CRUSH

CRUSH
Chapter 28


__ADS_3

Di ruang tamu ada Lova dan Noval yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada Lova yang sedang membaca komik sedangkan Noval sedang bermain game di ponselnya.


mereka cukup tenang di malam yang selalu sunyi hanya terdengar audio dari game yang dimainkan oleh Noval.


Karena sangat sunyi walaupun jalan umum yang tidak terlalu dekat dari rumahnya namun suara yang timbul dari megaphone penjual ubi bakar terdengar jelas di telinga mereka berdua.


Lova mengalihkan pandangannya ke arah Noval yang sekarang juga sedang menatap ke arahnya.


"Ubi bakar" ucap Noval.


"Kau mau?" tawar Lova, Noval mengangguk dengan semangat.


"Baiklah aku akan membelikannya"


Lova bangkit dari duduknya dan melangkah ke luar rumah, di sana ia melihat mini truck penjual ubi bakar tersebut berhenti di depan rumahnya. Lova bergegas untuk mendekat.


"Malam, Non Lova" sapa penjaga rumahnya, Pak Sardi.


"Malam, Pak" balas Lova.


"Mau kemana, Non?" tanya Pak Sardi sangat sopan sampai sedikit membungkukkan badannya.


"Mau beli ubi bakar"


Pak Sardi berjalan mendekati Lova, "Biar Pak Sardi yang belikan"


"Tak apa Pak, biar Lova saja" ucap Lova sambil tersenyum.


Pak Sardi membantu membukakan pagar rumah lalu Lova melanjutkan langkahnya ke arah penjual ubi bakar tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pak Sardi.


Lova mengantri bersama dengan para tetangga, ternyata lumayan banyak tetangganya yang akan membeli ubi bakar.


"Eh mbak Lova, mau beli ubi bakar juga mbak?" tanya seorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang masih balita dengan gendongan kain jarik, Lova teringat ketika ia masih kecil, ia juga sering di gendong neneknya menggunakan gendongan tradisional tersebut.


"Iya Buk Mur, si Noval yang kepengen" jawab Lova sambil menoel pipi anak Buk Mur yang sangat menggemaskan.


"Yang saudara kembarnya Mbak Lova?" tanya Buk Mur lagi.


"Iya Buk Mur" jawab Lova dengan senyuman yang manis, Buk Marsih sangat senang berbicara dengan gadis ayu di depannya ini.


"Kapan Mbak? Saya juga sebenarnya sempat dengar kabar tersebut" ucap seorang ibu berkacamata yang baru saja membayar ubi bakar miliknya.


"Baru hari ini kok Buk Lis" jawab Lova. Ia kagum dengan para tetangga yang sangat cepat mendapatkan informasi padahal Lova tak pernah ngerumpi dengan para tetangganya, tau dari mana pula mereka.


"Woalah bener jadi saya kemarin tuh denger kalau anaknya Pak Marco yang cowok bakal tinggal di sini" tambahnya lagi.


"Iya Buk benar" ucap Lova membenarkan.


"Jadi seneng kan mbak sekarang ada temannya" ucap Buk Mur dengan tawa yang bersahabat.


"Iya Buk Mur saya jadi gak kesepian" ucap Lova dengan tawanya.


"Kalau begitu saya duluan ya" pamit Buk Lis.


"Iya Bu, Monggo-monggo" ucap Buk Mur, Lova hanya mengangguk dan tersenyum.


"Saya ubi bakarnya tiga ya, Pak" ucap Buk Mur kepada penjual.

__ADS_1


"Lalu mbak-nya?" tanya penjual kepada Lova.


"Saya lima ya, Pak"


"Baik, Mbak"


Lova dan Buk Mur menunggu penjual yang sedang membungkus ubi bakar ke dalam paper bag food lalu sebuah mobil datang dan berhenti di depan rumah Lova.


Penjual memberikan pesanan mereka berdua lalu mereka membayarnya. Karena uang Buk Mur pas beliau pamit terlebih dahulu Lova pun mempersilahkannya, sementara Lova harus menunggu kembalian terlebih dahulu.


Lova memperhatikan mobil yang berhenti di depan rumahnya. Pintu mobil terbuka dan si pengendara turun. Lova memicingkan matanya untuk melihat siapa orang tersebut.


"Apa itu tamu papa ya" gumam Lova.


"Ini mbak kembaliannya" ucap penjual.


Lova menerima uang kembaliannya dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Lova berjalan mendekat dan ternyata orang itu adalah Andro, ia sedang berdiri sambil bersandar di samping mobilnya dengan senyum yang merekah.


"Malam, Lov" sapa Andro sambil melambaikan tangannya.


"Kak Andro" ucap Lova terkejut.


"Habis beli apa?" tanya Andro mendekat.


"Habis beli ubi bakar" jawab Lova.


"Saya boleh mampir?" tanya Andro harap-harap Lova akan memperbolehkannya.


"Ngapain" ucap Lova sambil memiringkan alisnya, "udah malam kak, kakak habis pulang dari kantor kan?"


"Iya terus kenapa?"


"Tapi saya pengen ngobrol sama kamu" ucap Andro manja.


"Jangan sekarang ya kak"


Andro menunduk lesu, ia sangat rindu dengan Lova dan ingin sekali menghabiskan waktunya lebih banyak dengan Lova.


Lova merasa tak enak hati tapi mau bagaimana lagi hari sudah cukup malam Andro pasti lelah ia juga tau tapi Andro tak mengerti kalau dirinya sedang memperhatikan kesehatan pria itu.


"Bagaimana kalau hari minggu kita habiskan waktu berdua" tawar Lova membuat Andro mengangkat wajahnya senang.


"Serius"


"Iya kalau kakak ada waktu"


"Ya pasti ada dong, mau kemana?"


"Kemana aja terserah kakak, aku ikut saja"


Tak terbendung lagi rasa senangnya sampai Andro memeluk Lova dengan erat. Lova membalas pelukan Andro dengan hangat.


Cukup lama sampai Andro puas baru ia mengurai pelukannya, "Besok minggu aku jemput, oke"


"Oke"


Lova merasakan kehangatan di hatinya, pria bernama Andro sudah membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Lova berdiri di luar pagar menunggu mobil Andro berjalan. Klakson di bunyikan tanda Andro akan pergi meninggalkan tempatnya. Lova melambaikan tangannya sebagai jawaban lalu Lova meninggalkan tempatnya.


Pintu terbuka, Noval melihat Lova membawa ubi rebus yang masih hangat terlihat kepulan asap yang keluar.


"Enak tuh" ucap Noval.


Lova duduk kembali sambil menaruh ubi rebus tersebut di atas meja. Noval mengambil satu dan mengupasnya terlebih dahulu begitu pun dengan Lova.


"Manis Va ubinya" ucap Noval setelah mengambil satu gigitan pada ubi miliknya.


"Iya aku suka, ubi ungu emang enak" ucap Lova.


"Oh iya Va besok minggu aku mau jalan-jalan keluar sama Indy"


Lova memandang cepat ke arah Noval setelah Noval menyelesaikan ucapannya, "Serius"


"Seriuslah aku rencananya mau ajak kau juga"


"Aku" ucap Lova sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iyalah kau tau aku masih butuh kau dan juga aku gak mau terlalu ngrepotin Indy"


"Gakpapa sih tapi-"


"Tapi kenapa?"


Lova berpikir sejenak, "Gakpapa nanti aku temani"


"Makasih ya" ucap Noval terlihat senang.


Tak apa lah hari minggunya bersama Andro bisa diundur, nanti Lova akan mengabari.


"Indy tuh anaknya seru juga yah" ucap Noval.


"Iya walaupun kita baru dekat ternyata Indy orang yang bersahabat"


"Gak salah kita temenan sama dia"


"Oh iya Val aku mau tanya soal Anjeli"


"Anjeli" ucap Noval heran.


"Iya, hum, kau sama Anjeli pacaran ya"


Noval berhenti mengunyah ubinya melihat Lova dengan ekspresi malas, "Enggak Va"


"Oh kirain kau pacaran sama dia"


"Emang kelihatannya gimana aku cocok gitu sama Anjeli"


"Ya gak tau aku"


"Aku kan udah move on sama Dilan menurutmu kalau aku coba buka hati buat Anjeli gimana?" tanya Noval.


"Hum,, gak tau ya" jujur Lova tak tau harus menjawab apa.


"Kau gak seru"

__ADS_1


Noval kembali memakan ubinya, andai Lova bisa memberitahu kalau Indy suka sama Noval pasti udah ngomong dia dari kemarin-kemarin tapi lebih baik kalau Indy langsung yang memberitahu. Dipikir-pikir lama-lama jadi pusing ia juga gak tau masalah cinta lebih baik ia diam saja dari pada salah.


__ADS_2