Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Jangan kepedean!


__ADS_3

Kediaman William's.


Mobil yang di kemudikan oleh David pun sudah tiba di kediaman William's. Elle memang sengaja meminta Nathan agar mengantarnya ke kediaman orangtuanya. Nathan pun langsung menyetujuinya, tanpa harus beradu mulut terlebih dahulu.


"Aku akan menginap beberapa hari di sini, apakah kamu juga akan menginap di sini?" Tanya Elle kepada Nathan.


Nathan menggelengkan kepalanya sembari menatap Elle. "Tidak! Aku hanya mengantarkanmu saja." Jawabnya lembut.


"Oh baiklah, kalau begitu aku turun dulu." Ucap Elle seraya meraih pintu mobilnya.


"Kamu tidak mengajakku masuk ke dalam?" Tanya Nathan terlihat kesal.


"Bukannya kamu yang bilang bahwa kamu hanya ingin mengantarku saja?" Elle berbalik nanya sambil menatap laki-laki yang sedang duduk di depannya itu.


"Setidaknya kamu ajak aku masuk ke dalam rumah orang tuamu." Ucap Nathan masih dengan nada suaranya yang kesal. Nathan pun langsung melepaskan seatbelt nya, kemudian ia membuka pintu mobil, lalu turun. Nathan kembali menutup pintu mobil itu dengan sedikit kencang membuat Elle dan juga David terkejut.


"Dasar aneh! Dia sendiri yang bilang hanya ingin mengantarkan saja, kenapa dia malah kesal seperti itu. Menyebalkan." Ucap Elle sembari menatap Nathan dari dalam mobil itu.

__ADS_1


"Dia memang sangat menyebalkan, nona. Jadi, anda harus lebih sabar lagi menghadapi dia." Sahut David seraya mematikan mesin mobilnya.


"Kau juga sama menyebalkan!" Seru Elle sebelum ia keluar dari dalam mobilnya.


David yang mendengar ucapannya pun seketika mengernyitkan keningnya bingung, rasanya ia tidak melakukan kesalahan sedikit pun kepada Elle, lalu mengapa Elle menyebut dirinya sama menyebalkan seperti Nathan?


"Istri sama suami sama-sama menyebalkan." Gerutu David, sembari meraih pintu mobil lalu membukanya, setelah itu ia pun turun dari dalam mobil mobil mewah tersebut.


"Aku tunggu di luar saja." Ucap David kepada Nathan.


"Aku tidak mengajakmu masuk." Sahut Nathan membuat David kesal. Namun, David memilih untuk diam saja, ia tidak ingin mengeluarkan suaranya lagi, atau bosnya itu akan semakin membuatnya kesal.


"Kamu begitu menyukai tanganku, sayang. Genggamanmu terlalu kuat." Bisik Nathan sebelum keduanya memasuki pintu utama rumah itu.


"Jangan kepedean! Aku melakukan ini karena menganggapmu sebagai Rendra, bukan Nathan. Jadi, bersikaplah seperti Rendra, karena aku tidak ingin kedua orang tuaku mencurigaimu." Jawab Elle membuat Nathan mendengus kesal.


"Sial! Kenapa aku bisa melupakan posisiku saat ini? Sungguh konyol." Batin Nathan sembari menghela nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kamu menghela nafasmu?" Tanya Elle sejenak menghentikan langkah kakinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa lelah saia." Jawab Nathan berbohong.


"Nanti istirahat dulu saja di sini, baru setelah itu kamu pulang." Ucap Elle membuat Nathan sedikit menyunggingkan senyumannya. Setidaknya, Elle masih ada perhatian kepada dirinya meskipun Elle tahu bahwa dirinya adalah Nathan, bukan Rendra. "Lakukan aktingmu dengan baik sebagai Rendra." Sambung Elle lagi.


"Aku tahu." Jawab Nathan dengan cepat.


"Baguslah, kalau kamu tahu." Ucap Elle seraya melangkahkan kedua kakinya kembali. Begitu pun juga dengan Nathan.


"Selamat datang nona, tuan." Sambut salah satu pelayan kediaman William's.


Elle tersenyum kepada pelayan itu. "Bi, mama sama papa ada?" Tanya Elle selalu lembut sama seperti dulu.


"Ada, non. Kebetulan orangtua nona sedang berada di ruang keluarga." Jawab si bibi dengan ramah.


"Baiklah, kalau begitu aku kesana dulu ya, bi. Oh iya bi, tolong sekalian buatin kita minuman yang seger ya." Ucap Elle yang mendapat anggukkan kepala dari si bibi. Setelah itu Elle dan juga Nathan pun kembali melangkahkan kedua kakinya menuju ruang keluarga.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2