
Keesokan harinya..
Rumah Sakit Universitas Heidelberg
Nathan dan juga Elle sudah berada di sebuah rumah sakit, tempat dimana Rendra di rawat. Keduanya terlihat sedang berjalan mengikuti langkah kaki seorang wanita yang berpakaian putih dengan sebuah benda yang menggantung di lehernya. Wanita itu tak lain adalah Alexa, dokter yang sedang menangani Rendra selama ini.
"Masuklah." Ucap dokter Alexa ketika ia sudah tiba di depan pintu ruangan tempat Rendra terbaring.
Nathan mengangguk, ia pun lantas menggenggam tangan Elle yang terasa dingin itu. "Apakah kamu sudah siap untuk melihatnya?" Tanya Nathan sambil menatap Elle. Elle hanya menganggukkan kepalanya pelan, ia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya walaupun hanya satu kata saja.
"Baiklah, kalau begitu, ayo kita masuk." Ucap Nathan lagi. Elle kembali menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu Nathan pun mulai menarik memegang pintu ruangan itu, dan membukanya secara perlahan. Keduanya mulai memasuki ruangan itu, di ikuti oleh dokter Alexa di belakangnya.
__ADS_1
Nampak seorang laki-laki tampan sedang terbaring dengan beberapa alat di tubuhnya. Elle seketika menghentikan langkah kakinya, tatapan matanya terus tertuju pada sosok laki-laki tampan itu yang tak lain adalah Rendra. Hati Elle kembali terasa sakit, air matanya mulai terjatuh membasahi wajah cantiknya. Seberapa pun ia berusaha untuk menguatkan dirinya, namun nyatanya ia tidak mampu.
"Jangan menangis, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menangis di hadapan Rendra!" Ucap Nathan ketika ia melihat air mata yang membasahi wajah cantik Elle.
Elle seketika menghapus air matanya, ia berusaha untuk tersenyum, namun tetap saja ia tidak bisa. "Air mataku jatuh sendiri, aku tidak bisa menahannya." Lirih Elle seraya menundukkan kepalanya.
Nathan mengulurkan tangannya, dengan ragu ia pun mengusap punggung Elle, mencoba untuk menenangkannya. "Jika kamu menangis, Rendra akan merasa sedih. Kuatkan dirimu, Elle." Bisik Nathan.
"Aku tahu, tapi kamu harus kuat, Elle. Demi Rendra, ok." Nathan menghapus air mata yang terus saja terjatuh membasahi wajah cantik Elle. Sementara Elle, ia hanya terdiam dan berusaha untuk kembali kuat seperti sebelum ia mendatangi rumah sakit itu.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Elle pun kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri brankar, tempat dimana Rendra terbaring lemah tak berdaya. Elle menatap lekat wajah tampan yang terlihat pucat itu, air matanya tanpa terasa kembali menetes membasahi wajah cantiknya. "Rendra, kenapa ini semua bisa terjadi sama kamu, Ren. Kenapa?" Batin Elle berteriak.
__ADS_1
"Buka mataku, Ren. Aku mohon.... " Elle terisak sembari menggenggam erat tangan Rendra. Dirinya masih tidak menyangka jika laki-laki yang dulu selalu tersenyum manis, kini sedang terbaring dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. "Ren, bukankah kamu sangat mencintaiku? Jika kamu memang benar-benar mencintaiku, ku mohon bukalah matamu, lihatlah aku, Ren. Aku sangat merindukanmu, merindukan suaramu, canda tawamu, aku merindukan semua perlakuanmu, Ren." Lirih Elle terdengar sangat menyedihkan di telinga Nathan yang sedari tadi berdiri di belakangnya.
Nathan terlihat menghela nafasnya, ia pun mengusap wajahnya gusar. Melihat keadaan adik kembarnya yang seperti itu, tentu saja membuat hati Nathan sakit. Namun, Nathan masih bisa menyembunyikan kesedihannya di bandingkan dengan Elle.
"Rendra, wanita yang kamu cintai sudah berada di sini, apakah kamu masih tidak ingin membuka matamu juga." Batin Nathan sambil menatap adik kembarnya yang masih saja betah menutup kedua bola matanya itu.
"Nathan! Bisa kita bicara sebentar." Ucap dokter Alexa yang sedari tadi hanya berdiri di dekat pintu. Nathan menganggukkan kepalanya, sementara dokter Alexa segera bergegas keluar dari ruangan itu.
"Aku keluar dulu sebentar." Pamit Nathan kepada Elle. Elle hanya menganggukkan kepalanya, ia sama sekali tidak menatap Nathan, karena tatapan matanya fokus kepada laki-laki yang di cintainya itu.
Lagi, Nathan menghembuskan nafasnya, kemudian ia pun berbalik dan melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan Elle yang masih saja menangisi kekasihnya.
__ADS_1
Bersambung.