
"Jangan becanda! Ini sangat tidak lucu, Nathan!" Seru Elle setelah beberapa detik ia terdiam dengan raut wajah yang terkejut. Elle sangat yakin jika apa yang di ucapkan oleh suami penggantinya itu hanyalah candaan semata. Nathan tidak mungkin mencintainya, karena Nathan adalah kakak kembar kekasihnya. Nathan pasti memegang janjinya bukan?
Nathan tertawa, ia sedikit menggeser tubuhnya, memberikan ruang untuk Elle. "Aku serius! Aku jatuh cinta kepadamu." Ucapnya dengan nada suara yang lumayan keras sehingga David pun dapat mendengarnya dengan jelas.
David seketika mengerem mobilnya, ia sangat terkejut mendengar pengakuan Nathan kepada kekasih adik kembarnya sendiri. Bagaimana mungkin Nathan bisa se nekad ini? Apakah Nathan sudah gila! David terus berkata dalam hatinya, ia sama sekali tidak merasakan jika Nathan sedang menatapnya dari belakang.
"Apa kau sudah bosan hidup? Kalau kau sudah bosan hidup, lebih baik kau meloncat saja ke laut, biarkan tubuhmu menjadi santapan ikan hiu!" Seru Nathan terdengar begitu kesal.
"Bos telinga saya masih normalkan? Anda.... Anda tidak salah mengucap kan, bos?" bukannya menjawab David justru bertanya kepada Nathan.
Nathan mendengus, ia pun lantas menendang kursi yang di duduki oleh David dengan cukup keras. "Fokus saja dengan setir kemudimu, jangan perdulikan ucapanku tadi, mengerti." Nathan berkata dengan dingin, seharusnya ia tidak menyuruh si jomblo ini untuk menyetir, jika pada akhirnya si jomblo ini akan mengganggu dirinya yang sedang mengutarakan perasaannya kepada Elle.
__ADS_1
"Saya hanya penasaran saja, bos. Apakah saya salah mendengar atau memang.... "
"Jalankan mobilnya, atau kau, akan aku lempar ke laut saat ini juga." Sela Nathan membuat David mendengus kesal. Tanpa menjawab ucapan sang bos, David pun kembali melajukan kendaraannya, sementara Nathan, ia kembali menatap sang istri yang sedari tadi hanya berdiam diri.
"Dia sangat menyebalkan. Seharusnya aku tidak menyuruhnya menyetir tadi, sangat mengganggu." Ucap Nathan kepada Elle. Nada suaranya yang dingin kini sudah kembali lembut seperti semula.
"Nathan, mendingan lo ngaca dah, siapa sebenarnya yang menyebalkan itu. Gue atau lo." Sahut David sekilas melirik Nathan melalui kaca spion mobil.
"Bisanya ngancam doang, kalau berani ayo kita duel di lapangan. Gak berani kan lo." David tersenyum mengejek, sepertinya ia sangat kesal sama bosnya itu.
"Dasar jomblo! Lo nantangin gue? Ok, gue ladenin, kita.... "
__ADS_1
"STOP! KALAU KALIAN MAU BERANTEM, LEBIH BAIK TURUNKAN AKU DI SINI, BIAR AKU CARI TAKSI SENDIRI. DAN KALIAN.... SILAHKAN LANJUTKAN PERTARUNGAN KALIAN SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KALIAN BERDUA. MENGERTI." Ucap Elle dengan lantang.
Seketika dua curut itu terdiam membisu seribu bahasa. Tidak ada lagi yang berani mengeluarkan suaranya satu pun, Nathan mau pun David, benar-benar mengunci mulutnya rapat-rapat. Keduanya terlihat seperti anak kecil yang mendapat omelan dari orangtuanya.
"Ayo, lanjutkan! Kenapa kalian malah diam!" Elle berkata dengan kesal, ia menatap Nathan dan juga David secara bergantian.
David pura-pura budeg, jangankan menjawab ucapan Elle, menatap Elle pun tidak. Sepertinya si jomblo satu ini sedikit takut ketika melihat Elle yang kelewat kesal itu, apakah itu karena Elle putri dari seorang bos mafia? Lalu, memangnya kenapa kalau Elle putri dari seorang bos mafia? Bukankah yang seorang bos mafia itu hanya papanya saja? Astaga, kenapa juga ia harus merasa takut? Dasar ayam betina.
"Sayang.... Jangan marah-marah, nanti cantiknya bisa ilang," Nathan berkata dengan lembut sambil menggenggam tangan Elle. "Jangan pedulikan si jomblo satu itu ya, nanti kamu bisa tambah kesel, ok." Sambungnya lagi membuat David yang mendengarnya pun kembali kesal. Sepertinya Nathan tidak sadar, bahwa dirinya sendiri adalah seorang jomblo. Sungguh menyebalkan. Pikir David.
"Kamu sama dia itu sama! Sama-sama jomblo." Ucap Elle membuat David tertawa puas, sementara Nathan, ia terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Bersambung.