya sudah siap menghujam inti kenikmatan istrinya seperti semalam.
Setelah melepaskan semua benang yang melekat pada tubuh Kayla, kembali Dev sibuk menciumi leher hingga bermain dada gadis itu. Liar semakin liar.
"Aku inginkan ini lagi sayang, aku sungguh ingin gila Kayla, kau benar-benar sempurna dan cantik, aku janji akan pelan dan tidak membuatmu sakit lagi," kata Dev sambil membuka paha istrinya itu seolah meminta izin untuk mengaksesnya.
__ADS_1
Kayla tersenyum, "Aku milikmu Bang Dev," lirih Kayla pelan sambil mendekap tubuh suaminya yang mulai liar bagian bawah.
Mendengar suara ******* Kayla membuat Dev semakin menginginkan gadis itu, sepenuhnya seperti semalam meski ada rasa tidak tega saat mengingat Kayla kesakitan semalam.
"Aku akan masuk sekarang!"
Bersamaan dengan ekspresi wajah yang meringis dari Kayla, tangan lentiknya mencengkram rambut pria itu kuat-kuat seolah menahan sesuatu, menahan sesak dan sakitnya saat kejantanan suaminya berhasil masuk dengan sempurna.
"Oh.... " desis Dev setelah kembali berhasil masuk seperti adegan semalam.
"Aku akan melakukannya dengan pelan."
"Oh sayang..... Kau benar-benar membuatku gila Kayla," racau pria itu memejamkan matanya menahan nikmat.
Sejenak kemudian, ia menjadi liar lagi menjamah setiap inci tubuh istrinya untuk kedua kalinya. Menghantarkan hasrat yang memuncak, sinyal-sinyal kenikmatan duniawi hingga Kayla pun terbuai dan mulai melupakan rasa perih di bawah sana yang memberinya sakit yang kini berubah kenikmatan.
Lama bermain, hingga mencapai puncak dan menabur benihnya pada rahim Kayla untuk olahraga pagi ini.
Setelah melewati keintiman di kamar hotel satu hari merayakan ulang tahun Kayla, hubungan Dev dan istri penggantinya itu benar-benar berubah ke titik awal.
Keduanya memutuskan untuk mulai menjalani kehidupan pernikahan yang sesungguhnya, pernikahan yang terbebas dari kontrak apapun seperti perjanjian diawal.
Kembali ke apartemen, Dev memeluk istrinya yang sedang mencuci piring di dapur. Pria itu baru saja selesai dengan pekerjaannya mengoreksi tugas-tugas mahasiswa di perpustakaan mini miliknya.
Dev menggeleng, "Bisa diselesaikan lain waktu. Aku tidak bisa mengabaikan istriku ini terlalu lama."
Kayla terkekeh, sejak dari hotel beberapa hari lalu Dev bahkan enggan menjauh darinya. Pria itu ternyata lebih bucin dari Kayla, membuat perempuan itu merasa sangat beruntung hidupnya bisa berdampingan dengan seorang dosen tampan itu.
"Aku sedang banyak pekerjaan di dapur. Aku tidak merasa diabaikan. Kau bisa fokus dengan tugas-tugas mahasiswa mu."
"Berhenti mengoceh, ayo cuci tanganmu sekarang dan kita tidur!" ujar Dev membersihkan tangan Kayla dari sisa sabun lalu merangkul pundak istrinya itu untuk menuju kamar.
"Bang Dev, kau serius mengajakku tidur jam segini?" tanya Kayla curiga.
"Hmmmm."
"Aku tidak percaya."
"Sayang, ayolah?" Dev merengek saat Kayla berhenti berjalan.
__ADS_1
"Tidur saja oke?"
"Bermain sebentar!"
"Bang Dev? Kita bahkan tidak keluar kamar dari siang tadi, sekarang mau main lagi?"
"Tidak boleh menolak!" Dev menggendong Kayla tanpa basa basi, ia bawa istrinya itu ke kamar.
"Bang Dev," rengek Kayla merasa tidak percaya, sungguh diluar dugaan Dev bahkan tidak melepaskannya sehari pun.
"Aku rasa kita perlu liburan untuk bulan madu," ucap Dev saat mencapai ranjang.
"Kita bukan pengantin baru lagi sayang," sela Kayla terkekeh.
"Tapi pernikahan kita baru saja dimulai, apa kau keberatan meladeniku setiap hari?"
"Tidak, ini adalah tugasku hanya saja aku tidak menyangka pak dosen yang susah ditaklukkan ini bisa senafsu ini padaku, kita hampir setiap hari melakukannya, apa tidak bosan?"
Dev tersenyum, "Iya mau bagaimana lagi, ini adalah keinginan alami," ucap Dev menunjukkan kejantannnya yang sudah menegang di bawah sana.
Kayla terkekeh, ia menggoda Dev dengan memainkan benda itu diluar celana membuat Dev terpejam sesaat mendapat belaian dari tangan istrinya.
"Sayang, aku menginginkan mu lagi malam ini agar besok otakku tidak bergeser saat mengajar."
Kayla ingin tertawa dibuatnya, siapa yang menyangka seorang Devano begitu menggilai tubuhnya. Perempuan itu memberi akses penuh untuk dijamah, ia tidak menolak permintaan suaminya. Ia juga maklum mereka baru saja menjalani kehidupan hubungan yang intim hingga wajar jika dalam minggu pertama akan diwarnai aksi ranjang saja.
Keesokan harinya, Kayla bersiap akan ke kampus seperti biasa.
"Sayang kau sudah siap?" teriak Dev dari luar kamar.
Bersamaan istrinya keluar dengan tampilan yang kian menawan.
Dev terkesima, Kayla memang cantik luar biasa.
"Ingin terus memandangku?"
Dev terkekeh, ia meraih tangan istrinya. "Aku mencintaimu Kayla istriku," Dev mengecup pipi Kayla dengan mesra.
"Aku juga mencintaimu suamiku, pak Devano." kekeh Kayla.
__ADS_1
Mereka saling melempar tatapan sebelum bergandengan tangan keluar apartemen menuju mobil mereka yang akan mengantarkan keduanya ke kegiatan kampus seperti biasa.
Kayla bahagia, ia menatap Dev yang menyetir. Devano kini resmi menjadi miliknya, bahagia sekali tentu saja Kayla bahagia akan hal ini.