
"Apa yang kamu lakukan! Cepat, lepaskan aku, Nathan!" Seru Elle sembari mendorong tubuh Nathan dengan kedua tangannya.
"Bagaimana kalau aku tidak mau? Aku sangat menyukai posisi seperti ini." Bisik Nathan dengan sengaja menghembuskan nafasnya di telinga Elle.
Seketika bulu kuduk Elle meremang, bahkan tubuhnya pun terasa panas ketika ia mendengar bisikan itu. "Jangan becanda, Nathan! Ini sama sekali tidak lucu." Ucap Elle berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya sedikit gelisah.
"Aku serius, Elle." Nathan kembali berbisik, dengan posisi yang masih memeluk tubuh Elle.
"Apakah kamu sudah lupa, kalau aku adalah kekasih adik kembarmu. Jadi, lepaskan, jangan sampai kamu menyakiti adik kembarmu sendiri." Ucap Elle seketika membuat Nathan langsung melepaskan pelukannya. Nathan mengusap wajahnya kasar, ia menatap Elle dengan tatapan yang sulit di artikan. Setelah itu Nathan pun lantas beranjak dari sisi ranjang itu, kemudian ia pun melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.
Elle menghela nafasnya sembari menatap kepergian kakak kembar kekasihnya tersebut. "Dasar aneh! Apakah dia masih berpikir jika dirinya sedang berperan sebagai Rendra? Menyebalkan." Gumam Elle sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar mandi, Nathan terlihat membasahi wajahnya beberapa kali, ia juga terlihat menatap dirinya lewat pantulan cermin, lalu mengusap wajahnya kasar. "Sial! Apa yang barusan aku lakukan? Apakah aku sudah gila!" Ucapnya dengan tangan yang terkepal kuat. "Sadarlah, Nathan. Kamu tidak boleh seperti ini, ingat saat ini Rendra sedang koma di rumah sakit, dan tujuanmu menikahi gadis itu hanya demi Rendra. Ya, demi Rendra." Ucapnya lagi mencoba untuk mengingat dirinya, jika dirinya menikah dengan Elle hanya untuk Rendra.
Nathan menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan, ia berusaha untuk memenangkan pikirannya yang mulai kacau itu. "Sebaiknya aku mendinginkan pikiranku, dan aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus menghilangkan perasaan aneh ini secepatnya." Nathan melangkahkan kakinya, kemudian ia menyalakan shower, lalu mengguyur tubuhnya. Bayangan wajah cantik Elle mulai menghantui dirinya, ciuman itu, seolah-olah tidak mau pergi dari otak kecilnya, membuat Nathan terlihat frustasi.
Nathan kembali berusaha untuk menghilangkan bayangan wajah cantik itu dari otak kecilnya, namun bukannya menghilang, bayangan wajah cantik itu justru semakin terlihat nyata. "Aaarghhh sial! Sihir apa yang gadis itu berikan kepadaku, kenapa wajahnya kini selalu menghantuiku? Aaarghhh benar-benar menyebalkan." Batin Nathan. Nathan memejamkan kedua matanya, ia berharap bayangan itu akan hilang dari dalam ingatannya, namun sayangnya itu juga tidak berhasil, nyatanya bayangan itu semakin terlihat jelas, seolah-olah ia betah berada di dalam otak kecil Nathan. Nathan mendengus kesal, sungguh ia tidak tahu lagi harus berbuat apa agar bayangan itu menghilang dalam ingatannya.
***
"Bisakah aku tinggal di sini lagi?" Elle mulai bertanya dengan nada yang berharap, ia menatap Nathan yang saat ini sedang menarik kopernya. "Aku ingin menemani Rendra sampai dia sadar." Sambung Elle membuat Nathan langsung menghembuskan nafasnya kasar.
"Tidak bisa, Elle. Kamu harus pulang bersamaku hari ini. Jika kamu berada di sini sendirian, bagaimana pendapat orang lain?" Nathan meletakkan koper itu, lalu menggenggam tangan Elle hangat. "Pulanglah bersamaku, Elle. Kita bisa menjenguk Rendra lain waktu." Bujuk Nathan lembut.
__ADS_1
Elle terdiam, sungguh ia tidak ingin meninggalkan tempat itu, ia masih ingin berada di sana untuk menemani kekasihnya. "Tapi, aku masih mau di sini, Nathan. Aku ingin menemani Rendra sampai dia sadar. Mengertilah." Ucap Elle memohon.
"Tidak bisa, Elle. Semua orang tahu kalau saat ini aku adalah Rendra, jika aku kembali sendiri dan meninggalkanmu di sini, mereka pasti akan bertanya-tanya dan mencurigaiku, termasuk kedua orang tuamu. Sebaiknya kamu dengarkan ucapanku, ikut aku pulang sekarang, lain kali aku pasti akan membawamu kesini lagi, ok." Nathan terus membujuk Elle dengan lembut, ia berharap gadis keras kepala itu mau mendengar ucapannya dan ikut pulang bersamanya.
"Aku takut terjadi sesuatu sama Rendra, Nathan. Perasaanku tidak enak." Lirih Elle terlihat sendu. Bahkan kedua matanya pun terlihat mulai berkaca-kaca.
"Percayalah, tidak akan terjadi apa-apa sama Rendra. Lagian, mama ada di sini, dia akan selalu menemani Rendra sampai Rendra sadar. Jadi, sekarang kita pulang ya." Ucap Nathan dengan satu tangan yang terulur dan mengusap lembut wajah cantik Elle.
Elle menghela nafasnya panjang, ia menatap Nathan dengan sendu. "Baiklah, aku akan ikut pulang denganmu." Jawabnya dengan terpaksa.
Nathan tersenyum, ia pun lantas mengusap pucuk kepala Elle dengan lembut. "Gadis pintar. Yasudah kalau begitu ayo kita pergi, kopermu biar aku yang bawa." Ucap Nathan masih dengan nada suaranya yang lembut itu. Elle hanya mengangguk pelan, ia pun lantas berjalan melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan kamar hotel itu.
__ADS_1
Bersambung.