CRUSH

CRUSH
Chapter 25


__ADS_3

Vacuum cleaner yang tadinya Noval gunakan untuk membersihkan karpet yang ada di kamarnya tiba-tiba rusak saat digunakan dan hal tersebut mengundang kemarahan mamanya, tak hanya diomeli namun ia juga mendapat pukulan bertubi-tubi dari gagang sapu yang digenggam oleh mamanya.


"Aku minta maaf ma aku juga gak tau tiba-tiba alat itu rusak" ucap Noval sambil meringis menahan sakit di punggungnya.


"Bodoh kamu, gunain alat pembersih kayak gini aja gak pecus" ucap mamanya dengan wajah menakutkan membuat Noval ingin segera keluar dari rumah ini.


"Kenapa sih ma akhir-akhir ini mama sangat kasar sama Noval apa karena Noval gak nurut sama mama" ucap Noval sedikit berteriak.


"Itu tau jadi mama gak perlu ingetin kamu"


"Aku udah gak peduli lagi, terserah mama mau apa, lakuin yang mama mau kalau mama sayang sama Noval seharusnya mama gak akan melakukan sesuatu yang membuat Noval jadi benci sama mama"


"Ini nih pengaruh buruk yang dibawa sama kembaran kamu makanya mama udah sering bilang buat jauhin dia" ucapan mamanya kali ini benar-benar membuat Noval yakin untuk meninggalkan rumah.


"Apasih ma, mama gak jelas benci sama anak mama sendiri, udahlah aku pergi dari sini" Noval keluar dari kamarnya dan meninggalkan mamanya yang menghembuskan nafas dengan kasar.


Noval melajukan motornya meninggalkan rumah entah mau kemana namun Noval tetap berjalan membelah jalan raya yang ramai. Hatinya sakit dan sudah tak kuat tinggal bersama mamanya. Pikirannya kacau, suasana hatinya buruk dan pandangannya sedikit kabur karena air mata yang tiba-tiba muncul. Karena tak fokus Noval menerobos lampu merah dan menabrak sebuah mobil sedan yang sedang melaju membuatnya terpental dari motor dan pingsan di tempat.


..._...


Lova yang sedang menyirami bunga tiba-tiba mendapat kabar dari rumah sakit bahwa Noval kecelakaan langsung menghubungi papanya dan bergegas pergi ke rumah sakit diantar Pak Darto, sampai di sana sudah ada mamanya serta suami dan anak tirinya. Saat melihat Lova mamanya langsung menyalahkannya, mencacinya bahkan mendorongnya hingga terjatuh tepat disaat itu papanya datang dan langsung membantu Lova untuk berdiri.


"Anda jangan kasar dengan anak saya" ucap Marco dengan nada suara yang berat.


"Anak kamu yang sudah membuat semuanya jadi kacau" ucap mamanya setengah berteriak.


"Bukan anak saya tapi anda sendiri yang sudah buat Noval celaka, kalau seperti ini saya akan mengambil hak asuh Noval biar dia saya yang rawat dan anda tak akan bisa menghalanginya" ucap Marco penuh tekanan dan tatapan yang mematikan.


Untung luka yang di dapat Noval tak sampai membahayakan nyawanya walaupun cidera di kakinya cukup berat. Setelah Noval sadar setelah dua hari tak sadarkan diri, ia langsung menceritakan semuanya kepada papanya dan Lova, detik itu juga papanya langsung menelfon pengacaranya untuk mengurus semua keperluan untuk pengalihan hak asuh Noval.


Dan sekarang sepulang sekolah Lova langsung menuju rumah sakit untuk menemani Noval, dari awal Noval di rawat sampai hari ini sepulang sekolah Lova pasti langsung pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


"Gimana keadaanmu sekarang?" tanya Lova sambil mengambil kursi dan duduk di samping ranjang Noval.


"Sudah mendingan" jawab Noval yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang.


"Kau sudah makan dan obatnya sudah diminum?" tanya Lova selalu.


"Sudah tadi diantar sama suster"


Lova menaruh tasnya di atas lantai sambil memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman. "Kau masih belum boleh pulang kata Dokter ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan"


Mendengar perkataan Lova, Noval tampak murung, "Terus kapan aku bisa pulang?"


"Aku gak tahu tapi kau gak usah sedih karena hari ini aku bawa kabar baik buat kau" ucap Lova sambil menampilkan senyum yang lebar.


"Apa tuh Va?" tanya Noval yang tertarik dengan perkataan Lova.


"Papa sudah mengurus semua keperluan sidang hak asuh milikmu dan kalau Dokter sudah mengizinkanmu pulang sidang akan dilaksanakan tentu kau harus hadir dalam persidangan itu" ucap Lova.


"Sudah ku bilang papa orangnya sangat penyayang walaupun kelihatan garang tapi hatinya tuh lembut seperti kau ini, jadi kalau hak asuh jatuh ke tangan papa kau bisa tinggal bersama kami" ucap Lova terlihat gembira.


"Makasih ya Lova"


"Iya sama-sama kita kan keluarga jadi harus saling menjaga dan besok Indy dan Aldo rencananya mau jenguk"


"Hanya mereka berdua?" ucap Noval dengan wajah bingung.


"Kalau yang lainnya aku gak tau tapi nanti Aldo mau coba hubungi Kiano sama yang lainnya"


Tak lama pintu terbuka mereka melihat papanya datang membawa beberapa buah-buahan. Papanya mendekat dan menaruh buah-buahan tersebut di atas meja samping ranjang tidur Noval.


"Bagaimana keadaanmu, Son?" tanya papanya sambil memegang kepala Noval.

__ADS_1


"Sudah lebih baik dari pada sebelumnya" jawab Noval sambil tersenyum.


"Syukurlah" ucapnya lalu berpaling melihat Lova, "Lova hari sudah sore lebih baik kau pulang dan membersihkan tubuhmu biar papa yang menjaga Noval kalau nanti kau ingin kembali kesini juga gakpapa yang penting kau sudah kembali dalam keadaan yang lebih segar"


"Baik pa" Lova berdiri dari duduknya sambil meraih tas yang ia taruh di lantai tadi lalu memakainya, "Noval aku pulang dulu nanti aku kesini lagi"


"Iya hati-hati dijalan" ucap Noval yang diangguki oleh Lova.


Lova berjalan keluar rumah sakit dan menelpon pak Darto agar menghampirinya. Lova memutuskan menunggu pak Darto di teras rumah sakit dan duduk di kursi yang ada di sana. Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampirinya lalu memanggil namanya, Lova menoleh dan melihat David yang sedang berdiri di sampingnya.


"Lova kau kok ada di rumah sakit siapa yang sakit atau jangan-jangan kau yang sakit?" tanya David sambil memegang kening Lova.


Lova yang mendapat pertanyaan beruntun dari David membuatnya jengah lalu menepis tangan David yang dengan lancang memegang dahinya. "Kembaranku baru mengalami kecelakaan dan dia sekarang sedang dirawat di sini"


"Kau punya kembaran?"


"Iya"


"Kenapa kau tak masuk?"


"Aku mau pulang dulu sudah ada papa yang menjaganya nanti malam mungkin ke sini lagi"


"Kalau nanti kau ke sini aku boleh ikut jenguk sekalian mau kenalan"


"Ngapain?" tanya Lova dengan nada tidak suka.


"Gakpapa siapa tau aku bisa deketin kamu lewat dia"


Lova mendadak malas untuk menanggapi obrolan David yang menurutnya tidak bermutu untung saja mobilnya sudah datang jadi Lova bisa cepat-cepat menghindar dari laki-laki tidak jelas macam David.


"Aku pergi dulu"

__ADS_1


"Hati-hati di jalan sampai ketemu nanti malam" ucap David tersenyum lebar sambil mengayunkan tangannya ke udara.


__ADS_2