
"Lepaskan, Nathan! Kamu tidak berhak memaksaku pergi dari sini." Seru Elle terlihat sangat marah ketika Nathan memaksa dan menarik dirinya untuk pergi dari ruangan Rendra.
Nathan nampak mengusap wajahnya gusar, ia mengarahkan pandangannya kepada Rendra, kemudian menatap gadis itu kembali. "Apakah kamu ingin membuat Rendra bersedih? Baiklah, tinggallah sesuka hatimu di sini, kamu tidak perlu makan, kamu tidak perlu istirahat, jaga dia sampai dia membuka kedua bola matanya." Ucap Nathan dengan nada yang pelan.
Elle terdiam, ia mengalihkan pandangannya kepada Rendra, sementara Nathan, ia mulai menyerah dan melangkahkan kedua kakinya berniat untuk pergi meninggalkan Elle sesuai dengan keinginan gadis keras kepala itu.
"Aku akan pulang, tapi besok kamu harus membawaku kesini lagi." Ucapan Elle menghentikan langkah kaki Nathan.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku pasti akan membawamu menemuinya lagi, besok." Sahut Nathan sedikit menyunggingkan senyuman di wajahnya. Sementara, Elle. Ia masih menatap Rendra dengan sendu. Setelah beberapa saat Elle pun mulai mendekatkan wajahnya, lalu memberikan kecupan mesra di kening Rendra, dan hal itu tidak luput dari pandangan Nathan saat ini.
"Aku pulang dulu, Ren. Besok aku akan datang lagi menemuimu. Dan aku berharap, besok kamu sudah membuka kedua mata indahmu itu, Ren." Ucap Elle sembari memberikan usapan lembut pada puncak kepala Rendra. "Aku merindukanmu, Rendra. Cepatlah sadar." Bisiknya.
Elle kembali menjauhkan dirinya dari Rendra, lalu setelah itu ia pun berbalik dan melangkahkan kedua kakinya. "Ayo kita pergi." Ajaknya kepada Nathan. Nathan mengangguk, lalu setelah itu keduanya pun melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan ruangan Rendra.
***
__ADS_1
"Vanesa." Ucap Nathan ketika ia melihat seorang perempuan cantik keluar dari sebuah mobil berwarna hitam. Nathan terlihat sangat terkejut, dan tanpa ia sadari tangannya sudah mengepal dengan kuat. "Dia benar-benar Vanesa." Ucapnya lagi ketika wanita cantik yang ia yakini sebagai Vanesa menatap ke arah dirinya.
"Siapa Vanesa? Apakah dia kekasihmu?" Tanya Elle sembari menatap Nathan yang kini sedang menatap wanita cantik itu.
Nathan seketika mengalihkan pandangannya kepada Elle, ia menghela nafasnya, lalu berkata dengan nada yang sedikit dingin. "Bukan siapa-siapa."
Elle hanya ber oh ria saja, lantas ia pun segera masuk ke dalam mobil Nathan. Sementara Nathan, ia kembali mengalihkan pandangannya pada Vanesa, wanita cantik itu terlihat sedang berjalan menuju ke arahnya. Nathan bergeming di tempatnya, kakinya sangat berat untuk ia langkahkan, bahkan tubuhnya terasa sangat kaku. Wanita yang beberapa tahun lalu sudah mengkhianatinya, kini sudah berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Nathan! Benarkah, ini kamu?" Vanesa tersenyum bahagia, tidak bisa di pungkiri selama beberapa tahun ini gadis itu begitu merindukan sosok laki-laki dingin satu ini. "Aku sangat merindukanmu, Nat. Kemana aja kamu selama ini?" Vanesa langsung memeluk tubuh Nathan, ia meluapkan rasa rindu yang ia pendam selama beberapa tahun ini. Sementara, Nathan. Ia tetap bergeming, ia sama sekali tidak menolak ataupun menerima pelukan dari perempuan yang pernah di cintainya dulu.
Bersambung.