Cinta Tabu

Cinta Tabu
Bab 20. Kesempatan Semu


__ADS_3

Melia memandang Fahri dengan penuh cinta usai bertemu Erlan.


"Aku mencintaimu, Fahri. Kamu adalah orang yang selalu berada di sisiku, dalam suka dan duka. Aku memilih untuk bersamamu dan membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama."


Sungguh di luar dugaan Fahri. Ia tidak menyangka jika gadis manja seperti Melia akan cepat berubah.


Fahri tersenyum bahagia. "Aku juga mencintaimu, Melia. Aku selalu ingin melihatmu bahagia dan aku siap untuk selalu berada di sampingmu, sepanjang hidupku."


Melia dan Fahri akhirnya kembali bersama-sama dan memulai lembaran baru dalam hidup mereka. Meskipun perjalanan mereka tidak selalu mudah, mereka selalu menemukan cara untuk mengatasi rintangan bersama-sama dan saling mendukung satu sama lain.


Saat Fahri membantu istrinya untuk menemukan Erlan, di mana ia harus berperang dengan pergulatan batin.


Masih jelas dalam ingatan Melia, bagaimana guratan wajah Fahri terpampang sepanjang menemaninya.


Tak ada sedikitpun keegoisan seperti yang kerap pemuda tampan itu tampakkan di kantor.


Wakty itu Fahri sedang mencari-cari Erlan di sekitar kota.


"Ada apa, sayang? Kenapa kau diam saja?" tanyanya sambil memperhatikan jalanan yang ramai.


Melia merenung. "Aku merasa bersalah, Fahri. Aku merasa telah menyakiti hatimu."


Fahri tersenyum lembut.


"Tidak, sayang. Kamu tidak pernah menyakiti hatiku. Aku rela melakukan apapun untuk melihatmu bahagia."


Melia tersentuh. Mungkin itu sebabnya ia mulai membuka hati untuk suaminya.


"Terima kasih, Fahri."


Fahri menggenggam tangan Melia setelah mendengar ucapan terimakasih dari istrinya.


****


Meskipun merasa tenang dan nyaman dalam pelukan Fahri, Melia masih terus teringat tentang masa lalunya bersama Erlan. Ia merasa bimbang dan tidak tahu harus berbuat apa.


Melia berbisik pada dirinya sendiri. 'Aku masih mencintainya, tapi aku juga mencintai Fahri. Aku bingung harus bagaimana.'


Fahri melihat Melia terdiam dan merenung, ia merasa ada yang mengganggu pikiran istrinya siang itu.


Fahri memberanikan diri mendekat lalu memeluk Melia.

__ADS_1


"Ada apa, sayang? Apa yang membuatmu terdiam?" Fahri menatap sendu sambil mengusap lembut puncak kepala Melia.


Sungguh perilaku tak biasa. Selama ini, ia adalah sosok pria dingin yang tegas. Di mana saat di kantor, ia tidak pernah ragu menegur anak buahnya jika mereka bekerja tidak sesuai dengan harapan.


Melia menghela napas. "Aku terus teringat tentang Erlan, Fahri. Aku bingung harus bagaimana. Aku merasa bersalah pada dirimu."


Bukannya marah, tapi Fahri justru tersenyum. Entah apa makna di balik senyumnya itu.


"Jangan khawatir tentang aku, sayang. Aku mengerti bahwa kamu masih teringat tentang masa lalumu bersama Erlan. Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini bersama-sama."


Melia tersenyum lemah. "Benarkah? Kamu akan membantuku?"


Fahri mengangguk.


"Tentu saja. Aku mencintaimu dan selalu ingin melihatmu bahagia."


Tentu saja bagaimana reaksi Erlan terakhir kalinya masih mengganggu pikiran Fahri.


Namun, meski begitu ia berusaha tampak tenang dan baik-baik saja di depan Melia. Seolah sedang terbebani dengan tanggung jawab pak Haris semasa hidup. Ia berusaha menerima Melia. Lalu, bagaimana sebenarnya perasaan Fahri? Entahlah.


*****


Setelah beberapa bulan menikah, Melia dan Fahri akhirnya kembali ke kantor tempat mereka bekerja.


Suasana di kantor terasa lebih ceria dengan kehadiran pasangan suami istri yang baru saja menikah tersebut.


Mereka sering terlihat bekerja sama dan membantu satu sama lain dalam menyelesaikan tugas-tugas kantor.


Suatu hari, Melia dan Fahri memutuskan untuk berswafoto mesra di kantor, sebelum pulang ke rumah. Mereka berpose di depan kantor Fahri sambil memeluk satu sama lain.


Melia tersenyum. "Ayo, kita foto, sayang."


"Baiklah," sahut Fahri mengangguk setuju.


Mereka kemudian berpose dan mengambil beberapa foto bersama. Salah satu foto yang mereka ambil kemudian diunggah di media sosial.


Tak lama kemudian, foto itu menjadi viral di kalangan karyawan kantor. Beberapa karyawan yang melihat foto tersebut langsung heboh dan mengomentari betapa mesranya pasangan suami istri tersebut.


"Lihat deh, mereka berdua terlihat begitu mesra. Serius, aku jadi iri sama mereka," ujar salah seorang staf di sana.


"Sudahlah, jangan iri. Kita juga bisa begitu kalau punya pasangan yang setia dan romantis seperti mereka," sahut karyawan lainnya.

__ADS_1


"Mereka memang cocok banget ya. Fahri selalu melindungi Melia dan menjaganya dengan baik," cetus Windy yang merupakan sekretaris Fahri yang kebetulan ikut menimbrung di sana.


Naasnya, di waktu mereka bergunjing, Erlan tiba-tiba datang. Bahkan secara tidak sengaja ia mendengar obrolan mereka.


"Aku senang mereka berdua menemukan cinta sejati. Semoga mereka bahagia selamanya," ketus salah seorang lainnya yang tak acuh dengan kehadiran Erlan.


Melia dan Fahri tak terlalu memperdulikan hebohnya reaksi karyawan kantor terhadap foto mesra mereka. Mereka hanya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan.


Namun, siapa sangka jika sebenarnya Fahri adalah sosok yang perfeksionis. Di depan banyak orang, ia tidak sedikitpun mau memiliki celah atau terkesan memiliki banyak kekurangan.


*****


Tidak lama setelah foto mesra mereka diunggah di media sosial, banyak teman dan keluarga yang memberikan ucapan selamat kepada pasangan tersebut.


Mereka merasa senang dan terharu karena mendapatkan dukungan dan doa dari orang-orang terdekat.


Melia dan Fahri juga semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik setiap harinya.


Mereka sering menghabiskan waktu bersama, baik untuk bekerja maupun untuk melakukan kegiatan lainnya.


Namun, tak lama kemudian, ada kabar burung yang mengejutkan di kantor tempat mereka bekerja. Kabarnya, perusahaan tempat mereka bekerja akan diakuisisi oleh perusahaan lain yang lebih besar.


Hal ini membuat karyawan kantor, termasuk Melia dan Fahri, merasa cemas dan khawatir tentang nasib mereka di masa depan.


Namun, mereka berusaha untuk tetap bekerja dengan profesional dan menjalankan tugas-tugas kantor dengan sebaik-baiknya.


Suatu hari, Fahri mendapatkan telepon dari seorang teman lamanya yang bekerja di perusahaan besar yang akan mengakuisisi perusahaan tempatnya bekerja. Temannya tersebut menawarkan sebuah pekerjaan yang lebih baik untuk Fahri di perusahaan barunya.


Fahri awalnya ragu untuk menerima tawaran tersebut, karena ia sudah terikat dengan perusahaan tempatnya bekerja saat ini.


Namun, setelah melalui beberapa pertimbangan, ia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.


Melia awalnya merasa sedih dan cemas karena akan kehilangan suaminya di kantor tempat mereka bekerja.


Namun, ia memahami bahwa Fahri perlu mengambil keputusan yang terbaik untuk karir dan masa depan mereka.


Melia menggenggam tangan Fahri di suatu sore. "Aku tahu ini bukan keputusan yang mudah untukmu, sayang. Tapi aku mendukungmu dan akan selalu mendukungmu dalam apapun yang kamu lakukan."


Fahri memeluk Melia. "Terima kasih, Mel. Aku sangat bersyukur memiliki kamu di hidupku. Aku akan selalu ada untukmu, meskipun di perusahaan lain."


Kisah cinta Melia dan Fahri terus berlanjut, meskipun di perusahaan yang berbeda-beda. Mereka selalu mendukung dan menghargai satu sama lain, dan siap menghadapi segala rintangan dan tantangan yang akan datang di masa depan.

__ADS_1


Namun, bukan Fahri jika hanya diam tidak mencari tahu. Mengingat perusahaan tersebut adalah milik keluarganya. Ada rasa marah, dan kecewa yang ia sembunyikan dari Melia. Siapa sebenarnya dalang di balik semua itu? Mengapa semua seolah terkesan ingin memisahkan hubungan antara Melia dan Fahri?


__ADS_2