Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
pendendam


__ADS_3

Tempat acara.


Mobil yang di kemudikan oleh David, sudah tiba di sebuah gedung yang menjadi tempat acara yang di selenggarakan oleh temannya, Elle. Perlahan, David pun memarkirkan mobil itu, lalu mematikan mesin mobilnya. David menoleh ke belakang, ia menatap Nathan dan juga Elle secara bergantian.


"Kita sudah sampai, bos, nona." Ucapnya sudah seperti seorang supir pribadi saja.


Elle mengangguk, ia pun langsung meraih pintu mobil berniat untuk membukanya. Namun, niatnya terhenti ketika tangan Nathan mencekalnya.


Elle menoleh, ia menatap Nathan dengan bingung. "Ada apa?" Elle bertanya datar.


"Tidak ada apa-apa," jawab Nathan seraya memperlihatkan senyuman manis di wajahnya yang tampan itu.


"Kalau tidak ada apa-apa, kenapa kamu mencekal tanganku, Nathan!" Elle kesal, ia menarik tangannya dari cekalan Nathan. Namun, bukannya lepas, cekalan Nathan justru semakin kuat. "Lepaskan, aku mau turun." Ucapnya terdengar kesal.


Nathan malah semakin melebarkan senyumannya, ia bahkan mencium punggung tangan Elle, membuat Elle terkejut. "Apa yang sedang kamu lakukan! Apakah kamu sudah gila!" Seru Elle terdengar cukup kencang, bahkan David yang sudah membuka pintu pun terkejut mendengar suara seorang Elleiana.

__ADS_1


"Astaga... Pasangan palsu ini, kenapa banyak drama sekali! Kalau gue setiap hari bersama mereka, bisa-bisa gue masuk rumah sakit." Batin David seraya mengusap dadanya yang berdebar. Tidak mau mendengar suara Elle yang sangat nyaring itu, akhirnya David pun cepat-cepat turun dari dalam mobil tersebut, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu dengan sangat kencang, membuat Nathan dan juga Elle terkejut mendengarnya. Sepertinya asisten jomblo satu ini memang sengaja menutup pintu mobil itu dengan kencang agar Nathan dan juga Elle merasakan apa yang ia rasakan tadi.


"Terkejut kan lo berdua. Memangnya enak." Gumam David sembari menyenderkan tubuhnya pada pintu mobil itu. Sementara di dalam mobil, Nathan dan juga Elle, terlihat sangat kesal dengan kelakuan David si asisten jomblo satu itu.


"Kenapa dia sama kamu, sama-sama menyebalkan? Apakah itu karena kalian setiap hari selalu bersama-sama di kantor?" Elle menghela nafasnya, ia menatap Nathan dengan tatapan mata yang begitu kesal.


"Jangan samakan aku dengan si jomblo itu. Jelas-jelas aku sama sekali tidak menyebalkan, apakah kamu.... "


"STOP! jangan di teruskan lagi, ok. Lebih baik kamu lepaskan tanganku dan biarkan aku turun, karena acaranya pasti sudah di mulai," sela Elle mencoba untuk meredam kekesalannya terhadap Nathan dan juga David. Elle tidak ingin menunda lebih banyak waktu lagi dengan meladeni suami penggantinya itu.


"Terserah kamu saja." Jawab Elle dengan kesal. Setelah itu Elle pun meraih pintu mobil, kemudian ia turun dari dalam mobil tersebut, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu dengan kencang sama seperti apa yang di lakukan oleh David tadi.


"Gadis ini, kenapa ikut-ikutan si kutukupret itu, apakah dia pikir aku tidak kaget! Astaga... " Gumam Nathan sembari menatap Elle yang kini sudah berada di luar mobil sembari merapikan rambut indahnya itu.


Nathan perlahan membuka kaca jendela mobi itu, lalu ia memanggil David yang masih santai menyenderkan tubuhnya pada pintu mobil bagian kemudi. "David, masuk!" perintahnya membuat David mengernyit bingung.

__ADS_1


"Ada apa lagi? Kenapa gue di suruh masuk lagi ke dalam?" tanya David sembari menatap bos sekaligus sahabatnya tersebut.


"Masuk saja, jangan banyak bertanya!" jawab Nathan kesal.


David menurut, daripada ia harus berdebat lagi dengan bos yang menyebalkan itu, lebih baik dia masuk saja.


"Tutup pintunya." Perintah Nathan setelah David masuk ke dalam mobilnya lagi.


Lagi, David pun hanya menurut, ia menutup kembali pintu mobil itu, lalu menoleh ke belakang. Ia hendak membuka mulutnya, namun Nathan sudah membuka pintu mobilnya dan turun. Nathan sengaja menutup pintu mobil itu dengan sangat kencang membuat David terkejut.


"Pembalasan dariku." Ucap Nathan sembari tersenyum menatap David dari luar mobil. David benar-benar sangat kesal, selain menyebalkan ternyata sahabatnya itu sangat pendendam sekali orangnya. Kenapa David baru menyadarinya sekarang?


"Dasar kampret! Nyuruh gue masuk cuma buat bales dendam doang, benar-benar luar biasa." Gumam David seraya memegang dadanya mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Setelah itu David pun kembali membuka pintu mobilnya, lalu keluar, sementara Nathan, ia sudah berjalan menggandeng tangan Elle memasuki gedung tersebut.


"Nathan! Apa yang akan lo lakukan kalau adik kembar lo bangun nanti? Apakah lo akan tetap mencintai Elle, atau lo akan memegang janji lo dulu? Berpisah dan menyerahkan Elle kepada pemiliknya." Batin David sembari menatap kepergian Nathan dan juga Elle. Meskipun sahabatnya itu sangat menyebalkan, David tetap perduli dengan sahabatnya itu, David tidak tahu bagaimana jadinya jika suatu saat nanti tiba-tiba saja Rendra terbangun dari tidurnya yang panjang itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2