CRUSH

CRUSH
Chapter 14


__ADS_3

Ada kebahagiaan dari Noval yang terpancar di pagi hari yang indah ini. Senyumannya terpancar cerah, secerah sinar matahari. Kemarin ia berhasil mengajak Dilan untuk berangkat bareng ke SMA Negeri Paripurna ll untuk mendaftar. Dan saat ini dia sudah berada di depan rumah Dilan. Pagar rumahnya sangat tinggi dan tak ada satpam yang menjaga hanya anjing penjaga yang terlihat garang berada di halaman rumah membuatnya bergidik ngeri.


Noval memutuskan untuk menelfon Dilan dan memberitahu Dilan kalau dirinya sudah ada di depan rumah. Di dalam rumah Dilan melihat ke arah jendela kamarnya jika seseorang yang selalu mengganggu dan membuatnya kesal sudah berdiri di depan pagar rumahnya seperti orang blo'on membuat Dilan agak kesal.


Noval pun segera menghubungi Dilan dan gak butuh waktu yang lama untuk Dilan mengangkatnya dan tanpa ia tahu bahwa Dilan sedang memperhatikannya saat ini "Dilan aku sudah ad-" ucapnya terpotong.


"Ya aku dah tahu" ucap Dilan langsung memutus sambungan sebelum Noval membuka mulutnya. Mendengar suaranya saja sudah membuat Dilan malas untuk terlibat percakapan dengan Noval. Dirinya juga tidak mengerti, mengapa cowok yang bernama Noval itu tetep kukuh mendekatinya padahal dirinya sudah memperlihatkan ketidak kesukaannya pada Noval.


Noval sedikit terkejut karena sambungan di putus sepihak dan Noval hanya memandangi ponselnya dengan miris, belum juga Noval memasukan ponselnya kembali ke dalam saku celananya, Dilan sudah terlihat keluar dari rumahnya


"Pagi Dilan" sapa Noval dengan senyum lebarnya sambil memasukan ponsel ke dalam saku celananya.


"Hum, cepet kita berangkat sekarang" ucap Dilan sambil merebut helm yang berada di tangan Noval. Lagi pun Noval juga akan memberikan helm tersebut kepada Dilan karena memang Noval sengaja menyediakan satu helm lagi untuk Dilan pakai. Karena hari ini ia memakai motor miliknya sendiri yang baru dibelikan oleh mamanya sebagai hadiah kelulusan dan sebagai kendaraannya nanti ketika ia sudah mulai bersekolah kembali.


Kiano tidak bisa mendaftar bareng karena ada sesuatu yang mengharuskannya untuk tetap di rumah dan dia akan mendaftar di hari kedua.


Setelah mereka sudah siap tanpa berlama-lama Noval melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan Noval beberapa kali mengajak Dilan berbicara dan Dilan hanya menyahuti sekilas dengan malas ataupun mengabaikan dengan berpura-pura tidak mendengar. Sangat miris sekali jika jadi Noval.


Sesampainya di SMA Negeri Paripurna ll, mereka berdua langsung mengantri di tempat pendaftaran. Mereka duduk di kursi yang sudah disediakan. Ternyata di sana banyak dari alumni sekolahnya yang ikut mendaftar di SMA Paripurna ll.


"Pulang nanti aku dijemput supir jadi kau tidak perlu mengantarku pulang" ucap Dilan tanpa melihat ke arah Noval.


"Nggak usahlah biar aku aja yang antar" jujur Noval juga ingin mengantar Dilan sampai rumah.


"Gak mau aku" Dilan langsung menolak tanpa berpikir terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku gak keberatan kok" ucap Noval merendahkan suaranya.


"Kau gak beratan tapi aku iya, jangan paksa aku lagian pagi tadi tak ada pilihan lain untuk berangkat karena supir di rumah lagi nganter Bokap ke rumah sakit dengan kata lain aku terpaksa nebeng bareng kau" Bentakan dari Dilan membuat hatinya mencelos panas apalagi para anak lain yang berada di dekat mereka menatap ke arahnya membuat Noval terlihat menyedihkan di tempatnya.


"Selanjutnya!!!" suara dari petugas pendaftaran membuat Dilan berdiri dari duduknya.


Hati Noval terasa terbakar mendengar setiap perkataan dari Dilan. "Apa aku menyerah saja ya" ucap Noval sambil melihat ke arah Dilan yang sedang berdiri di depan meja pendaftaran.


..._...


Siang hari sekitar puku 14.00 pendaftaran ditutup. Calon siswa yang mendaftar dipersilahkan pulang dan menunggu pengumuman lewat internet atau bisa hadir besok di sekolahan.


Noval mengambil motornya di parkiran sedangkan Dilan langsung keluar dari kawasan sekolahan lalu memutuskan menunggu jemputannya sambil duduk di bangku yang tersedia di depan sekolah, memang bangku tersebut diperuntukan untuk siswa yang berangkat dan pulangnya di antar-jemput.


Dari arah sekolahan terlihat Noval yang baru saja keluar dan memberhentikan motornya tepat disamping Dilan.


"Harus berapa kali aku bilang sih Noval, aku pulang dijemput sopir, kau budek ya apa otakmu gak bisa mencerna perkataanku" ucap Dilan yang terdengar menghina di telinga siswi yang berada disebelahnya.


"Aku hanya memastikan saja" ucap Noval yang terdengar menyedihkan.


"Mau sebanyak apapun usahamu untuk dapetin aku semuanya bakal sia-sia ngerti itu" ucap Dilan yang tak segan merendahkan Noval tanpa memikirkan perasaan Noval.


"Kamu sebaiknya antar aku pulang aja" ucap siswi yang tadi berada di samping Dilan dengan tiba-tiba.


Dilan dan Noval sama-sama langsung menoleh ke arah siswi tersebut. "Kau siapa?" tanya Dilan menatap siswi tersebut dengan aneh.

__ADS_1


Lantas siswi tersebut berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Noval. "Namaku Anjeli" ucap siswi tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Noval.


Noval bingung untuk beberapa waktu namun ia segera mengembalikan kesadarannya dan menerima uluran siswi yang bernama Anjeli tersebut.


"Namaku Noval" Noval berkata dengan baik walaupun masih merasa bingung dengan situasi yang menghampirinya.


"Senang bertemu denganmu Noval" Gadis bernama Anjeli tersebut tersenyum manis kepada Noval membuat Noval sedikit gugup.


"Kau gak ngerti ya, aku yang tanya ke kau lalu kenapa kau malah salaman dengannya" ucap Dilan sedikit marah karena tidak terima ia diabaikan.


"Terserah aku dong, aku berhak untuk memilih berkenalan dengan siapa


saja yang aku mau" Anjeli menyahuti dengan acuh.


"Sombong banget sih kau" ucap Dilan yang tak terlalu digubris oleh Anjeli.


"Btw rumahku gak jauh dari sini dan kebetulan papaku ada pekerjaan mendadak yang membuatnya gak bisa menjemput ku jadi kalau boleh aku mau nebeng sama kamu" Anjeli berucap dengan penuh percaya diri.


Setelah Noval menimang-nimang akhirnya ia bersedia memberi tumpangan untuk Anjeli dan hal tersebut membuat Dilan marah.


"Heh Noval tadi kau maksa aku buat pulang bareng kau tapi ternyata sekarang malah mau nganterin cewek yang baru kau kenal dasar gak punya prinsip"


Mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Dilan membuat Anjeli berdecih "Yang gak punya prinsip itu kau mbak makanya ngaca, apa perlu tak bawain kaca rumahku yang segede kolam renang"


"Kau jadi cewek gak usah blagu" Dilan berdiri dari duduknya dan terlihat kalau dirinya sudah terpancing emosi.

__ADS_1


"Udahlah Val mari kita pergi dari sini dari pada meladeni orang gak waras" ucap Anjeli yang membuat Dilan merasa dipermalukan.


Novalpun menurutinya. Mulai sekarang ia harus bisa membuktikan kepada Dilan kalau dia bukan cowok yang hanya bisa ngemis cinta, Dia sudah cukup diperlakukan buruk oleh Dilan dan sekarang nggak lagi.


__ADS_2