Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Gue jatuh cinta


__ADS_3

Saat ini Nathan sudah berada di dalam mobil bersama David, semenjak ia keluar dari kediaman mertuanya, ia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. David yang melihat hal itu pun terlihat bingung, hatinya terus bertanya-tanya, ada apa dengan bosnya itu? Mengapa tidak seperti biasanya yang menyebalkan? Mungkinkah terjadi sesuatu ketika ia berada di dalam kediaman mertuanya? Atau mungkinkah mertuanya sudah mengetahui identitasnya yang asli? Ah tidak mungkin secepat itu bukan? Lalu, mengapa Nathan diam saja?


"Apakah sudah terjadi sesuatu?" Akhirnya David memutuskan untuk bertanya, guna menghilangkan rasa penasaran yang bersemayam dalam hatinya. Sesekali ia melirik ke arah Nathan, sementara Nathan, ia hanya fokus menatap jalanan yang ada di depannya tanpa mau menjawab pertanyaan asistennya tersebut.


"Apa mereka sudah mengetahui identitasmu yang asli?" Tanya David lagi ketika pertanyaannya tidak di gubris oleh Nathan.


Nathan menghela nafasnya, ia menatap David dengan tatapan matanya yang tajam. "Fokus saja dengan setir kemudimu, jangan banyak bertanya!" Serunya membuat David mendengus kesal.

__ADS_1


"Gue cuma pengen tahu doang, Nathan! Lagian salah lo sendiri, kenapa semenjak lo keluar dari kediaman mertua lo itu, muka lo kaku, udah kayak kanebo kering aja." Ucap David dengan nadanya yang kesal.


Nathan kembali terdiam, ia sama sekali tidak menanggapi ucapan David barusan, dan hal itu tentu saja membuat jiwa kepo David meronta. Pasalnya, Nathan tidak pernah seperti ini, kecuali dulu, dulu banget, ketika Nathan di tinggalkan oleh Vanessa, kekasihnya itu.


"Nathan... "


"Gue sepertinya jatuh cinta kepadanya, Dav," lirih Nathan membuat David terdiam beberapa saat. Mencerna ucapan Nathan barusan. "Gue gak tahu apa yang harus gue lakukan sekarang." Nathan mengusap wajahnya gusar, hatinya sangat gelisah, ketika ia memikirkan Elle, wanita yang di cintai oleh adik kembarnya.

__ADS_1


Nathan langsung menatap David dengan kesal, rasanya ia ingin menceburkan asistennya itu ke dalam got saat itu juga. "Bukankah gue sudah bilang, kalau gue gak tahu apa yang harus gue lakukan sekarang! Kenapa lo masih bertanya!" Ucap Nathan dengan intonasi yang tinggi membuat David sedikit terkejut.


"Santai dong, lo pikir gue budeg!" seru David dengan kesal. "Gue kasih saran, sebaiknya lo kubur perasaan lo itu sebelum dia mengetahuinya. Lo tahu kan laki-laki yang dia cintai itu adik kembar lo, Rendra. Jadi, sebelum cinta lo semakin dalam, sebaiknya buang saja. Buang yang jauh." Sambung David memberi saran pada bosnya itu.


Nathan terlihat diam, apa yang di ucapkan oleh David, ada benarnya juga. Tetapi, apa dia sanggup membuang rasa cintanya terhadap Elle? Sedangkan ia hampir setiap hari bertemu dengan gadis itu. "Tapi, kalau lo mau mengungkapkan perasaan lo sama gadis itu, ya ungkapkan saja, toh adik kembar lo masih belum sadar, di terima atau tidaknya itu urusan belakangan." Suara David kembali terdengar di telinga Nathan. Memang si jomblo satu ini tidak bisa di ajak ngobrol tentang perasaan, tadi dia memberi saran agar Nathan mengubur perasaannya, eh sekarang dia malah mengatakan hal lain, sangat menyebalkan sekali.


"Lebih baik lo diam saja, daripada lo bikin gue tambah pusing." Ucap Nathan seraya memberikan tatapan matanya yang tajam kepada David. David terlihat sangat bingung, namun ia menurut saja, dan mulai menutup mulutnya dengan rapat. Akhirnya keadaan dalam mobil itu pun mulai hening, tidak ada lagi yang berbicara. David, hanya fokus dengan setir kemudinya, sementara Nathan, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Gue bertemu Vanessa di Jerman." Setelah hening beberapa menit, Nathan pun kembali mengeluarkan suaranya.


...Bersambung. ...


__ADS_2