Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Matre


__ADS_3

Kayla menatap jalanan yang padat pengendara di jam pergi bekerja seperti sekarang. Beruntung ia tidak ketinggalan bis, ia mendapat tempat duduk di tepi jendela hingga wajahnya bisa menikmati angin yang tercipta dari laju jalannya bis dengan kaca jendela ia buka agar bisa menikmati pemandangan kota tanpa pembatas.


Wajahnya merasa sejuk, napasnya terasa lebih ringan saat mendapatkan oksigen yang cukup.


Pikirannya tertuju pada ucapan Dev sebelum ia berangkat tadi, lelaki itu memanglah tidak menyukainya pikir Kayla. Pernikahan mereka sudah berlangsung dua bulan, satu bulan terakhir ia gencar menggoda demi mendapatkan hati seorang Devano, namun hingga hari ini nihil.


Tidak ada balasan apapun dari suami kontraknya itu. Kayla berpikir alangkah beruntungnya Nika bisa mendapatkan hati dan cinta yang tulus dari Dev yang setia tanpa ingin berpaling meski wanita secantik dirinya berada di bawah atap yang sama.


Bertemu setiap hari, Kayla sadar pesona kecantikannya bukan apa-apa bagi Dev, pria itu tidak tergoda sama sekali.


"Dimana kau Nika? Bang Dev menunggumu, kau tidak tergantikan, sepertinya aku akan menyerah saja," gumam Kayla dalam hati, ia harus tahu diri dalam hal ini, siapa Dev siapa Nika, dan siapalah dirinya bagi dua orang itu. Hanya butiran debu yang bisa terhempas kapan pun.


Bis menurunkan Kayla di halte dekat kampusnya, ia melangkah gontai dengan hati yang terasa patah. Patah oleh ucapan Dev tadi pagi, pria itu memperjelas bahwa tidak ada nafkah batin diantara mereka. Hanya sebuah kontrak pernikahan seperti rencana diawal saja, hanya uang yang akan ia hasilkan dari perkawinan ini, terbukti dengan sebuah kartu ATM yang sudah di tangannya.


"Kay...!" Susan mengejutkan Kayla.


Gadis itu menoleh sahabatnya dengan kesal.


"Apa?"


"Kenapa kau diam saja sejak tadi?"


"Aku tidak enak badan."


"Wah jangan-jangan kau hamil???" Susan menutup mulutnya.


"Sembarangan!" kilah Kayla kesal.


"Kau sakit? Tapi tidak panas?" Susan meraba kening sahabatnya seraya terkekeh.


"Dadaku yang sakit," jawab Kayla tanpa sadar.


"Hei tunggu dulu ada apa ini?" Susan mulai serius.

__ADS_1


"Kau sakit jantung?" tanya Rania yang baru saja datang menghampiri.


Kayla mengangguk polos.


"Kayla, jangan bercanda!" cetus Susan.


"Iya, karena jantungku terbelah. Patah," jawab Kayla dibuat sesedih mungkin.


"Huh, aku kira benar sakit jantung." Rania menghela napas panjang.


Mendengar itu, Rania dan Susan mengacak-acak rambut hitam Kayla dengan kesal.


"Auuuuuu, hentikan! Rambutku jadi rusak, aaaaa," kesal Kayla sambil merapikan rambutnya.


"Kayla kami serius!!!" teriak Susan lagi.


"Jangan bodoh, mana ada jantung patah," sungut Kayla kesal, ia merogoh cermin kecil dari tasnya, lalu merapikan rambutnya yang berantakan.


Kayla hanya menggeleng pelan. "Dia masih mengharapkan Nika kembali." Rania terdiam begitupun dengan Susan, mereka sudah tahu perasaan Kayla terhadap Bang Dev sejak gadis itu mengakuinya sebulan lalu.


"Apa Bang Dev mengatakan sesuatu?" tanya Rania hati-hati. Kayla mengangguk, "Dia mengatakan maaf jika tidak bisa memberi nafkah batin seperti pernikahan sesungguhnya, dia mencintai Nika. Tidak ada kesempatan bagiku," jawab Kayla menunduk.


"Ah itu kejam sekali, memang terbuat dari apa cinta mereka hingga begitu awet meski godaan wanita secantik dirimu begitu dekat dengannya, ah mustahil ada pria yang bisa menahan iman jika berdekatan dengan kau Kayla, Bang Dev menyebalkan. Tidakkah dia sadar bahwa Nika tidak mungkin kembali, dia hamil mungkin akan melahirkan tidak lama lagi, apa dia mau menerima perempuan yang sudah dihamili orang lain!!!" Rania mengoceh panjang lebar.


"Lagi pula ini pernikahan yang sah secara agama dan hukum negara, tidak ada istilah kontrak. Aku tidak setuju dengan mertua galak mu itu. Ini sah di mata Tuhan Kayla, kau bisa berdosa jika tidak memberikan hak suamimu," imbuh Rania lagi.


"Iya, mau bagaimana lagi? Dia tidak tertarik padaku, aku sudah berusaha menggoda bahkan merendahkan harga diriku agar dilirik tapi apa? Dia hanya memberiku ini, ATM saja. Bukankah sudah jelas sekali aku hanya dihargai sejumlah uang?"


"Apa karena itu kau murung?" cetus Susan lagi.


Kayla mengangguk lagi, hanya Rania dan Susan tempatnya berbagi. Kayla bukan tipe wanita yang suka memendam perasaan hingga menderita sendiri, ia lebih memiliki sifat terbuka agar ia bisa mendapatkan solusi atau saran dari kawan bicaranya.


"Aku rasa kau kurang seksi dan menggoda saat di rumah, coba kau sedikit lebih berani dalam penampilan ketika di apartemen. Kalian hanya berdua mustahil Bang Dev tidak ada nafsu jika melihat wanita cantik dengan pakaian terbuka. Nanti kau harus mencobanya, pakailah pakaian serba mini. Ohhhhh so hot," goda Rania sambil tertawa.

__ADS_1


Kayla teringat semalam, bukan hanya seksi namun setengah telanj*ng ia saling berdekapan dengan tubuh Dev yang juga terbuka, tapi pria itu biasa saja, tidak ada reaksi seksual dari tindakan skin to skin contacts semalam.


"Apa jangan-jangan dia impoten?" gumam Kayla pelan namun masih bisa didengar oleh dua sahabatnya itu.


"Apa? Kau bilang apa?" tanya Rania penasaran.


"Impoten!" jawab Kayla polos.


Susan tertawa. "Bagus jika dia impoten, sok jual mahal, sudah lupakan jangan bersedih lagi. Bukankah kau istri orang kaya sekarang, ATM itu pasti banyak saldonya, saatnya balas dendam Kayla. Ayo habiskan uang suami sok setia mu itu!" Rania mengangguk setuju atas saran dari Susan yang tersenyum miring.


Kayla menyengir, "Tidak salah aku punya dua sahabat yang super ini, ide bagus! Ayo kita bersenang-senang dengan kartu ini!!!!!" ajak Kayla tersenyum lebar sambil mengibaskan ATM milik Dev.


"Kita bolos dan pergi sekarang?" tanya Rania menatap dua gadis semakan seminumnya itu.


Susan dan Kayla mengangguk cepat, mereka berencana bolos untuk mata kuliah berikutnya.


Saat di mesin ATM untuk menarik uang tunai sebagai uang pegangan dalam dompet Kayla, gadis itu merutuk saat menekan pin kartu itu.


"Pin nya tanggal pernikahan kita, eh maksudku tanggal yang seharusnya aku menikah dengan Nika," gumam Kayla dengan suara mengejek menirukan suara Dev pagi tadi, membuat hatinya kembali kesal.


"Dasar suami menyebalkan!!! Awas kau Bang Dev!!!" rutuk Kayla lagi setelah keluar dari mesin ATM.


Karena terlena menghabiskan uang untuk bersenang-senang dengan dua sahabatnya, membuat Kayla lupa waktu, ia berpikir Dev tidak akan peduli jika ia pulang malam. Gadis pengganti itu belanja semua kebutuhan pribadi, membeli baju-baju untuk menunjang penampilannya saat kuliah karena selama ini Kayla kuliah dengan pakaian yang itu-itu saja.


Tiba saatnya ia pulang, ini sudah pukul 8 malam. Kayla membuka pintu apartemen dengan password yang ia sudah hafal sebelumnya. Ia berpikir mungkin Dev belum pulang dari rumah orangtuanya.


Namun pikirannya buyar saat mulai masuk hendak melewati ruang tamu. Betapa Kayla terkejut saat mendapati Ibu Mertuanya duduk sambil menyilangkan tangan ke dada menatapnya tajam yang datang dari luar.


"Ny.... Nyonya Lolita?" sapa Kayla tergagap.


"Ckkkk sudah ku duga, gadis sederhana dan polos pun bisa berubah jadi wanita matre jika sudah dihadapkan dengan uang yang banyak."


Kayla terdiam, ia menunduk ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2