
Kayla hanya bisa terdiam saat mendapatkan pelukan dari seorang sahabat yang sudah lama tidak ia jumpai.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa calon pengantin yang ingin fitting kebaya di tempatnya bekerja adalah Nika dan mantan suaminya Dev.
"Kayla, kau ini kemana saja? Kenapa tidak pernah memberi kabar jika sudah pindah?" tanya Nika setelah puas memeluk Kayla.
Kayla tersenyum, ia terkejut namun bahagia melihat gadis yang di hadapannya itu tampak sehat dan ceria seperti dulu. Berbeda dengan Dev, pria itu hanya diam saat mereka bertemu tanpa sengaja seperti ini.
Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Dev bertemu Kayla beberapa saat lalu, perempuan yang menghilang setelah resmi berpisah dengannya dua bulan lalu, pindah entah kemana kini ia tahu ternyata Kayla masih berada di bawah langit yang sama dengannya.
Ia sedikit terkejut, penampilan Kayla tidak berubah sama sekali bahkan bertambah cantik hanya saja Dev tidak menyangka Kayla tampak berisi dari sebelumnya, terlihat dari pipi mantan istrinya itu yang lebih gembul dari sebelumnya.
Kayla menyibak anak rambut ke belakang telinga, guna menetralisir perasaannya yang campur aduk terlebih menyadari Dev memperhatikannya sejak bertemu tadi, ia tidak ingin Nika curiga akan hal ini.
"Maaf, aku cuti kuliah dan ikut Mama ku pindah ke daerah ini. Apa kabarmu Nika? Aku senang kita bisa bertemu kau tampak sehat dari sebelumnya, aku bekerja di sini," jawab Kayla tersenyum sambil mengusap lengan Nika dengan lembut.
Nika mencubit pipi Kayla dengan gemas.
"Kenapa aku merasa kau gemuk, ini menyebalkan. Kau lihat aku tampak kurus sekarang padahal sudah berusaha menaikkan berat badan sebelum menikah agar lebih percaya diri."
Kayla tertawa, mereka saling berbasa basi tentang penampilan saat ini. Dev sesekali tersenyum sendiri menatap Kayla yang tampak pandai menutupi perasaannya pada Nikayla.
Sesekali ia merutuki kelemahannya, betapa ia menyesal melepaskan Kayla hanya karena emosi sesaat waktu itu, namun keinginan orang tua nya lebih dari apapun. Dev tidak bisa melanggar perintah orangtuanya yang tentu menginginkan yang terbaik untuk masa depannya.
Kembali dan berencana menikahi Nikayla, tidak membuat ia kembali pula mencintai gadis itu. Dev tahu sekali perasaannya, dan sampai saat ini masih milik Kayla seorang pengganti di masa lalu.
Cinta tak harus memiliki, mungkin adalah kata yang tepat untuk Dev dan Kayla, Dev juga tidak ingin mempersulit kehidupan Kayla oleh kemarahan orangtuanya.
"Kenapa kalian kaku?" goda Nika yang melihat gerak gerik Kayla dan Dev saat bertemu.
__ADS_1
Nika memanglah tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Dev dan Kayla, ia hanya tahu Kayla menggantikannya demi uang dan menjadi istri bayaran yang profesional tanpa melibatkan perasaan, hingga Dev dan Kayla resmi berpisah pun ia anggap semua itu sudah sesuai kesepakatan yang tertulis di kontrak pernikahan.
"Sudah, ayo coba kebayanya aku ingin lihat calon pengantin ini memakai kebaya dengan payet hasil kerja tanganku!" seru Kayla sambil mendorong Nika ke kamar ganti.
"Baiklah, oh aku jadi tidak sabar!!!!" jawab Nika tertawa.
Ia masuk ke kamar ganti, sedang Dev berdiri tidak bergeming menunggunya keluar di samping Kayla yang diam tanpa kata.
"Kenapa tidak memberitahu jika sudah pindah?" tanya Dev yang baru berani bersuara dalam diam sejak tadi.
"Maaf," sahut Kayla datar.
"Kenapa kau mengganti nomor ponsel mu?"
"Oh itu, itu karena aku tidak pernah isi pulsa jadi SIM card nya tidak bisa digunakan lagi."
"Kau sengaja menghindar?" sanggah Dev.
"Aku mencari mu!" kata Dev menatap Kayla dari samping.
Kayla hanya menghembuskan napas panjang, "Tidak ada gunanya," jawab sang mantan istri.
"Kenapa kau cuti kuliah tidak memberi tahu ku?"
"Uang dari Mama mu ku gunakan untuk membuka usaha di tempat baru ini agar Mama ku tidak terus jadi pembantu, dan tidak ada salahnya menikmati hasil jerih payahku selama menikah dengan mu, jika uang itu ku gunakan untuk kuliah saja maka tidak ada hasilnya."
"Lalu kenapa kau bekerja disini jika sudah punya usaha? Kenapa tidak membantu Mama Hana saja?"
"Aku rasa kau tidak perlu tahu, lagi pula bukan urusanmu!" jawab Kayla kesal.
__ADS_1
"Kayla," lirih Dev yang tangannya gatal ingin meraih tangan mantan istrinya itu.
"Sudahlah Bang Dev, kita sudah berakhir jadi jangan pedulikan aku apapun keputusan hidupku bukanlah urusan mu!"
"Kau marah padaku?"
Kayla menatap Dev dengan kesal.
"Tidak!" jawab Kayla dingin.
"Kayla, aku...." Dev tidak bisa mengontrol dirinya, tangannya sudah berani meraih tangan Kayla untuk ia genggam.
Kayla melepaskan dengan segera.
"Maaf, aku tidak ingin Nika salah paham." Kayla menjauh.
"Oke baiklah, aku senang kau baik-baik saja dan kau harus tahu aku masih peduli dengan mu. Kau tahu aku tidak pernah mengganti nomor ponsel, kau boleh menghubungi ku jika sedang kesulitan."
"Terimakasih," jawab Kayla malas.
"Kau tampak berisi!"
Kayla diam tidak menanggapi.
"Kau tetap cantik meski gemuk."
Kayla melirik Dev dengan tatapan tajam. Pria itu menampilkan senyumnya, membuat Kayla segera berpaling.
Tanpa mereka sadari Nika telah keluar dari kamar ganti seraya mendekati mereka.
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan?"
Kayla tergagap, ia segera memberi jawaban agar Nika tidak curiga.