
Satu bulan kemudian..
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, Elle dan juga Nathan sudah berada di ruang makan, mereka duduk di kursi yang saling berhadapan satu sama lain. Elle terlihat sangat cantik mengenakan mini dress berwarna putih, serta rambutnya ia sengaja gerai indah.
Nathan terus saja memandang Elle yang terlihat begitu cantik hari ini, ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya ke arah lain, tatapannya hanya tertuju pada satu titik saja, yaitu wajah cantik gadis yang sudah mencuri hatinya itu. Mata gadis itu, hidungnya, bibirnya yang berwarna pink, benar-benar terlihat sangat sempurna di mata Nathan. Laki-laki yang sedang menggantikan posisi adik kembarnya itu benar-benar telah di buat terpesona oleh kecantikan yang Elle milikki saat ini, bahkan suara ponsel yang sedari tadi berdering pun tidak membuat Nathan mengalihkan pandangannya dari ciptaan Tuhan yang sangat sempurna itu.
"Ponselmu berdering terus, kenapa kamu tidak angkat?" Suara halus dan lembut mulai keluar dari mulut manis Elle. Namun, Nathan sama sekali tidak menggubrisnya, ia benar-benar sudah terhipnotis oleh kecantikan Elle, kecantikan yang menurutnya sangat sempurna. Berlebihan memang, namun itulah menurut pandangan Nathan saat ini.
"Kau tidak mendengarku, Nathan?" Elle mengalihkan pandangannya, dan menatap Nathan dengan bingung. "Hey! Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu diam saja sedari tadi?" Tanya Elle sembari mengibaskan satu tangannya di hadapan wajah tampan Nathan.
__ADS_1
Nathan masih diam, pikirannya kini sedang berkelana jauh, bahkan gibasan tangan lembut nan putih itu sama sekali tidak membuat Nathan tersadar dari khayalan tingkat tingginya itu.
*Nathan, aku mencintaimu* mata yang indah itu menatap Nathan, perlahan bibir berwarna pink itu mendekat, lalu mencium lembut bibir milik Nathan, Nathan tidak tinggal diam, ia merangkul gadis itu, lalu menekan tengkuk leher gadis itu, guna memperdalam ciumannya. Ciuman panas itu benar-benar sangat memabukkan, membuat tubuh Nathan menegang, bahkan sesuatu yang berada di bawah sana pun ikut menegang.
"NATHAN ALEXANDER LEWIS! APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN!" Seru Elle ketika tangan Nathan terulur dan menangkap tengkuk lehernya, lalu bibir Nathan pun ikut maju, seolah-olah laki-laki itu ingin menciumnya.
Seketika Nathan kembali ke alam sadarnya, ia langsung menarik tangannya, lalu duduk kembali di kursinya. Malu tentu saja ia merasa sangat malu semalu-malunya. Bisa-bisanya dia berkhayal seperti itu di hadapan Elle, apakah dia sudah gila? Sial, ini benar-benar sangat memalukan, pikir Nathan.
"Tidak! Aku tidak memikirkan apa-apa." Jawab Nathan mencoba untuk bersikap tenang, meskipun dalam hati, ia ingin menghilang saja dari muka bumi ini. "Sialan! Ini sangat memalukan. Kenapa aku harus mengkhayal seperti itu sih? Mau di taruh di mana muka gue???" batin Nathan frustasi.
__ADS_1
"Kamu sangat aneh, kamu seperti orang mesum saja." Ucap Elle masih dengan tatapan yang tertuju pada Nathan. Nathan yang mendengar ucapannya pun terkejut, betul yang di ucapkan oleh Elle barusan, ia memang seperti laki-laki mesum, sangat mesum.
"Astaga... Kamu sangat menakutkan sekali, Nathan." Tiba-tiba saja bulu kuduk Elle meremang, ketika ia mengingat kembali yang telah di lakukan oleh Nathan tadi.
"Aku tidak memakan manusia, jadi kamu tidak perlu takut!" seru Nathan terlihat kesal ketika ia mendengar perkataan Elle barusan.
Elle mengedikkan bahunya, lalu ia pun mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Nathan. "Siapa tahu kamu seorang kanibal, pemakan daging manusia," ucap Elle dengan santai, lalu menormalkan kembali tubuhnya dan duduk dengan santai.
Nathan terdiam, ia merasakan kembali jantungnya yang berdegup dengan kencang ketika wajahnya tadi hampir saja tercium oleh bibir manis milik Elle. Tiba-tiba saja ingatannya kembali pada saat Elle menciumnya ketika mereka berada di Jerman, ciuman itu, ah kenapa Nathan ingin mengulanginya lagi? Astaga... Sadarlah Nathan, dia kekasih adik kembarmu, kamu tidak boleh berpikiran mesum lagi, kamu harus menepati janjimu kepada adik kembarmu, jangan sampai kamu terjerumus oleh perasaanmu sendiri, atau kamu akan menyakiti perasaan adik kembarmu yang saat ini masih terbaring koma di rumah sakit.
__ADS_1
Nathan terus bergelut dengan pikirannya, antara ia harus menepati janjinya, atau terus mengikuti dirinya yang semakin terjerumus oleh perasaannya sendiri. Sementara, Elle. Ia terlihat sudah menyelesaikan sarapannya, ia mulai meraih segelas air, lalu meneguknya perlahan. Hal itu sama sekali tidak luput dari pandangan Nathan saat ini.
Bersambung.