Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Bab 46


__ADS_3

Satu pesan berhasil menjadi penyelamat bagi Nasya. Sedang pria yang sudah berada di puncak itu mendengus kesal, melepaskan penyatuan yang baru di mulai, meraih ponselnya dan membuka pesan itu.


Ka, Papa sekarat di rumah sakit!


Bukan hanya satu pesan yang masuk, ternyata berjam-jam sebelumnya saat Arka masih berada di jalan bersama Nasya sudah ada pesan masuk.


Ka, pulang! Temui Papamu dulu! Dokter bilang umurnya tidak lama lagi!


Arka menghela napas panjang, menghembuskannya kasar.


"Besok kita pu ... lang ke Jakarta,"


Arka cemberut, mendapati wanita yang sedang mengandung bayinya itu sudah tertidur pulas.


"Dasar perempuan menyebalkan!" gerutu Arka, bergegas menuju kamar mandi, menuntaskan sendiri apa yang berdenyut di ujung benda tumpul miliknya.


Setelah menuntaskan hasratnya, Arka memilih mengistirahatkan dirinya.


...****************...


Suasana sendu, di iringi tangisan pilu. Arka tidak menyangka, ayahnya kini sudah benar-benar tiada.


Padahal semalam, Arka sempat menelepon saat dirinya tidak bisa tidur. Ia merasa lega, saat ternyata ayahnya baik-baik saja, tidak seperti yang di katakan Aisha dalam pesan chat itu.


"Pa, aku tidak percaya! Semalam Papa masih baik-baik saja!"


"Ka, jangan seperti ini!"


Nasya merengkuh Arka, membawanya sedikit menjauh dari tempat jenazah Ananda terbaring. Ia sendiri juga tidak percaya, setelah semalam sang mertua terdengar bertelepon dengan Arka.


Sore hari, saling beriringan mengantar Ananda ke tempat peristirahatan terakhirnya. Arka sudah tidak menangis, ia justru bertekad untuk mengusut kepergian sang ayah.


Setelah acara pemakaman selesai, kini Arka, Nasya, Aisha, serta kedua orang tua Nasya berkumpul di ruangan tamu.


"Ka, tinggalah di sini! Mama tidak enak jika harus tinggal sendirian."


Arka mendelik tajam pada ibu sambungnya itu.

__ADS_1


"Bukannya ini yang Mama inginkan? Harta dan juga properti yang Papa miliki?" tanya Arka dengan suara sinis, tentu saja membuat mata milik ibu sambungnya membelalak.


"Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu tentang Mama, Ka?!"


"Tidak usah pura-pura lagi! Papa sudah cerita semuanya! Kau penyebab ibu kandungku pergi! Dia tidak meninggal!" Arka menegaskan, sampai raut keterkejutan dan ketakutan nampak jelas di wajah Aisha.


Rahasia yang puluhan tahun di tutupi akhirnya terbongkar setelah kematian sang suami. Aisha justru tidak menyangka, Ananda sempat memberitahu Arka meski semalam keadaannya sudah parah.


"Tidak, Ka! Ibumu benar-benar meninggal, dia kecelakaan!" Aisha menepis tuduhan itu.


Namun Arka tetaplah Arka, yang tidak akan mudah percaya begitu saja pada seseorang jika namanya sejak awal sudah tercoreng dalam hatinya.


"Mama tidak perlu menyangkal! Aku sudah punya buktinya dan akan segera membawanya!" tegas Arka. Kemudian Arka pergi ke kamar Ananda, membuka laci yang terkunci dan kuncinya hanya ada pada dirinya dan Ananda.


Ia mengambil sebuah map berwarna cokelat, membawanya ke tempat berkumpul itu.


"Ini, ambilah! Tapi ...." Arka tersenyum sinis. "Sebenarnya mungkin Mama tidak perlu mengambilnya, karena akan kembali padaku jika nanti di penjara!" ucap Arka, seringaian terukir di bibirnya.


"Apa ini?"


"Itu hanya copy-an wasiat Papa!"


Terus membaca, terlihat raut wajah kesal yang tertahan di wajah Aisha.


"Papamu memberi Mama tiga persen dari seratus persen? Setelah Mama mengurusmu sejak kecil, bahkan setia padanya!" ucap Aisha, kemudian menutup mulutnya sendiri.


Arka merebut kembali surat itu, membawanya masuk kembali ke dalam kamar mendiang papanya. Ia tidak keluar dengan tangan kosong, melainkan koper besar dan melemparkannya hingga mendarat di kaki Aisha yang masih duduk di sofa dengan wajah tegang.


"Pergilah! Mungkin malam ini kau jadi gelandangan. Tapi, besok atau lusa kau tidak perlu lagi memikirkan tempat tinggal! Akan ada yang menampungmu sampai waktu tertentu!"


"Tapi, Ka, atas dasar apa kamu ingin Mama pergi? Apa tidak ingat siapa yang selama ini mengurusmu? Hah?!" protes Aisha, tak terima dengan pengusirannya.


"Jadi, Mama masih tidak tahu apa yang jadi kesalahanmu? Atau hanya berpura-pura tidak ingat?! Baik! Aku akan jelaskan!" Arka meraih tangan Aisha, membawanya menuju pintu utama.


Nasya dan kedua orang tuanya yang sejak tadi diam saja, kini bergerak mengikuti langkah Arka.


"Nasya," panggil Arka.

__ADS_1


Lalu wanita yang tengah mengandung itu mendekat pada Arka.


"Mama memalsukan surat perceraianku dan Arka, bukan? Itu sudah termasuk kejahatan, Ma!" ucap Nasya sambil memandangi Aisha dari atas ke bawah. "Padahal Arka sudah merobek suratnya! Apa itu sebuah kasih sayang? Merusak hidup putranya sendiri, tega sekali!"


"Daddy,"


Nasya mundur, berganti dengan Adrian yang maju.


"Kau memalsukan tuduhan waktu Arka di bawa ke penjara lewat Chyra, kalian bersekongkol! Berusaha menghancurkan putriku dengan pria bernama Vicky, menjebak Nasya."


Mereka sudah berada di lantai teras, Arka masuk kembali ke dalam rumah. Kembali dengan koper yang tadi di lempar.


"Sepertinya semua sudah cukup, untuk kasus terbesar, kita akan bertemu di pengadilan dengan buktinya! Silahkan Mama pergi!" Arka memberikan koper itu pada Aisha.


Kemudian merogoh saku jas yang berada di dalam.


"Sepertinya ini cukup untuk biaya hidup Mama satu atau dua hari, satu minggu mungkin. Terima kasih, sudah mengurusku sejak kecil! Anggap saja uang ini upah atas jasa-jasamu, meski tidak seberapa!" memberikan amplop berwarna cokelat itu, menaruhnya di tangan Aisha.


Arka meraih tangan Nasya, menggenggamnya erat dan membawaya masuk ke rumah, di ikuti Adrian. Tinggal Mira yang berada di luar.


"Miris sekali, Kawan!" ucap Mira, sinis, kemudian tergelak dan memasuki rumah mengikuti langkah suaminya.


...****************...


"Mama selama ini dimana? Kenapa tidak pernah berusaha kembali dan menemui Arka?"


Isakan memilukan Arka bisa Nasya dengar dalam dua hari ini. Tapi, kali ini baginya yang lebih mengiris hati. Pertemuan yang sudah lama di dambakan, mungkin itu alasan tangis seorang Arka.


"Ma,"


"Arka, ini Arka? Bayiku?"


"Ma, ini Arka!"


...----------------...


3 hari gak update, semoga enggak keganggu lagi, telat beli kuota 🤣

__ADS_1


__ADS_2