Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Kayla pindah


__ADS_3

Kayla keluar kamar membawa sebuah koper berisi pakaian dan barang pribadinya. Matanya bengkak oleh tangis, betapa pun ia memohon pada Dev tampaknya pria itu sudah benar-benar siap untuk melepaskan Kayla saat ini.


Dev menatap perempuan yang menggeraikan rambut sebahunya itu dengan tatapan dalam, entahlah tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.


Pun Kayla membalas tatapan Dev penuh makna, menggeret koper mendekati suaminya yang berdiri menunggu.


"Bang Dev, aku....." ucap Kayla terbata.


"Kau sudah siap?"


Mendengar itu jatuh pula butiran bening dari mata indah Kayla, ia mengangguk pelan sambil meredam suara tangisnya. Ia melirik kedua orang tua Dev yang juga ikut berdiri tidak jauh dari mereka.


Nyonya Lolita menatap dingin seperti biasa, pun suaminya Tuan Hanan tidak banyak bicara, semua terasa berbeda bagi Kayla yang seperti kehilangan muka.


"Ayo!" ajak Dev tanpa berpikir panjang lagi.


Kayla kembali hanya bisa mengangguk.


Namun belum juga Dev melangkah, lebih dulu sang Mama bersuara. "Dev!!!" seru Nyonya Lolita dengan nada tegas.


Dev melihat ke arah ibunya.


"Kau tidak perlu mengantar nya, biarkan dia pergi sendiri!!" kata Nyonya Lolita pada anaknya.


"Mama mengertilah, aku hanya ingin mengantar Kayla pulang pada orangtuanya dengan baik," sanggah Dev pelan.


"Tidak perlu!"


Dev menghembuskan napas dalam, ia melirik Kayla.


"Mama mu benar, tidak perlu mengantar ku pulang, aku bisa sendiri. Karena kita memang sudah berakhir sejak lama, seharusnya aku sadar hal ini," cetus Kayla dengan pelan sambil menatap Dev penuh kekecewaan.


Dev terdiam.


Kayla pergi tanpa ragu, Dev ingin menyusulnya namun ayahnya lebih dulu bersuara.


"Dev!!!"


"Tapi Pa?" sanggah Dev lagi yang masih melihat punggung Kayla mulai menjauh.


"Sejak kapan kau jadi anak pembangkang, seharusnya kau menghormati orangtuamu yang berdiri di sini," kata Tuan Hanan.


Dev melirik lagi ke arah Kayla yang mulai menghilang di balik pintu. Lama ia terpaku.


"Dev, kemarilah ayo kita bicara!" ajak sang Papa lagi.


"Aku seperti seorang pengecut," jawab Dev lesu.


"Kau memang pengecut, seharusnya tidak membawa wanita itu ke rumah ini. Seharusnya pula kau tidak melupakan soal perjanjian kontrak itu diawal pernikahan. Aku tidak pernah punya putra yang selemah ini!!!" cetus Nyonya Lolita dengan wajah mulai marah.

__ADS_1


"Maafkan aku," jawab Dev mendekati Mamanya.


"Lupakan dia, lagi pula perceraian kalian sudah ku urus dan tidak lama lagi akan sidang, berhenti berbuat konyol. Sekarang pikirkan Nikayla, dia siap kembali ke pangkuanmu!!!" seru sang Mama dengan nada meyakinkan.


Tuan Hanan menepuk pundak anaknya, "Mama mu benar, mari lupakan kejadian hari yang tidak menyenangkan ini. Memang seharusnya kau menikah dengan Nikayla."


Dev hanya diam, ia melihat lagi ke arah pintu benar saja Kayla hilang dari sana tidak kembali lagi. Perasaannya seperti ikut pergi, entahlah kenapa ekspektasi nya terhadap Kayla terbantahkan oleh kejadian beberapa saat lalu.


Tidak terbayangkan olehnya, istri yang ia perjuangkan untuk mendapat restu orangtuanya malah tega menyakiti fisik wanita yang telah melahirkannya. Apapun alasannya Dev merasa Kayla tetap salah telah berani menampar sang Mama.


Pun Kayla, ia melangkah pasti mendekati Mamanya yang menunggu di pos satpam.


Beberapa kali ia melirik ke arah pintu rumah dimana ia baru saja keluar dari sana, harapnya luruh saat tahu mungkin Dev tidak akan pernah menyusulnya.


Benar saja, Dev tidak keluar hingga ia dan ibunya hendak pergi dari halaman rumah besar itu, Kayla menoleh sekali lagi sebelum pergi.


Iya, Dev tidak pernah muncul dari pintu. Kayla pikir inilah saatnya untuk pergi.


"Mama bisa bicara dengan orangtua Dev, kita bisa meminta maaf sayang, ayo!" ajak Mama Hana yang seolah mengerti akan tatapan Kayla yang berharap Dev keluar menyusul mereka.


Kayla menggeleng, "Tidak Ma, ayo kita pergi!" ucap Kayla penuh luka.


"Semua kesalahan bisa diperbaiki, Mama yakin nak Dev akan mengerti jika dia mendengar penjelasan mu."


"Tidak perlu, ayo kita pergi!" Kayla menarik tangan Mamanya untuk segera berlalu dari sana.


*****


Setelah libur akhir pekan, Kayla kembali ke kampus seperti biasa. Pun Dev, ia tetap datang ke kampus untuk mengajar di tengah prahara rumah tangganya yang belum mendapat putusan perpisahan secara resmi.


Kayla menjadi lebih tertutup, ia tidak menceritakan apapun pada dua sahabatnya tentang kejadian itu, hingga ia tidak dicurigai sama sekali oleh Rania dan Susan jika sedang menghadapi masalah terbesar dalam hidupnya yakni perpisahan.


Sikapnya yang pandai menutup diri dengan kekonyolan seperti biasa, ceria seperti biasa membuat Kayla benar-benar menyembunyikan luka hatinya.


Dari jauh Dev memperhatikan Kayla yang seperti tidak terjadi apa-apa, sungguh ia tidak menyangka Kayla melupakan kejadian beberapa hari lalu secepat itu, yang mana itu cukup membuat Dev yakin Kayla memang tidak merasa bersalah sedikitpun padanya bahkan tidak berusaha menemuinya di kampus seperti saat ini.


Hingga satu minggu berlalu, Dev dan Kayla masih dingin satu sama lain jika bertemu di kampus. Sampai panggilan sidang cerai dimulai, Kayla tidak pernah hadir disaat Dev mengharapkan kedatangan Kayla agar mau bermediasi di pengadilan.


Kayla menutup semuanya dengan baik meski ia tengah terluka dalam, ia sudah di ultimatum oleh Nyonya Lolita agar tidak pernah hadir di persidangan cerai agar segera mendapat putusan, ia hanya bisa menurut sesuai perintah.


Kayla pun sudah enggan untuk berdebat dengan mertuanya itu, enggan pula untuk menyakiti harga dirinya lebih jauh, ia menerima semua takdir yang menyapanya saat ini.


Dengan uang di rekening sebagai bayarannya menjadi pengganti Nikayla, membuat Kayla menyadari posisinya selama empat bulan terakhir. Setidaknya ia tidak akan rugi dalam materi.


Suatu pagi ketika Kayla hendak melangkah ke kelas, ada kelas mata kuliah pagi yang harus dikejar karena ia terlambat pagi ini.


Dengan langkah tergesa, ia hampir terjatuh saat kaki seorang gadis menyandung nya dengan sengaja, disusul tawa renyah nan mengejek dari dua gadis itu.


Kayla menatap Weni dengan malas.

__ADS_1


"Kenapa lagi kau ini? Selalu saja mencari masalah denganku!" seru Kayla mendekati Weni tanpa takut.


Dengan santai Weni membalas tatapannya.


"Kau tahu aku tidak menyukaimu, kenapa kau masih lewat di depanku?" ucap Weni dengan senyum penuh arti.


"Buang-buang waktu bicara denganmu Kak Weni, maaf sekali aku tidak ada kepentingan untuk meladeni mu sepagi ini," jawab Kayla kesal.


Ia pergi dari hadapan Weni dengan niat kembali melanjutkan langkah menuju kelasnya, tanpa Kayla sadari Weni dan temannya saling tos dan tertawa melihat Kayla menjauhi mereka.


"Kenapa kau dendam sekali padanya?" tanya gadis yang bersama Weni saat ini.


"Entahlah, aku tidak suka saja padanya. Sebab dia Zian sudah tidak pernah mau berdekatan dengan ku! Terlebih saat tahu dia ternyata diam-diam menghanyutkan, wajah cantik dan sok polos tapi dibalik itu jahat luar biasa, tega menikung sahabat sendiri. Pelakor harus dikerjai sesekali, biar aibnya tidak melulu tersimpan," ucap Weni tersenyum miring.


"Iya kau benar, aku tidak sabar melihat dia viral di kampus dengan status baru itu," jawab teman Weni seraya tertawa geli.


Benar saja, saat memasuki kelas Kayla dipandang aneh oleh teman-temannya. Ia menjadi bingung, sebab semua teman di kelas menjadi heboh, ada yang berbisik-bisik ada juga yang langsung merekam tubuh bagian belakangnya.


Beruntung dosen yang mengajar belum datang.


"Ada apa ini?" tanya Kayla bingung.


Susan dan Rania segera mendekat, lalu melepas sebuah tempelan kertas di belakang dress bunga-bunga Kayla.


Kayla membesarkan matanya saat membaca tulisan 'simpanan suami orang' yang tertera di atas kertas.


Ia terdiam sejenak, ia tahu Weni telah mengerjainya pagi ini.


Suasana mendadak heboh, semua teman bertanya ada apa dengan Kayla hingga ia di tempelkan kertas seperti itu, namun ia hanya bisa diam.


Kayla sama sekali tidak mencari pembelaan maupun mengelak atas bacaan itu, namun Susan dan Rania yang membelanya agar tidak ada teman yang bertanya lebih dalam melainkan menganggap semua ini adalah kerjaan teman yang usil saja.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Kayla lemah, mendadak semangatnya menjadi menurun untuk ke kampus, membuat Kayla menyadari betapa tidak baiknya hubungan yang disembunyikan selama ini.


Ia dikira simpanan suami orang oleh Weni, dan tentu berdampak pada pandangan teman-temannya yang lain yang melihat kejadian kemarin.


Kayla merasa stress berat, semua masalah seakan sedang menyapanya saat ini. Ia menjadi jatuh sakit hingga tidak masuk kuliah beberapa hari.


Satu hal yang membuatnya bertambah sedih, Dev tidak pernah lagi membuka komunikasi terhadap Kayla hingga satu bulan berikutnya surat keputusan cerai telah ia terima.


Satu bulan Kayla tidak stabil kuliahnya, kadang masuk kadang tidak, kadang ia kembali jatuh sakit, belum lagi ia harus menerima perlakuan Weni yang semakin lantang menyuarakan bahwa Kayla seorang pelakor di kampus.


Demikian banyak kontroversi julukan pelakor membuat Kayla benar-benar down untuk datang ke kampus.


Memasuki semester baru, Kayla memutuskan untuk cuti kuliah, ia ingin menenangkan diri dari masalah yang menimpanya saat ini.


Berbekal uang dari mantan mertuanya, Kayla memutuskan untuk pindah ke daerah lain meski masih dalam kota yang sama dengan Dev saat ini.


Kayla berniat membuka usaha dengan ibunya, berdiri di kaki mereka sendiri sebagai penopang hidup untuk ke depannya selama ia belum mau melanjutkan kuliah.

__ADS_1


Kayla dan Mama Hana mulai melanjutkan hidup di tempat yang baru.


__ADS_2