CRUSH

CRUSH
Chapter 39


__ADS_3

Hari Sabtu telah tiba seperti yang sudah dibicarakan oleh Lova sebelumnya ia akan mengajak teman-temannya untuk bertemu dengan Andro di tempat yang sudah di tentukan.


Lova dan teman-temannya sudah berkumpul di satu meja tinggal menunggu kedatangan Andro. Sembari menunggu, mereka mencicipi sushi yang berjalan di samping mereka.


"Kak Andro kapan datangnya?" tanya Indy yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Andro.


"Dia masih di jalan" jawab Lova.


"Gak sabarnya aku ketemu sama idolaku" ucap Indy histeris.


Dari arah pintu terlihat sosok pria dewasa yang menawan dengan pakaian kantornya yang sudah tidak rapi, rambut acak-acakan dan jas yang tidak dikenakan malah di bawa seperti pakaian kotor.


"Hai semua" sapa Andro.


"Hai kak" jawab Lova.


Indy hanya bisa terperangah saat melihat kehadiran Andro yang berdiri tepat di hadapannya sampai Indy tak bisa menjaga kondisi mukanya yang sudah seperti orang tolol.


"Mukamu itu loh In biasa aja" tegur Aldo.


Indy pun segera menyadarkan diri dari sihir pria tampan dihadapannya ini, "Ya ampun sihirnya kuat banget"


Aldo hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Saya boleh duduk ya"


"Boleh dong kak, boleh banget" ucap Indy.


"Kalian boleh makan sepuasnya saya yang traktir" ucap Andro.


"Asik makan banyak" ucap Noval kegirangan.


"Sebelum itu aku mau kenalin dulu kalian satu persatu ke kak Andro" ucap Lova.


"Boleh" ucap Indy.


"Baiklah ini Noval kak, kakak pasti udah tahu dia kembaran aku"


"Halo kak, kita pertama kali ketemu di taman" ucap Noval.


"Iya saya ingat"


"Dia Indy temen ku penggemar Kakak juga"


"Hai Kak salam kenal ya"


Andro hanya membalas dengan senyuman.


"Yang satu lagi namanya Aldo kami udah temenan dari SMP kita akrab memang, Aldo anaknya baik dan satu frekuensi sama kita semua jadi ya anaknya asik udah kayak saudara sendiri"


"Hai kak maaf ya udah bikin salah paham" ucap Aldo tak enak.


"Hum, iya" Andro merasa tak suka ketika Lova memperkenalkan sosok Aldo lebih detail dari pada yang lain.


"Yaudah makan gih mumpung ada yang bayarin" ucap Lova.


"Baik" ucap ketiga temannya kompak.


Di saat semua sedang sibuk menyantap makanan mereka tiba-tiba Indy terfikir sesuatu dan akhirnya berceletuk, "Va sebenarnya hari ini aku sama Noval kan rencananya mau ke pasar malam tapi berhubung mau ketemu sama Kak Andro jadi di undur besok malam gimana kalau kau ikut sama kak Andro juga kalau dia mau"


Lova melihat ke arah Indy yang sudah tersenyum dengan wajah menggoda, "Pasar malam" Lova mengulangi.

__ADS_1


"Bener tuh Va yang di bilang Indy" ucap Noval.


"Boleh, kebetulan minggu malam saya gak ada acara dari pada saya suntuk sendiri di apartemen kenapa enggak"


Indy yang mendengarnya merasa senang sampai bertepuk tangan, "Yeay bisa double date kita"


"Double date?" ucap Noval bingung.


"Eh-" Indy dengan sigap menutup mulutnya.


Noval menatap Indy memasang wajah penasaran membuat Indy gugup sampai duduk pun ia merasa tak nyaman.


"Hum, itu maksudnya ee.. Val mau coba Nigiri enak loh" ucap Indy mengalihkan pembicaraan.


"Iya enak aku juga udah coba" ucap Noval.


"Enak kan makan lagi yang banyak" ucap Indy tersenyum canggung. Jantungnya sudah mau copot. Ia merutuki mulutnya yang tidak bisa mengontrol kata-kata yang mau diucapkan.


Setelah itu semua kembali seperti semula menikmati berbagai sushi dengan tenang. Getaran ponsel Noval yang berada di samping Lova membuatnya sedikit terkejut sampai tak sengaja menjatuhkan sumpit yang tergeletak di sampingnya.


Lova pun mengambilnya dan tanpa ia duga Andro pun juga refleks mengambil sumpit tersebut. Dalam beberapa detik mereka saling pandang namun arah pandang Andro turun ke bagian dada Lova yang terlihat akibat kemeja yang di kenakan Lova sedikit menurun saat menunduk.


Andro terkejut karena bekas yang ia tinggalkan masih terlihat jelas disana. Apakah separah itu saat dia melakukannya?


Lova yang sadar akhirnya buru-buru untuk mengangkat tubuhnya dan membenarkan kemeja yang ia pakai. Terlihat wajah Lova memerah akibat malu.


Andro yang menyadari hal tersebut langsung memberikan segelas air untuk menenangkan Lova. Lova pun menerima pemberian tersebut dan meminum secukupnya. Setidaknya mampu membuatnya agak sedikit lebih tenang.


Indy yang heran melihat tingkah Lova yang aneh langsung memberikan pertanyaan, "Kenapa kau Va kok panik gitu ada yang gak beres?"


"Gak kok gakpapa" jawab Lova namun Indy merasa tidak puas dengan jawaban yang terdengar berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dengan Lova saat ini.


"Kenapa Va kau sakit?" tanya Noval.


"Bener kak, mukamu merah gitu" Imbuh Aldo.


"Beneran aku gakpapa kalian lanjut aja makannya"


"Sepertinya Lova sedikit lelah kalau begitu saya akan mengantar Lova pulang kalian lanjut aja makannya dan ini-" ucap Andro memberikan sebuah kartu. "nanti kalian bayar pakai ini ya"


"Serius ini kak" ucap Noval sambil menerima kartu tersebut.


Andro mengangguk. "Kalau gitu saya sama Lova duluan ya"


"Iya kak hati-hati titip Lova" ucap Noval.


Andro berdiri dari duduknya.


"Tapi kak-" ucap Lova yang tak enak pergi duluan meninggalkan teman-temannya.


"Udah ayo kamu capek itu saya antar pulang"


Akhirnya Lova pun pasrah, "Aku duluan ya, guys" pamit Lova.


"Iya Va hati-hati" ucap Indy tersenyum penuh arti.


Di dalam mobil Lova sudah merasa lebih tenang, entah kenapa waktu di restoran ia sangat gugup dan jadi gelisah sendiri di tempatnya.


Di tengah perjalanan Andro malah menepikan mobilnya membuat Lova bingung, "Ada apa kak"


"Dada kamu masih sakit?"

__ADS_1


"Huh!"


Pertanyaan dari Andro membuat Lova syok, Lova tak mengira jika Andro masih mengungkit kejadian waktu itu.


"Gak terlalu" jawab Lova dengan wajah yang menunduk. Lova malu jika membahas masalah sensitif seperti ini.


Di dalam mobil Andro ingat betul kalau ia menyimpan sebuah salep mujarab yang bisa mengobati bekas luka dan dia menemukan salep tersebut di dalam dasboard mobil nya. "Diobati ya lukanya"


"Gak usah kak"


"Diobati dulu" ucap Andro sedikit memaksa.


"Biar aku aja"


Andro pun meyerahkan salep tersebut. Ia bisa melihat kalau Lova akan membuka kancing kemejanya membuat dirinya deg-degan.


Andro dapat melihat letak luka tersebut berada.


Lova yang tidak menyadari tatapan gelap Andro malah dengan santai membuka salep yang akan ia pakai. Salep tersebut memiliki aroma yang tidak disukai oleh Lova.


"Kak baunya kok gini?" tanya Lova.


"Emang gitu"


Lova pun mengambil sedikit salep tersebut dan mengoleskan salep tersebut dengan asal.


"Gak gitu Lova caranya"


"Baunya gak enak kak"


Andro pun mengambil salep tersebut lalu mendekat ke arah Lova, "Kalau kamu gak bisa biar saya aja"


Entah kenapa suara Andro terdengar menakutkan di telinga Lova. Ia merasa kejadian waktu di kantor Andro terputar lagi di otaknya.


Andro mengoleskannya dengan pelan tepat di lukanya. Terlihat seperti memar seperti habis terpentok benda tumpul. ******* pelan dari mulut Lova terdengar mengalun di telinga Andro membuatnya sedikit tegang.


Mmph!!


Ya ampun godaan apalagi ini. Bisa-bisanya Lova ******** pelan di depannya.


"Kak"


"Dikit lagi selesai"


Padahal cuaca sedang dingin tapi Andro malah bercucuran keringat, "Udah selesai"


Lova pun mengancingkan kemejanya kembali, "Makasih kak"


Andro berdehem, "Iya, ini salepnya kamu bawa aja"


Lova menerima salep tersebut dan menyimpannya di tas.


Pikiran Andro sudah melayang kemana-mana takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ia pun segera mengantar Lova sampai rumah.


Setelah Andro mengantar Lova pulang dengan selamat ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


"An, tumben udah pulang?" tanya ibunya.


"Tugas kantor lagi gak banyak"


Ibunya hanya ber-oh ria lalu Andro berjalan menuju ke kamarnya. Ingatan ******* Lova tiba-tiba muncul di otaknya membuat dirinya kacau dan mengacak-acak rambutnya. Andro pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Siapa tahu dengan badannya yang segar otaknya juga ikut segar kembali.

__ADS_1


__ADS_2