Cinta Suami Pengganti

Cinta Suami Pengganti
Kamu!


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Nathan hanya terdiam seribu bahasa, ia masih mengingat pertemuannya dengan Vanesa yang tanpa di sengaja itu, membuat amarah dalam dirinya tiba-tiba saja muncul seketika. Nathan menggenggam erat setir kemudinya, tatapan matanya kini mulai berubah menjadi tajam, raut wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat membuat Elle sedikit takut, namun ia tetap bersikap seperti biasanya.


"Kau sangat menyeramkan jika wajahmu di tekuk seperti itu." Tiba-tiba saja Elle membuka mulutnya. Ia menatap Nathan dari samping. "Apakah karena wanita tadi?" Tanya Elle mencoba untuk menghilangkan rasa penasarannya.


Nathan melirik sekilas ke arah Elle, lalu kembali menatap jalanan yang ada di hadapannya. "Bukan urusanmu." Sahut Nathan terkesan dingin. Jujur saja saat ini Nathan tidak ingin berbicara sedikitpun, apalagi membicarakan masalah wanita yang sudah mengkhianatinya itu, sungguh Nathan tidak ingin.


"Jelas urusanku. Karena mukamu yang seperti itu membuatku takut, tahu." Ucap Elle kesal.


Nathan hanya terdiam, ia sama sekali tidak menggubris ucapan Elle, membuat Elle kembali bersuara. "Kalau ada masalah yang belum terselesaikan dengan wanita itu, sebaiknya selesaikan dulu, jangan sampai amarahmu itu membuat orang lain takut." Elle lantas memalingkan wajahnya ke arah jendela, ingatannya kini mulai tertuju pada Rendra yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit.


Nathan kembali melirik gadis itu, ia mulai menghela nafasnya panjang, namun ia sama sekali tidak berniat untuk membuka mulutnya. Nathan kemudian mengalihkan lagi pandangannya kepada jalanan yang terlihat mulai ramai oleh kendaraan lainnya.


***

__ADS_1


Hotel Grand Hyatt Berlin.


Elle langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size itu, sementara Nathan, ia segera berjalan menuju sofa dan menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan kedua bola matanya. Wajah cantik Vanesa kembali merasuki otak kecilnya, begitu pun juga dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Vanesa tadi seolah-olah tidak mau menghilang dari pendengarannya.


Nathan menghela nafasnya kasar, ia pun lantas mengusap wajahnya frustasi. "Vanessa, setelah pengkhianatan yang kamu lakukan kepadaku, bisa-bisanya kamu mengatakan bahwa kamu merindukanku. Apakah kamu berpikir jika aku ini bodoh." Batin Nathan dengan kedua mata yang masih tertutup rapat.


Nathan tidak habis pikir, mengapa bisa wanita itu mengatakan rindu dengan mudahnya kepada dirinya, sementara wanita itu dulu sudah mengkhianatinya dan memberikan luka yang mendalam di hatinya. Bukankah seharusnya wanita itu meminta maaf dengan apa yang sudah wanita itu lakukan kepadanya dulu?


Lagi, Nathan menghembuskan nafasnya kasar, amarah dalam dirinya kini kembali muncul tatkala ia mengingat wajah cantik Vanesa. "Aaarghhh sialan!" Teriak Nathan seraya membuka kedua bola matanya dengan lebar. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Elle yang saat ini sudah berdiri sembari menatap dirinya. "Kamu!!! Kamu sengaja ingin membuatku jantungan, hah!" Seru Nathan seraya mengusap dadanya, merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan karena ia jatuh cinta melainkan karena ia merasa terkejut.


"Sudahlah aku malas berdebat denganmu." Sahut Nathan seraya melepaskan kancing kemejanya satu persatu.


"Kamu! Kamu mau ngapain?" Teriak Elle seraya mundur perlahan.

__ADS_1


Nathan mengernyitkan keningnya, ia menatap Elle dengan bingung. "Buka baju, memangnya ada yang salah?" Tanya Nathan kembali melepaskan beberapa kancing kemeja yang tersisa.


"Buka baju jangan disini, sana pergi ke kamar mandi." Seru Elle sembari menunjuk pintu kamar mandi. Elle langsung berbalik, kemudian ia pergi melangkahkan kedua kakinya dan berjalan menuju tempat tidurnya. Sementara, Nathan, ia sama sekali tidak menghiraukan ucapan Elle barusan, ia terus saja membuka kancing kemejanya hingga kancing kemeja itu terlepas semuanya. Setelah itu Nathan pun langsung melepaskan kemejanya dan menaruhnya di atas sofa, kemudian ia pun berdiri dan hendak melangkahkan kedua kakinya. Namun, langkah kakinya terhenti ketika ia mendengar suara Elle yang cukup nyaring di telinganya.


"STOP! JANGAN KESINI." Teriak Elle seraya menutup kedua matanya.


Nathan seketika tersenyum, kali ini ia tahu mengapa Elle memintanya untuk membuka bajunya di kamar mandi, rupanya gadis itu tidak mau melihat tubuh telanjangnya yang sangat menggoda itu.


Nathan kembali melangkahkan kedua kakinya, dan menghampiri Elle. "Aku ingin kesini? Memangnya kenapa?" Ucap Nathan sengaja ingin menggoda gadis cantik itu.


"Jangan aneh-aneh, Nathan. Pergi sana jangan sampai aku menendangmu." Seru Elle dengan kedua tangan yang masih setia menutupi kedua bola matanya yang indah itu.


Lagi, Nathan tersenyum mendengar ancaman dari gadis itu, ia pun langsung duduk di sisi ranjang, kemudian Nathan menarik kedua tangan Elle dan membawa Elle ke dalam dekapannya. Dan hal itu tentu saja membuat Elle terkejut setengah mati.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2