Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Pulang!


__ADS_3

Ruang Dokter.


Nathan sudah berada di dalam ruangan dokter Alexa, ia duduk di kursi yang berada di depan meja kerja dokter muda itu. Dokter Alexa terlihat melepas kacamatanya, ia pun lantas menatap Nathan, lalu menghela nafasnya kasar. "Kondisi adik kembarmu sama sekali tidak ada kemajuan. Dia masih bisa bertahan karena beberapa alat bantu di tubuhnya." Ucap dokter Alexa membuat Nathan frustasi.


"Aku tidak bisa melakukan apa pun lagi, Nath. Aku serahkan semuanya sama kamu dan mamamu." Sambung dokter Alexa membuat Nathan langsung menatapnya dengan tajam.


"Apa maksudmu?" Tanya Nathan terdengar dingin.


"Kamu pasti mengerti dengan apa yang aku maksud, Nath." Sahut dokter Alexa pelan.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud, Alexa!" Seru Nathan dengan nada suaranya yang semakin dingin. Alexa dan Nathan memang sudah berteman lama, jadi wajar saja jika Nathan tidak segan terhadap dokter Alexa itu.


"Aku sudah menjelaskan bahwa kondisi Nathan sama sekali tidak ada perubahan, dia masih bisa bertahan hingga sekarang karena alat bantuan di tubuhnya. Jika kamu mengambil keputusan untuk melepaskan alat bantuan itu, maka Rendra akan pergi dengan tenang." Jelas dokter Alexa seketika membuat darah dalam diri Nathan naik.


"Tidak! Aku tidak akan mengambil keputusan itu, karena aku sangat yakin jika Rendra dapat bertahan hidup." Ucap Nathan sembari menggebrak meja kerja dokter muda itu.


"Nathan! Kondisi adik kembarmu... "

__ADS_1


"DIAM!! Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Sebaiknya kamu lakukan apa pun yang kamu bisa untuk membuat adikku sembuh dan bangun dari tidur panjangnya." Tegas Nathan dengan sorot matanya yang sangat tajam. Dokter Alexa nampak terdiam, ia tidak tahu lagi harus berbicara apa sekarang, laki-laki dingin ini terlalu menakutkan jika menyangkut nyawa adik kembarnya itu.


"Aku pergi dulu." Nathan beranjak dari atas kursi itu, kemudian ia pun segera melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan dokter Alexa.


"Semua sudah aku lakukan, Nathan. Tapi, kondisi adik kembarmu tetap tidak ada perubahan. Aku hanya seorang dokter, aku bukan Tuhan, Nathan." Lirih dokter Alexa sembari menatap kepergian Nathan.


***


Nathan terus berjalan menuju ruangan dimana adiknya berada, amarahnya masih menyelimuti dirinya ketika ia mengingat apa yang di ucapkan oleh dokter Alexa tadi. Nathan tidak percaya jika adiknya hanya bisa bertahan karena alat bantuan itu, Dan Nathan sangat yakin jika suatu saat nanti adiknya pasti akan bangun dan hidup seperti sebelumnya.


"Gue yakin lo pasti bisa sembuh, Ren. Apa yang di ucapkan oleh Alexa tadi, pasti semuanya bohong." Batin Nathan sembari mengepalkan tangannya kuat. "Lo harus sembuh Rendra, ko harus hidup seperti yang lo inginkan." Nathan kembali membatin sembari menghentikan langkah kakinya ketika ia sudah tiba di depan pintu ruangan di mana adiknya berada.


"Apa yang kamu pikirkan, Nathan. Sadarlah, jangan memikirkan hal lain, pikirkan saja kesembuhan adik kembarmu." Batin Nathan sembari menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghilangkan perasaan aneh yang mulai menyelimuti dirinya. Setelah itu, Nathan pun mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki ruangan tersebut. Ia terus berjalan menghampiri Elle.


"Kamu habis membicarakan apa dengan dokter itu?" Tanya Elle tanpa melihat ke arah Nathan. "Apakah itu tentang kondisi Rendra?" Tanya Elle lagi.


"Iya, kata dokter kondisi Rendra sudah ada kemajuan, jadi kamu jangan terlalu mengkhawatirkannya." Sahut Nathan berbohong agar gadis itu tidak melulu mengkhawatirkan kondisi kekasihnya itu.

__ADS_1


Elle langsung mengalihkan pandangannya kepada Nathan, lantas ia pun menyunggingkan senyumannya. "Benarkah? Aku sangat senang mendengarnya, Nat." Ucapnya membuat hati Nathan merasa bersalah karena dia sudah membohongi Elle kembali.


Elle kembali mengalihkan pandangannya kepada Rendra, ia pun langsung memberikan ciuman di kening Rendra membuat hati Nathan terasa panas. "Sayang, kamu dengar itu. Kondisimu sudah ada kemajuan, kemungkinan untuk sembuh itu sudah pasti. Cepatlah sadar, aku sudah tidak sabar ingin melihat senyumanmu." Ucap Elle dengan perasaan yang sedikit lega ketika ia mendengar kondisi kekasihnya itu sudah ada kemajuan.


"Sebaiknya sekarang kita pulang dulu, nanti kita kembali lagi untuk melihat Rendra." Ucap Nathan setelah lama terdiam.


"Tapi, aku masih ingin di sini menemani Rendra." Sahut Elle tanpa menatap lawan bicaranya itu.


"Jangan keras kepala, Elle. Kita pulang dulu sekarang, ok." Ucap Nathan sambil menatap Elle dari samping.


"Tapi, Nathan... "


"Aku tidak suka di bantah, pulang sekarang!" Ucap Nathan menyela ucapan Elle.


"Bagaimana kalau Rendra bangun nanti? Aku ingin berada di sampingnya terus, Nathan. Kalau kamu mau pulang, pulanglah sendiri. Tinggalkan saja aku di sini." Kekeh Elle tidak mau pergi meninggalkan sang kekasih.


"Kamu perlu makan, Elle. Kamu perlu istirahat. Jadi, sebaiknya kita pulang dulu ya, besok kita balik lagi ke sini ok." Nathan mencoba untuk mmebujuk Elle agar mau pulang dan istirahat, namun sepertinya gadis itu kekeh tidak mau pulang.

__ADS_1


"Tidak mau. Aku tetap mau di sini." Benar saja, gadis itu tetap tidak mau pulang, dia ingin terus berada di samping Rendra yang ntah kapan akan bangun dari tidur panjangnya itu. Nathan mendesah pelan, ia pun lantas menarik tangan Elle membuat gadis itu terkejut.


Bersambung.


__ADS_2