
Besoknya Noval memutuskan untuk berkunjung ke rumah Indy. Karena Noval sudah mengetahui perasaannya Indy kepadanya Noval juga akan mengungkapkan isi hatinya yang sudah ia renungi semalaman. Disana ia disambut oleh pekerja di rumah Indy dan di persilahkan untuk menunggu di ruang tamu.
Tak menunggu waktu lama Indy menghampirinya di ruang tamu seketika Noval mendekat dan langsung memeluk tubuh Indy membuat Indy terkejut.
"Noval" gumam Indy yang terdengar jelas di telinga Noval.
"Kenapa kau gak bilang" ucap Noval sambil memeluk Indy lebih erat.
"Bilang apa?" tanya Indy bingung.
Noval mengurai pelukannya, "Apa benar kau menyukaiku?"
Indy sangat terkejut mendengar pertanyaan dari Noval, "Kau sudah tahu"
Noval mengangguk.
Seketika air mata Indy jatuh, "Aku udah lama suka sama kau Val tapi aku gak berani buat bilang"
"Kenapa?"
"Karena.. Karena dulu kau punya rasa sama Dilan dan sekarang kau dekat dengan Anjeli"
Mendengar pernyataan dari Indy, Noval pun kembali memeluk Indy, "Kau tau kan aku udah move on dari Dilan dan aku sama Anjeli juga gak ada hubungan apa-apa"
"Tapi Anjeli suka sama kau"
"Aku tak merasakan sesuatu yang spesial jika bersama Anjeli" ucap Noval mengurai pelukannya, "Aku yang bodoh gak bisa menyadari tentang perasaanku sendiri"
Indy menatap Noval dengan dalam.
"Aku baru sadar jika aku juga punya rasa sama kau In, sebenarnya udah lama aku merasakannya tapi aku yang gak menyadari itu" Noval menunduk, "Maaf terlambat untuk menyadarinya"
Indy mendongakkan kepala Noval untuk menatapnya lalu meraih ke dua tangan Noval di genggamannya, "Noval aku suka sama kamu"
Noval mengangguk, "Indy aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu"
"Aku juga" Indy tak kuat lagi menahan air matanya luruh, air mata kebahagiaan.
Kali ini mereka memeluk satu sama lain. Saling memberi rasa kasih sayang mereka.
Setelah saling mengungkapkan perasaannya Noval pamit untuk pulang. Di sepanjang jalan tak henti-hentinya ia tersenyum. Sampai di rumah ia langsung meneriaki nama Lova untuk memberitahukan kabar bahagia ini. Namun ia tak menemukan Lova di dalam rumah, ia pun bertanya kepada Bu Marsih.
"Bu Mar, Lova mana?"
"Ada di rumah pohon"
__ADS_1
Seketika Noval langsung berlari ke rumah pohon dan menemukan Lova sedang membuat video untuk kontennya.
"Lova" panggilnya sedikit berbisik takut mengganggu.
Lova yang kebetulan sudah berada di akhir video langsung mengakhiri videonya lalu menghampiri Noval yang sudah menunggunya di teras rumah pohon.
"Kenapa? Kelihatan seneng banget"
"Aku sama Indy udah saling mengungkapkan perasaan kami"
"Beneran" ucap Lova sangat bahagia.
Noval mengangguk mantap lalu memeluk Lova menyalurkan kebahagiaannya.
"Selamat ya aku seneng dengernya" ucap Lova membalas pelukan Noval tak kalah hangat.
Noval pun mengurai pelukannya dan mengajak Lova untuk masuk ke dalam rumah ia ingin menonton film kesukaannya bersama Lova untuk merayakan hari bahagianya.
"Kau duluan aja aku harus hapus make up dulu nanti aku nyusul"
"Oke, sambil nunggu aku mau siapin cemilan buat kita"
"Baiklah"
Noval lalu masuk ke dalam rumah sementara Lova harus menghapus make up yang berada di wajahnya. Ketika berada di tengah kegiatannya ada panggilan masuk dari ponselnya.
"Halo kak"
"Hai my Lov, saya mau kasih tahu sesuatu sama kamu"
"Apa itu kak?"
"Rabu depan kita berangkat ke Papua seperti yang pernah saya bilang kalau mau ngajak kamu liburan ke Raja Ampat"
Seketika Lova menutup mulutnya yang akan berteriak, "Serius kak"
"Serius, saya udah minta izin sama papa kamu dan baru saja saya ke sekolah kamu buat meminta izin untuk kamu cuti beberapa hari dan bisa kamu tebak kalau saya mendapatkan izin itu dengan mudah"
"Gak kaget aku"
"Kalau begitu kamu bisa siap-siap dari sekarang"
"Oke kak"
Kebahagian yang datang untuknya dan Noval membuatnya sangat bersyukur. Cepat-cepat Lova menyelesaikan kegiatannya dan kembali menghampiri Noval.
__ADS_1
Di dalam Noval sudah mempersiapkan beberapa snack dan sudah memutuskan film yang akan di putar. Dari pintu belakang Lova berlari menghampiri Noval dengan ekspresi yang bahagia.
"Val kau tau gak, aku barusan dapat telfon dari Kak Andro dan dia bilang kalau Rabu depan dia dan aku akan berangkat ke Raja Ampat"
"Seriusan"
Lova mengangguk, "Sebenarnya udah lama dia bilang kalau mau ngajak liburan ke tempat yang indah itu dan baru akan terlaksana, Aku seneng banget Val"
"Aku ikut seneng dengernya dan pas banget film ini aku udah nonton beberapa kali dan aku sangat menyukainya kau juga bakal suka karena film ini tuh romantis banget dan bikin hati kita berbunga-bunga kayak hati kita sekarang"
"Pas banget tuh yaudah putar deh film nya kita nonton sampai keluar bunga di hati kita"
..._...
Di hari lain ketika Noval berada di sekolah ketika jam istirahat berbunyi, Noval hendak akan pergi ke kantin bersama teman sebangkunya. Di perjalanan menuju kantin Noval di cegat oleh Anjeli dan memaksanya untuk ikut ke depan perpustakaan.
"Aku mau ngomong" ucap Anjeli.
"Ngomong apa?" tanya Noval.
"Aku mau ngomong tentang hubungan kita" jawab Anjeli.
"Kita itu hanya sebatas teman"
"Tapi kamu suka kan sama aku?"
Noval menghembuskan nafasnya, "Gini ya Njel aku memang nyaman ketika deket sama kau dan suka ngobrol sama kau tapi aku sadar kalau rasa itu hanya sebatas rasa terhadap teman, aku nyaman dan suka sama kau hanya sebagai teman"
"Kau bohong kan Val" ucap Anjeli sambil menggenggam tangan Noval.
Noval menggeleng dengan perlahan menarik tangannya dari genggaman Anjeli, "Aku sadar kalau ternyata aku menyukai sosok teman yang ceria dan mampu membuat aku senang sekaligus sedih ketika dia tak berada di sampingku dan aku menyukainya sudah dalam waktu yang lama sebelum bertemu denganmu dan orang itu adalah Indy"
"Indy, kamu suka sama dia?"
"Iya aku suka sama Indy, aku cinta sama dia. Aku yang terlalu bodoh karena baru menyadarinya ketika dia menjauh dariku. Maaf Njel"
Anjeli menundukkan pandangannya ia tak menyangka jika akan merasakan yang namanya patah hati, "Aku sadar kalau hati memang tak bisa dipaksakan, maaf Val aku hampir melakukan hal bodoh yang mungkin akan aku sesali seumur hidup"
"Tak apa yang jelas kau sudah mau menerima dengan ikhlas aku jadi lega sekarang"
"Aku senang kau menaruh hari kepada seseorang yang tepat setidaknya bukan Dilan orangnya"
Mendengar perkataan Anjeli membuat keduanya tergelak tawa.
"Tapi kita masih temenan kan?" tanya Anjeli.
__ADS_1
"Tentu" jawab Noval dengan senyumnya.