Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Apakah sudah ada kehidupan


__ADS_3

Ruang Keluarga.


Elle dan juga Nathan sudah tiba di ruang keluarga. Keduanya di sambut hangat oleh Elena dan juga Dav yang saat ini sedang menikmati waktu santainya di ruang keluarga.


"Sayang, kenapa kamu ke sini tidak bilang-bilang dulu sama mama." Ucap Elena sembari memeluk putri semata wayangnya itu.


"Sengaja, ingin memberikan kejutan untuk mama dan papa." Jawab Elle seraya membalas pelukan sang mama yang hangat itu. Sementara, Nathan. Ia hanya berdiam diri di belakang sang istri.


"Dasar kamu ini." Elena melepaskan pelukannya, ia pun menatap putri semata wayangnya tersebut. "Bagaimana kehidupan kalian berdua selama ini? Apakah semuanya baik-baik saja? Apa sudah ada tanda-tanda kehidupan dalam perutmu?" Tanya Elena seraya melirik ke arah perut rata Elle.


Elle terlihat mendesah, mamanya ini sepertinya sudah sangat tidak sabar menantikan kehadiran cucu pertamanya. Padahal pernikahan Elle belum lama, terlebih lagi, Elle menikah bukan dengan kekasihnya, mana mungkin dalam perutnyadaria ada kehidupan seperti yang mamanya inginkan. Sungguh tidak mungkin.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu malah bengong sih? Mama lagi bertanya loh, tadi." Suara Elena menyadari kan Elle dari lamunannya, seketika Elle pun tersenyum, sembari mengusap punggung tangan sang mama.


"Mama jangan terlalu berharap... "


"Mama doakan saja, ya. Semoga secepatnya cucu yang mama inginkan hadir dalam perut Elle." Ucap Nathan sengaja menyela ucapan Elle yang belum selesai.


"Tentu saja, Ren. Tanpa kamu minta pun mama akan selalu berdoa kepada Tuhan, agar kalian segera di berikan momongan." Jawab Elena sambil memperlihatkan senyumannya kepada sang menantu, dan hal itu tentu saja dapat di lihat oleh suami bucinnya.


"Sayang, kamu jangan tersenyum seperti itu sama laki-laki lain. Papa tidak suka melihatnya." Ucap Dav sembari menatap kesal istri kesayangannya, lalu ia menatap tajam ke arah Nathan.


"Siapa pun itu, mama tetap tidak boleh tersenyum seperti tadi lagi, mengerti." Tegas Dav dengan tatapan mata yang kembali tertuju pada istrinya.

__ADS_1


"Baiklah, terserah papa saja." Ucap Elena membuat Dav tersenyum senang. Sementara Elle dan juga Nathan, terlihat saling melempar pandangannya satu sama lain, lalu setelah itu keduanya pun duduk.


"Bagaimana kabarmu, sayang? Dia tidak menindasmu kan?" Tanya Dav kepada putri semata wayangnya tersebut.


"Baik, pah. Dan dia sama sekali tidak menindasku. Jadi, papa tidak perlu khawatir, ok." Jawab Elle sekilas melirik ke arah sang suami.


"Baguslah kalau begitu. Ingat! Jika dia menindasmu, beritahu papa, papa pasti akan memberinya pelajaran. Mengerti." Ucap Dav dengan tatapan mata yang tertuju pada Nathan.


Nathan hanya terdiam, ia sama sekali tidak berniat untuk membuka mulutnya sama sekali, sementara Elle, ia terlihat menghela nafasnya. "Papa tenang saja, Rendra tidak mungkin menindasku, dia sangat mencintaiku, pah. Jadi, papa tenang saja ya, dan buang semua pikiran negatif papa tentang Rendra, ok." Tutur Elle dengan nada suaranya yang lembut.


"Betul kata Elle, pah. Sebaiknya kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, mama yakin Rendra tidak mungkin menindas Elle, Rendra itu sangat mencintai Elle, sama seperti papa yang mencintai mama. Jadi, sebaiknya buang semua pikiran negatif papa tentang Rendra. Mama tidak suka, apalagi papa selalu menatap Rendra dengan tajam, sungguh mama tidak menyukainya." Ucap Elena membenarkan ucapan putrinya tersebut.

__ADS_1


Jika istri kesayangannya sudah angkat bicara, maka Dav pun tidak bisa berkata-kata lagi, atau urusannya akan berkepanjangan seperti rel kereta.


Bersambung.


__ADS_2