Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Menjadi berubah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Setelah pulang dari acara temannya beberapa hari yang lalu, Elle terlihat berbeda. Ia tidak seperti biasanya yang akan selalu tersenyum meskipun hatinya sedang terluka karena sang kekasih sampai saat ini masih terbaring di atas brankar rumah sakit.


Nathan bingung, ia tidak tahu dengan apa yang terjadi pada gadis pujaannya itu. Mungkinkah itu semua karena ucapan teman-temannya beberapa hari yang lalu? Nathan selalu bertanya kepada gadis itu, namun gadis itu selalu menggelengkan kepalanya dan menjawab, dia tidak apa-apa. Nathan hanya bisa menghela nafas, ia tidak tahu dengan apa yang ada di dalam pikiran gadis cantik itu. Yang jelas, gadis ini pasti sedang memikirkan sesuatu yang membuat gadis ini berubah sangat drastis.


Elle menatap sarapan paginya dengan malas, ia sama sekali tidak berniat untuk memakannya, padahal sarapan pagi kali ini adalah kesukaannya, namun ntah mengapa ia begitu malas untuk menyantapnya. Nathan yang selalu memperhatikan Elle pun terlihat menghela nafasnya, perubahan Elle dalam beberapa hari ini, tentu saja membuat Nathan tidak tenang dan merasa sangat khawatir.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi, Elle? Kenapa semenjak kita pulang dari acara temanmu, kamu menjadi seperti ini? Apakah itu gara-gara ucapan temanmu?" Nathan bertanya dengan lembut, tatapan matanya tidak pernah lepas dari wajah cantik Elle, memperhatikannya dalam, ingin melihat bagaimana reaksi gadis cantik itu.


"Tidak ada yang terjadi, dan aku tidak apa-apa." Elle berkata dengan dingin, ia sama sekali tidak menatap Nathan, lawan bicaranya tersebut.


"Elle..... "


"Aku tidak ingin sarapan! Kamu sarapan sendiri saja." Elle menyela dengan cepat, ia lantas beranjak dan berniat untuk pergi meninggalkan Nathan sendirian. Namun, niatnya terhenti ketika suara Nathan yang lembut terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Elle.... " Suara Nathan tercekat, ketika ponsel miliknya berbunyi. Lantas, Nathan pun langsung meraih ponselnya, dan terlihat nama dokter Alexa terpampang di layar ponselnya. Nathan terdiam sejenak, kemudian ia melirik Elle yang masih terdiam seribu bahasa. Nathan menghela nafas, ia pun kembali bersuara dengan lembut. "Aku akan mengangkat panggilan dulu," setelah itu, Nathan pun berdiri, ia berjalan menjauh dari ruang makan tersebut.


Elle menoleh, ia menatap kepergian Nathan dengan sendu. "Kamu benar, Nathan. Ucapan temanku mengingatkan aku kepada Rendra. Aku sangat merindukannya, aku ingin melihat senyumannya, canda tawanya, semua yang ada dalam dirinya, aku ingin melihat semuanya, Nathan. Dan kamu, menambah rasa rinduku kepada dirinya, Nathan. Aku harus bagaimana, Nathan? Apakah aku harus menangisinya setiap saat? Apakah aku harus memendam rasa sakit ini sendirian? Tapi, sampai kapan?" Batin Elle dengan air mata yang mulai keluar dari sudut matanya yang indah.


Selama ini Elle selalu menahan diri dan bersikap biasa saja ketika dirinya melihat Nathan, namun jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Elle selalu merasa sakit ketika dirinya melihat Nathan. Nathan selalu mengingatkan dirinya kepada Rendra, apalagi sikap Nathan akhir-akhir ini sangat manis dan lembut, tentu saja sangat mirip dengan sikap Rendra dulu. Dan hal itu membuat Elle semakin merindukan sosok Rendra yang sampai saat ini masih terbaring di rumah sakit.


"Kenapa kamu tidak bersikap seperti dulu lagi, Nathan? Kenapa kamu harus bersikap lembut kepadaku? Apakah kamu tidak tahu, dengan kamu bersikap lembut seperti itu, kamu semakin membuatku merindukan Rendra." Elle masih menatap kepergian Nathan, air matanya terus saja terjatuh membasahi wajah cantiknya. Bahkan, cara berjalan Nathan pun terlihat sama persis seperti Rendra.

__ADS_1


"Cinta? Aku yakin ucapanmu beberapa hari itu hanyalah omong kosong semata. Kamu tidak mungkin jatuh cinta kepada kekasih adikmu sendiri, bukan?" Elle menghapus air matanya, kemudian ia berbalik, dan melangkahkan kedua kakinya pergi menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Bersambung.


__ADS_2