
Hari ini Andro mendapatkan klien yang cukup perfeksionis dari segala aspek, Leo yang ikut meeting hanya bisa mengelus pelipisnya. Andro ini adalah pemilik perusahaan kosmetik yang sangat terkenal tak heran kalau dirinya sering dikabarkan dekat dengan para model yang menjadi bintang iklan untuk produknya.
Selesai meeting, Andro dan Leo pergi ke luar ingin makan siang di Cafe yang tak jauh dari kantornya.
"An nanti malam ikut ke luar enggak?" tanya Leo.
"Kemana?" tanya Andro balik.
"Ke bar yang baru buka itu deket tempat nongki kita waktu SMA" jawab Leo.
"Enggak, gue udah aja janji"
"Pasti sama dedek gemes kan" tebak Leo.
"Gak suka lo" ucap Andro sewot.
"Biasa aja kali" ucap Leo lalu meneruskan memakan makanannya.
Saat sedang menikmati makan siang mereka, tiba-tiba ada satu wanita berbaju seksi berjalan mendekat ke meja mereka.
"Hai" sapanya.
"Halo, ada apa ya?" tanya Leo.
"Hum, kamu Leo kan" ucap wanita itu.
"Kok kamu tau?" tanya Leo penasaran.
"Aku Lidya masa kamu gak inget"
Leo nampak mengingat-ingat wanita yang berdiri di depannya ini. "Kamu Lidya ketua cheerleaders populer SMA Atmajaya" tebak Leo.
"Yap" ucap wanita itu.
"Wah gak nyangka makin cantik aja kamu" puji Leo.
"Masa sih kayaknya biasa aja" ucap Lidya dan mengalihkan pandangannya ke arah Andro, "Kamu Andromeda kan" ucapnya.
Andro hanya mengangguk.
"Ya ampun gak nyangka kita bakal ketemu disini" ucap Lidya dengan gembira.
"Gabung sini kalau kamu mau" tawar Leo.
"Gakpapa nih aku gabung sama kalian" ucap Lidya.
__ADS_1
"Gakpapa ya kan An, udah kamu duduk aja"
Lidya pun ikut duduk bergabung bersama Andro dan Leo, Lidya juga memesan makan dan minum untuk dirinya.
"Udah berapa lama ya kita gak ketemu ya" ucap Lidya membuka percakapan.
"Kayaknya udah lama banget deh terakhir kita ketemu waktu perpisahan SMA nggak sih" ucap Leo.
"Bener banget" jawab Lidya.
"Sekarang kesibukan kalian apa?" tanya Lidya.
"Aku sih cuma ngikut Andro tau sendiri lah dia sesibuk apa pasti butuh gue di sampingnya" ucap Leo percaya diri.
"Gak salah lagi secara kan Andro terkenal sebagai sosok pebisnis sukses pasti sibuk banget, btw kamu udah ada pacar belum kan bisa aja saking sibuknya sampek gak kepikiran buat cari cewek" ucap Lidya.
"Andro mah gak usah ditanya lagi, siapa sih yang gak mau sama dia" ucap Leo.
"Ya juga sih secara kan Andro tampan"
"Aku gak kalah tampan kali jangan Andro aja yang dipuji" protes Leo.
"Ya deh kamu juga tampan tapi beneran aku pengen tau Andro, kamu udah punya cewek apa belum sih?" tanya Lidya benar-benar ingin tahu.
"Saya sudah calon" jawab Andro.
"PDKT aja belum kelar udah main panggil calon aja lo" protes Leo.
"Siapa? Temen SMA, temen kuliah atau para model yang sering seliweran di berita yang kabarnya deket sama kamu?"
"Enggak ketiganya" jawab Andro.
"Seleranya Andro yang unyu-unyu gemesin gitu udah gak kayak dulu yang suka cewek-cewek montok" ucap Leo diakhiri gelak tawa.
"Kalau kamu pengen tahu nanti saya bakal kenalin, temen-temen yang lain juga belum ada yang tahu, apa gue bikin pesta perkenalan cewek gue ya" ucap Andro.
"Jangan dia masih kecil nanti banyak berita yang enggak-enggak, gue kasian sama dedek gemes" ucap Leo gak setuju.
Kalau dipikir-pikir bener juga apa kata Leo, akhirnya Andro mengurungkan niatnya untuk memperkenalkan Lova kepada teman-temannya.
Lidya hanya mampu menyimak dengan diam, ia jadi penasaran perempuan macam mana yang sudah bikin Andro luluh.
Di lain tempat ada Lova yang sedang berkunjung ke rumah Indy. Indy memintanya agar memilihkan pakaian yang akan ia kenakan nanti malam.
"Bantuin aku dong" ucap Indy.
__ADS_1
Lova pun mendekat ke arah lemari Indy yang besar dan luas, banyak sekali dress, atasan dan juga celana mahal yang terpajang disana sangat bagus dan mewah lalu kenapa Indy terlihat sangat kebingungan.
"In bajumu itu banyak pilih lah satu yang menurut kau nyaman waktu di pakai nanti malam" ucap Lova.
"Aku bingung" ucap Indy manja.
Lova pun mengambil tiga pilihan untuk di berikan kepada Indy. Ada dress simpel selutut lengan pendek, celana jeans dengan sweater dan rok mini dengan atasan kaos dan jaket.
"Di antara ketiga ini pilih salah satu" ucap Lova sambil menaruh pakaian tersebut ke atas kasur.
Indy pun melihatnya dengan serius, "Hum, kalau dress kayaknya gak cocok deh, pilihan kedua terlalu simpel gak sih terus yang ketiga menurutku oke juga. Yaudah aku pilih yang ketiga" ucapnya pasti.
"Mau di bantuin apalagi mumpung aku masih ada disini" tawar Lova.
"Bantuin aku pilih aksesoris ya" ucap Indy.
Lova langsung menurutinya, dibawalah dia ke tempat rias Indy. Disana berjejer aksesoris bling-bling yang menyilaukan mata.
Lova pun memilih yang sekiranya cocok untuk dipasangkan dengan outfit yang sudah dipilih oleh Indy dan pilihannya jatuh kepada bando merah senada dengan rok yang akan dikenakan Indy, anting berbentuk geometric, kalung dengan liontin mini terlihat simpel tapi elegan dan jam tangan kulit.
"Pilihanku ini, menurut aku cocok gak terlihat biasa tapi juga gak berlebihan kalau dipakai ke pasar malam" ucap Lova.
"Makasih ya Va, terus kau sendiri gimana?" tanya Indy.
"Aku mah gampang"
"Gini ya rasanya mau kencan sama orang spesial" ucap Indy sambil membayangkan dirinya dan Noval menaiki wahana bersama, makan gulali dan bermain tangkap ikan.
"Kencan?" tanya Lova bingung.
"Udah anggep aja kencan, aku sama Noval kau sama kak Andro"
Lova hanya mengiyakan tanpa mau berdebat lagi. Sekitar pukul 16.00 Lova pamit pulang dirinya juga butuh mempersiapkan diri untuk bertemu Andro nanti malam. Walaupun dari tadi Lova hanya terlihat santai seperti di tepi pantai tapi gak tau aja kalau Lova juga excited sama halnya dengan Indy namun Lova berusaha menutupinya saja dirinya merasa malu sendiri kalau membayangkan gak kayak Indy yang bisa terang-terangan menampilkan ekspresinya.
Sampai di rumah ia melihat rumah begitu sepi. Kalau Bu Marsih pasti lagi siap-siap mau pulang tapi kalau Noval gak biasanya dia tak menampakkan wujudnya. Akhirnya Lova mendatangi kamar Noval dan mengetuk pintunya beberapa kali.
"Noval" panggil Lova.
"Iya Va"
"Tumben kau di dalam biasanya aja sore gini nonton televisi kau" ucap Lova yang masih berada di luar kamar.
"Gakpapa lagi sibuk aja kau jangan masuk ya privasi" ucap Noval yang membuat Lova heran. Sejak kapan Noval punya privasi biasa juga diumbar-umbar.
"Oke, terserah kau saja"
__ADS_1
Lova pun tanpa ambil pusing langsung pergi menuju ke kamarnya tanpa ia tahu Noval yang berada di dalam sedang sibuk mengobrak-abrik isi lemari untuk memilih pakaian yang akan di kenakannya nanti malam.