Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Jangan muncul di hadapanmu lagi


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Vanesa pun lantas melepaskan pelukannya. Ia menatap Nathan dengan tatapan mata yang begitu dalam, laki-laki yang selalu ia rindukan, laki-laki yang selalu ia cari keberadaannya kini berdiri dengan nyata di hadapannya. Bahagia? Tentu saja Vanesa merasa sangat bahagaia, bahkan rasa bahagianya itu sulit untuk di ucapkan.


"Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu di sini. Aku pikir, aku tidak akan lagi bertemu denganmu, Nathan." Lagi, wanita cantik itu berucap dengan nada yang lembut, bahkan senyuman di wajahnya pun sama sekali tidak menghilang.


"Kamu tahu, selama ini aku selalu merindukanmu, Nathan. Aku...." Kali ini ucapan Vanesa tercekat di tenggorokannya.


"Merindukanku?" Nathan mulai membuka mulutnya, ia menatap gadis itu dengan tatapan matanya yang mulai dingin. "Simpan omong kosongmu itu, Vanesa! Karena aku sama sekali tidak mempercayainya." Sambungnya lagi membuat Vanesa tersenyum getir.


"Tidak, Nathan. Ini bukan omong kosong. Aku benar-benar sangat merindukanmu. Bahkan aku tidak bisa tidur karena memikirkan dirimu, percayalah." Vanesa menggenggam erat tangan Nathan, namun Nathan langsung menepisnya dengan kasar.

__ADS_1


"Bulshit! Kamu pikir aku bodoh, Vanesa! Lima tahun yang lalu kamu mengkhianati cintaku, lima tahun kemudian kamu mengatakan jika kamu sangat merindukanku. Apakah kamu pikir aku ini anak kecil yang bisa kamu bodohi hah! Tidak, Vanesa." Seru Nathan dengan intonasi yang tinggi, bahkan Elle yang berada di dalam mobil itu pun dapat mendengarnya.


"Sebaiknya kamu tidak muncul lagi di hadapanku. Karena sekarang, aku sudah memiliki seorang istri yang sangat aku cintai." Nathan kembali berucap, dan kali ucapan Nathan sukses membuat Vanesa terkejut.


"Tidak! Tidak mungkin. Bilang bahwa semua yang kamu ucapkan bohong, Nathan!" Ujar Vanesa dengan tatapan matanya yang sendu.


"Apa yang aku ucapkan adalah fakta, Vanesa. Aku memang sudah menikah. Jadi, sebaiknya kamu jangan muncul lagi di hadapanku, mengerti." Nathan berkata dengan tegas. Setelah mengatakan itu, Nathan pun langsung melangkahkan kedua kakinya dan berjalan menuju pintu mobil bagian kemudi.


"Lepaskan! Aku harus mengejarnya." Teriak Vanesa kepada seseorang yang menghalanginya itu.

__ADS_1


"Biarkan dia pergi, Vanesa. Dia sudah bahagia bersama istrinya. Jadi, kamu jangan mengganggunya lagi, ok." Ucap seseorang itu dengan lembut.


"Tidak. Dia pasti berbohong, aku yakin itu." Sahut Vanesa sambil menatap kepergian mobil yang di kemudikan oleh kekasihnya dulu.


"Sudahlah, Vanesa. Lebih baik sekarang kita pergi menemui dokter, ya. Lupakan dulu tentang dia, ok." Ucap seseorang itu, berusaha untuk membujuk Vanesa. Dan kali ini sepertinya ia berhasil membujuk gadis cantik itu.


"Baiklah, tapi setelah pulang dari dokter, aku akan mencari dia kembali. Aku harap kamu tidak lagi menghalangiku." Ujar Vanessa seraya menatap seseorang itu dengan sendu.


Orang itu mengangguk sambil tersenyum manis kepada Vanessa. "Ya, aku tidak akan menghalangimu. Tapi yang terpenting sekarang adalah kesehatanmu, ok." Sahut orang itu seraya mengusap wajah cantik Vanessa lembut.

__ADS_1


Vanesa tidak menyahut, ia justru langsung berbalik dan melangkahkan kedua kakinya. "Nathan aku harap kita bisa bertemu lagi. Banyak hal yang ingin aku sampaikan sama kamu, Nat." Batin Vanesa sembari mempercepat langkah kakinya.


Bersambung.


__ADS_2