
Elle merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku Nathan beberapa hari ini, apalagi ketika ia melihat Nathan yang selalu saja memandangi nya tanpa henti membuat Elle semakin yakin jika suami penggantinya itu memang benar-benar aneh.
Elle meletakan gelas air yang sudah tak berisi itu di atas meja makan, lalu ia memandang Nathan yang masih saja memandanginya sedari tadi, Elle menghela nafasnya sebelum ia berkata. "Ada apa denganmu, Nathan! Kenapa beberapa hari ini kamu sangat aneh sekali. Apakah ada yang salah dengan otakmu?" tanya Elle dengan raut wajah yang terlihat sangat penasaran.
Nathan seketika mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia mengambil segelas kopi hitam, lalu meneguknya perlahan. "Hey! Aku sedang bertanya, kenapa kamu mengacuhkanku?" suara Elle kembali terdengar di telinga Nathan, laki-laki itu lantas meletakkan kembali secangkir kopi hitam yang masih terasa panas di atas meja makan, kemudian ia pun kembali menatap Elle, gadis yang sudah membuatnya gelisah siang dan malam. Astaga... Lebay banget lo thor.
"Kamu mau pergi kemana? Kenapa kamu sudah cantik seperti itu?" bukannya menjawab pertanyaan Elle, Nathan justru bertanya kemana Elle akan pergi, sungguh menyebalkan.
Elle mendesah, ia menyanggah dagunya dengan kedua tangannya, masih menatap Nathan yang terlihat tenang, padahal dalam hati ia merasa sangat gugup sekali, namun ia mencoba untuk tetap tenang dan berusaha untuk berdamai dengan perasaannya yang semakin tidak karuan itu.
"Pertanyaanku tidak kamu jawab, kamu malah bertanya balik. Menyebalkan." Elle mengercutkan bibirnya dengan kesal, membuat Nathan merasa sangat gemas dan ingin menggigitnya saat itu juga.
__ADS_1
"Aku lupa dengan pertanyaanmu tadi." Nathan mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya, lalu mengunyahnya dengan perlahan. "Kamu mau pergi kemana?" tanyanya lagi ketika makanan itu sudah masuk ke dalam perutnya.
"Aku mau pergi ke acara temanku." Akhirnya Elle menjawab pertanyaan Nathan, meskipun ia sendiri masih kesal karena Nathan tidak menjawab pertanyaannya tadi.
"Pagi-pagi begini?" Tanya Nathan terdengar tidak suka.
"Ini tidak pagi, Nat. Ini sudah jam delapan, dan acaranya di mulai pukul sepuluh nanti." Jawab Elle seraya mengambil ponsel dari dalam tas kecil miliknya.
"Tidak perlu, kamu istirahat saja di rumah, ok." Tolak Elle seraya memperlihatkan senyuman manis di bibirnya. Namun, penolakannya tentu saja membuat Nathan tidak suka.
"Kenapa? Apakah kamu sengaja ingin pergi sendiri, agar di kira kamu belum menikah?" Nathan bersidekap, ia menatap Elle dengan tatapan matanya yang mulai berubah menjadi tajam.
__ADS_1
"Astaga.... Bukan seperti itu maksudku, Nat. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu, lagian kamu juga butuh istirahat, kamu pasti sangat lelah karena harus pergi ke kantor Rendra, lalu mengerjakan pekerjaanmu di rumah, kamu.... "
"Aku tidak merasa di repotkan dan aku sama sekali tidak butuh istirahat. Jadi, biar aku yang mengantarmu pergi, atau kamu tidak akan pergi sama sekali, mengerti." Ucap Nathan menyela perkataan Elle yang belum selesai.
"Baiklah, terserah kamu saja." Elle mengalah, ia tidak lagi melarang Nathan untuk mengantarnya pergi.
Nathan tersenyum, ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya. "Aku akan berganti pakaian, kamu tunggu aku sebentar, ok." Suara Nathan mulai melembut, bahkan senyuman di wajahnya yang tampan pun mulai terlihat. Elle hanya menganggukkan kepalanya saja, sementara Nathan, ia mulai bergegas pergi melangkagkan kedua kakinya dan berjalan menuju kamarnya.
"Dia aneh sekali, apakah beberapa hari ini dia sudah salah minum obat? Kenapa dia bersikap seperti suami yang sesungguhnya? Nyebelin banget." Gumam Elle setelah Nathan menghilang dari pandangannya.
Raut wajah Elle mulai berubah sendu, ketika ia menatap sebuah photo di layar ponselnya. Photo laki-laki tampan yang sedang tersenyum ke arahnya. "Rendra.... Kapan kamu akan kembali sadar, Ren. Apakah kamu tidak ingin bersamaku lagi." Lirih Elle seraya menatap photo Rendra yang terlihat bahagia. "Sudah satu bulan lebih, Ren. Kenapa kamu belum sadar juga, aku selalu merindukanmu, Rendra." Air mata Elle mulai terjatuh dengan perlahan, rasa rindu terhadap kekasihnya kini mulai menyelimuti dirinya kembali. Selama ini Elle selalu berusaha untuk tegar dan selalu tersenyum, namun hatinya tetap tidak bisa di bohongi, hatinya masih terasa sakit ketika ia mengingat sang kekasih masih saja memejamkan matanya, tanpa ada yang tahu kapan ia akan terbangun.
__ADS_1
Bersambung.