Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Informasi Nikayla


__ADS_3

Detik demi detik berlalu, jam berganti hari begitupun seterusnya. Kehidupan seorang Kayla berubah sejak Dev memutuskan untuk menerimanya dalam pernikahan yang nyata bukan lagi soal kontrak atau hanya pengganti selama satu tahun.


Hampir satu bulan, Kayla dan Dev mereguk manisnya asmara rumah tangga mereka yang sedang hangat meski disela kesibukan sebagai dosen dan mahasiswa yang masih merahasiakan pernikahan mereka.


Kayla memilih jujur pada Zian bahwa ia sudah mencintai lelaki lain setelah mendapat pernyataan cinta dari idola kampus itu beberapa waktu lalu, hingga mereka memutuskan untuk berteman saja.


Kehidupan yang normal bagi pasangan baru itu, meski Kayla sangat sulit masuk dalam lingkaran kehidupan orangtua Dev yang nyata sekali menolak hubungan itu setelah Dev dan Kayla mengaku bahwa mereka saling mencintai, terlebih Nyonya Lolita sang Mama mertua yang tidak menerima Kayla sebagai menantu yang sebenarnya.


Hubungan Dev dan orangtuanya menjadi dingin dalam beberapa waktu terakhir, ia pandai menyembunyikan itu dari istrinya agar Kayla tidak tersinggung dan bersedih.


Devano bahagia hidup bersama perempuan periang seperti Kayla, gadis pantang menyerah yang selalu membawa mood dan suasana bahagia bila bersama. Kayla benar-benar mengambil hati dan perasaannya saat ini.


Sampai pada suatu siang, Kayla yang berniat ke kantin menyusul dua sahabatnya tidak sengaja melihat Dev bicara pada seseorang tidak jauh dari kantor para dosen.


Kayla menjadi heran saat mengamati raut suaminya saat bicara dengan orang itu dari kejauhan, tampak sekali Dev tidak baik-baik saja.


Kayla mendekat, ia penasaran hingga berniat menguping pembicaraan suaminya dengan salah satu mahasiswa yang tengah berdiri membelakanginya.


Deg deg deg, jantung Kayla mendadak tidak enak saat melihat wajah sang lawan bicara Dev saat ini. Ia mengenal sosok mahasiswa lelaki itu yang tidak lain tidak bukan adalah sepupu Nikayla sahabatnya yang menghilang sejak lama.


Langkahnya terhenti, ia segera bersembunyi di balik pot bunga hias agar Dev dan lelaki itu tidak mengetahui keberadaannya yang terlanjur penasaran dan ingin tahu.

__ADS_1


Kayla mulai menahan airmata yang entah sejak kapan menggenang, hatinya tidak baik-baik saja saat pendengarannya menangkap sebuah pembicaraan tentang sosok yang ia gantikan selama ini.


"Maafkan aku Pak Dev, hanya ini informasi yang bisa ku beritahu. Aku dilarang mengatakan apapun padamu selama ini, tapi melihat usahamu yang terus menerus ingin tahu keberadaan Nika membuatku akhirnya membocorkan hal ini padamu. Aku harap kau tidak marah lagi padanya," ucap lelaki yang menjadi kakak tingkat Kayla itu.


Dev terdiam, ia benar-benar tidak menyangka alasan dari kepergian tunangannya dari pernikahan beberapa bulan lalu. Ia lega usahanya pindah ke kampus ini berniat menyelidiki keberadaan Nika membuahkan hasil.


Biar bagaimanapun ia harus tahu kebenaran tentang Nika yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa pesan, kini lewat informasi yang terus menerus ia usahakan lewat sepupu gadis itu ia bisa tahu dimana Nika berada dan alasan mereka gagal menikah waktu itu.


Dev terduduk, matanya memerah hatinya menggeram. Bukan hamil dan lari dengan lelaki lain melainkan karena sakit yang membuat Nika merasa rendah diri untuk menjadi istrinya menjadi alasan pasti kenapa bisa Kayla yang berada di sisinya saat ini.


Dev merutuki kemarahannya selama ini. Pun Kayla, ia mendengar pembicaraan mereka di balik pot bunga bonsai yang menutupi seluruh tubuh mungilnya. Kini ia tahu, ternyata Dev masih mencari keberadaan Nika di belakangnya.


Dev masih terpaku duduk di sebuah bangku dengan pandangan kosong, Kayla tidak berani mendekat apalagi menghampiri. Ia memutuskan pergi dari sana dengan hati dan perasaan yang kacau.


"Kak Deni!" seru Kayla terkejut.


"Oh Kayla," sahut lelaki itu.


Kayla menghapus sisa airmatanya, bukan Kayla jika harus menahan rasa penasaran di hatinya seorang diri. Ini sangat kebetulan pikirnya.


Ia menarik lengan Deni sedikit ke sudut koridor.

__ADS_1


"Ada apa Kayla?"


"Kak Deni jangan bohong lagi, aku tidak sengaja mendengar kau bicara dengan Pak Dev."


Deni mengerutkan kening, "Kau menguping?"


"Kenapa kau menyembunyikan keberadaan Nika selama ini? Kenapa setiap kami bertanya kau berlagak tidak tahu? Lalu kau tadi mengaku bahwa Nika sedang sakit!" cerca Kayla pada Deni yang merupakan sepupu Nikayla sahabat karibnya.


Deni menghembus napas kasar. "Itu karena aku kasihan pada Pak Dev, dia terus mencari keberadaan Nika. Aku tidak berniat berbohong Kayla, sudah keputusan Nika untuk tidak memberi tahu siapapun tentang kondisinya yang sebenar."


Deg, Kayla terdiam mendengar ternyata Dev selalu mencari informasi tentang Nika selama ini bahkan setelah menerimanya sekalipun suaminya tidak melupakan Nikayla.


"Apa Pak Dev terus bertanya tentang Nika padamu?" tanya Kayla pelan.


"Bahkan itu pula alasan Pak Dev pindah mengajar kemari, jika bukan untuk mencari informasi Nika terus apalagi?" cetus Deni polos.


"Kau tahu Pak Dev menikah dengan siapa hari itu?"


"Aku tidak tahu, kami sekeluarga tidak datang karena malu. Dan untuk kalian para sahabatnya, maaf Nika belum siap bertemu. Doakan dia cepat sembuh, dan dia sendiri yang akan menemui kalian nantinya. Psikologisnya benar-benar terganggu, tidak mudah menerima sebuah vonis penyakit yang mematikan."


"Apa? Penyakit mematikan?" Kayla menatap Deni penasaran.

__ADS_1


"Sudahlah, kau akan tahu nanti. Dia sedang dalam pengobatan mungkin tidak lama lagi akan pulang ke tanah air. Biar dia yang jelaskan sendiri." Deni pergi setelah menepuk lengan Kayla beberapa kali.


Kayla kembali termangu, itu pula yang didengarnya tadi saat Deni bicara dengan Dev.


__ADS_2