CRUSH

CRUSH
Chapter 27


__ADS_3

Indy sengaja memilih pulang dengan Lova lantaran memang sepulang sekolah dirinya dan juga Aldo akan menjenguk Noval dan mereka sangat senang mendapatkan kabar bahwa Noval sudah berada di rumah. Tak henti-hentinya Indy menceritakan bagaimana perjuangannya membuat kue coklat keju dan macaron untuk Noval.


"Semoga nanti Noval suka kue buatanku" ucap Indy sedikit khawatir karena memang dirinya belum jago masak, kelas memasak juga baru saja ia ikuti mana bisa membuat makanan se-enak chef pembimbingnya.


"Pasti Noval suka kuenya kan dibuat dengan penuh cinta" ucap Lova sambil membentuk Love dengan jarinya.


Mobil sudah masuk di halaman rumah Lova disusul oleh Aldo yang membawa motor mengikuti dari belakang.


"Ayo kalian masuk" ucap Lova setelah keluar dari mobil diikuti Indy dan Aldo yang sudah memarkirkan motornya diparkiran motor rumah Lova.


Lova berjalan di depan sementara Indy dan Aldo mengikuti dari belakang, mereka diantar ke kamar Noval yang sudah dipersiapkan oleh papanya.


Pintu dibuka mereka bertiga bisa melihat Noval sedang duduk di pinggir ranjang tidur menghadap ke arah jendela.


"Noval!!" sapa Indy dengan cetar membahana.


"Hai guys, dateng juga kalian" ucap Noval sambil tersenyum lebar.


"Pasti kami datang mana mungkin teman lagi sakit gak dijengukin" ucap Aldo lalu duduk di dekat Noval sementara Indy dan Lova duduk di sofa samping ranjang tidur.


"Betul itu yang dibilang Aldo dan ini aku buatin kue spesial buat kau" ucap Indy tersenyum malu sambil memberikan kue tersebut yang ia taruh di kotak mika.


Noval menerima kotak tersebut dan melihat kue coklat yang lumer dengan parutan keju di atasnya serta macaron yang ia inginkan rasanya tak sabar untuk memakannya, "Makasih ya Indy perhatian banget sih kau"


"Jelaslah kan Indy-" ucap Aldo terpotong ketika ia melihat Indy menatap tajam kearahnya, "teman kau juga" sambungnya.


Indy memicingkan matanya menatap Aldo penuh intimidasi, untung saja tidak sampai bocor kalau hal itu terjadi Indy akan mengulek bibirnya Aldo.


Tak nyaman mendapat tatapan ganas Indy, Aldo mencoba mengalihkan pembicaraan, "Nanti si Kiano sama Dilan katanya juga mau jenguk sepulang sekolah sama satu lagi cewek namanya Anjeli kalau gak salah"


"Anjeli juga ikut?" tanya Noval.


Aldo mengangguk sebagai jawaban, "Emang Anjeli itu siapanya kau sih kok kalian akrab banget padahal bisa dibilang belum ada satu semester loh kalian kenal"


"Iya sih, menurutku karena Anjeli orangnya friendly jadi ya gampang akrab gitu" ucap Noval.


"Atau jangan-jangan kalian-" ucap Aldo memicingkan matanya.

__ADS_1


"Enggak lah tapi apa pendapat kalian kalau aku mau deketin Anjeli karena tuh anak baik dan penuh perhatian" ucap Noval yang meminta pendapat dari ketiga orang yang sekarang sedang memandangnya dengan berbagai ekspresi.


"Kau suka sama Anjeli?" tanya Indy dengan senyum getir.


"Gak terlalu sih tapi kalau aku lagi jalan sama dia bawaannya nyaman mulu" ucap Noval diakhiri dengan kekehan.


Lova berdehem lalu berdiri dari duduknya, "Kalian mau minum apa biar aku suruh Bu Marsih untuk bikinin buat kalian" tawar Lova.


"Apa aja deh Va yang penting seger, ya kan In" ucap Aldo menatap Indy yang sekarang nampak lesu.


"Iya apa aja" jawab Indy tak bersemangat.


"Yaudah aku tinggal bentar ya kalian lanjutin aja ngobrolnya" ucap Lova lalu keluar dari kamar Noval.


"Wih In kue buatanmu kayaknya enak nih boleh minta gak?" tanya Aldo untuk mencairkan suasana.


"Tanya ke Noval dong kan sekarang itu kuenya Noval" ucap Indy berusaha untuk ceria seperti biasanya.


"Tuh dengerin apa kata Indy, ini kue sekarang milikku dan kau tak boleh minta" ucap Noval sambil memeluk erat kotak yang berisi kue-kue tersebut.


"Pelit kau"


Pintu terbuka menampilkan Bu Marsih yang membawa nampan dengan empat gelas jus melon yang diikuti Lova dari belakang dengan membawa cookies untuk camilan.


Aldo lantas bersemangat karena ini yang dia tunggu-tunggu, "Terima kasih Bu Marsih udah bikinin jus melon yang segar tiada tanding"


"Sama-sama silahkan diminum Bu Marsih pamit kembali ke belakang ya" ucap Bu Marsih tak lupa dengan senyum manisnya.


"Silahkan Bu"


"Saya balik ke belakang ya, Non" ucap Bu Marsih kepada Lova.


"Iya Bu, makasih"


Bu Marsih meninggalkan kamar Noval lalu Lova kembali lagi duduk di samping Indy yang sedang menyibukkan diri dengan ponselnya. Lova dan Aldo saling pandang sambil memberikan kode satu sama lain.


"Oh iya minggu depan Indy ada kelas masak buat kue tampah kalau gak salah" ucap Lova mengawali.

__ADS_1


"Bener tuh, kemarin baru bikin tumpeng terus minggu depan bikin kue tampah, kau bilang yang dapat nilai terbaik dari chef pembimbing bakal jadi perwakilan untuk menjadi pembuat hidangan di acara tujuh belasan kan In?" tanya Aldo dengan semangat, ayolah Indy pikmi si ceria masa bisa galau berat rasanya gak pantes.


"Bener tah In?" tanya Noval dengan wajah kagum.


"Iya Val dan aku pengen banget kepilih buat jadi pembuat hidangannya nanti karena yang dipilih hanya satu dari kelas memasak ku dan penilaiannya cukup detail aku ada sedikit rasa tidak percaya diri" ucap Indy dengan jujur, walaupun dia tahu kalau dirinya kemayu tapi ada kalanya dia berada di posisi kurang percaya diri namanya juga manusia.


"Harus percaya diri dong kan ini Indy masa gak percaya sama kemampuannya sendiri, Indy yang aku kenal selalu optimis dan selalu ceria di setiap langkahnya, semangat dong In kalau kamu terpilih aku juga merasa senang tapi jika tidak kepilih juga tak apa-apa berarti belum jodohnya kau jadi pembuat hidangannya" ucap Noval yang entah kenapa membuat Indy merasa tenang dalam kegelisahan mengenai kelas memasaknya akhir-akhir ini.


Kondisi kembali membaik, Lova dan Aldo kembali tenang sekarang namun ketenangan itu tak berlangsung lama ketika pintu kamar terketuk beberapa kali.


"Masuk" ucap Lova.


Pintu terbuka di sana ada Bu Marsih yang menampakkan wujudnya, "Non, ada teman Den Noval mau jenguk"


"Oh iya Bu suruh masuk"


Kiano, Dilan dan juga Anjeli melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar Noval.


"Hai Val gimana kabarnya sekarang?" tanya Kiano yang melakukan tos tinju dengan Noval.


"Sudah berlangsung membaik walaupun kakiku masih di gips dan jalan juga harus pakai tongkat kadang juga di bantu sama Lova atau papa" jawab Noval.


Di belakang Bu Marsih menganggukkan kepalanya ke arah Lova tanda izin untuk kembali ke belakang lalu Lova juga menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.


"Noval aku sangat cemas ketika mendengar kabar kalau kamu kecelakaan" ucap Anjeli melangkah mendekat ke arah Noval dan menempatkan dirinya berdiri di samping Noval.


"Aku sudah lebih baik kok" ucap Noval sambil tersenyum. Melihat hal tersebut membuat Indy hanya diam di tempatnya, ia merasa tak suka dengan keadaannya sekarang.


"Aku bawain strawberry thumbprint cookies buat kamu, rasanya lembut dan manis" ucap Anjeli sambil memberikan kue kering tersebut yang berada di dalam paper bag.


"Terima kasih ya bersyukur banget dapat banyak kue hari ini" ucap Noval bahagia.


Dilan yang berdiri di tempatnya sambil menyilangkan tangannya di dada terlihat tak berminat menjenguk Noval jika bukan karena Kiano ia merasa ogah untuk datang.


"Kamu dapet kue dari siapa selain aku?" tanya Anjeli penasaran.


"Indy, dia yang buatin kau harus tau kalau kue buatannya juga sangat enak" puji Noval.

__ADS_1


"Benarkah kalau begitu kapan-kapan kita bisa buat kue bareng-bareng untuk Noval" ucap Anjeli menatap ke arah Indy terlihat sangat senang di tempatnya. Indy hanya menanggapi dengan senyum yang ramah.


Anjeli terus mengajak Noval berbicara terlihat Noval yang tertawa terbahak ketika membahas kegiatan mereka ketika di sekolah lalu Kiano yang ikut menanggapi dan juga sesekali Aldo juga ikut menimpali. Lova menepuk bahu Indy dan tersenyum sebagai bentuk penyemangat. Indy tak boleh murung ia harus menjadi orang yang pengertian di berbagai situasi lalu akhirnya Indy berdiri dari duduknya dan berdiri di dekat Aldo, ia memutuskan untuk ikut nimbrung dan mengeluarkan jurus celotehnya seperti biasa membuat suasana menjadi berwarna, Lova akhirnya bisa tenang sekarang patut di acungi jempol tindakan Indy yang cukup dewasa. Cemburu boleh, marah dan egois tentu jangan.


__ADS_2