
Minggu pagi Lova mengajak Noval untuk berkunjung ke rumah nenek, ia ingat kalau mau mengambil sesuatu disana. Kebetulan tak ada jadwal kegiatan apapun di hari minggu ini maka Lova akan kerumah neneknya sekarang.
Mereka berdua berada dalam satu mobil di antar Pak Darto sesampainya disana ia bertemu dengan Pak Muklis selaku orang yang merawat rumah neneknya.
"Selamat datang Non Lova" sapa Pak Muklis.
"Terima kasih Pak"
"Non Lova ada keperluan apa datang kemari?" tanya Pak Muklis.
"Saya ingin mengambil barang saya pak yang ada disini" jawab Lova.
"Kalau begitu silahkan Non pintu tidak dikunci karena tadi saya habis bersih-bersih di dalam"
"Baik pak"
Lova dan Noval akhirnya masuk ke dalam rumah. Rumah tradisional yang terjaga rapi.
"Bagus ya rumahnya" puji Noval.
"Val aku mau ke kamar nenek dulu barang yang akan aku ambil ada disana" ucap Lova.
Noval mengangguk, ia memilih untuk melihat-lihat isi rumah karena ini pertama kali Noval datang kesini.
Di dalam kamar neneknya, Lova langsung membuka lemari baju dan benar dugaannya kalau dress yang ia cari ada disana. Dress ini adalah pemberian neneknya semasa beliau masih hidup. Beliau pernah berkata bahwa dirinya ingin Lova memakai dress tersebut ketika sudah besar karena dress itu adalah jahitan neneknya sendiri khusus untuk Lova.
Dress berlengan sabrina dengan panjang sampai di bawah lutut berwarna biru muda bermotif bunga mawar biru tua. Rencananya Lova akan memakainya ketika berada di Raja Ampat nanti. Dengan hati-hati dirinya melipat dress tersebut dan memasukannya di tas kain yang ia bawa. Setelah itu ia keluar dari kamar neneknya menemui Noval.
"Val udah nih mau jalan-jalan sebentar disini?" tawar Lova.
"Boleh" jawab Noval.
Mereka berdua menghabiskan waktu disana sampai sore tiba baru mereka pulang ke rumah.
..._...
Rabu pagi pesawat Andromeda dan Lova berangkat menuju Papua. Butuh waktu sekitar lima jam untuk mereka sampai di Provinsi tersebut. Di dalam pesawat Andro nampak lelah dilihat dari raut wajahnya sebab semalaman ia tak bisa tidur lantaran memikirkan hari yang sudah lama ia tunggu-tunggu alhasil selama berada di pesawat Andro hanya tidur di bahu Lova sedangkan Lova ia manfaatkan waktu di pesawat dengan membaca buku juga mendengarkan musik. Sekitar pukul 10.00 mereka sampai di Bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Disana mereka langsung menempuh perjalanan kembali menuju Raja Ampat via laut. Tak dapat di pungkiri bahwa keindahan alam yang berada disana sangat memanjakan mata.
__ADS_1
Sampai di Raja Ampat mereka berdua memutuskan untuk istirahat sebentar di Villa. Di dalam kamarnya Lova merebahkan tubuhnya di atas kasur karena merasa capek akibat perjalanan jauh tak terasa dirinya tertidur pulas begitu juga dengan Andro, di kamarnya Andro juga kembali melanjutkan tidurnya sebelum ke tempat wisata.
Sekitar pukul 15.00 Andro dan Lova berangkat dari Villa menuju Piaynemo Raja Ampat. Sampai di lokasi mereka berdua langsung bisa naik ke puncak bukit Piaynemo. Pantas jika disebut sebagai Top View of Piaynemo karena di atas sana mereka bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Mereka bisa melihat Gugusan Karts di tengah laut biru yang jernih.
Hamparan laut yang luas memberikan kesan indah di hati Lova dan tak akan pernah ia lupakan tempat yang baginya adalah surga dunia.
"Kamu suka?" tanya Andro sambil memeluk pinggang Lova dari belakang.
"Suka banget" jawab Lova masih melihat hamparan air yang sangat jernih di depan matanya.
Andro mengecup sekilas pundak Lova yang terekspos lalu menikmati pemandangan di hadapannya. Saat ini memang hanya ada mereka berdua di atas bukit Piaynemo sengaja memang karena Andro ingin berada disana hanya dengan Lova karena itu Andro memesan tempat itu untuk dua jam ke depan khusus untuknya dan juga Lova karena Andro ingin menikmati moment hanya berdua saja dengan seseorang yang sangat spesial di hatinya.
Andro membalikkan tubuh Lova agar berhadapan dengannya, "Lov aku ingin kau tau sesuatu"
"Apa itu kak?"
Andro meraih kedua tangan Lova lalu mengecupnya sekilas di genggamnya dengan erat.
"Lova saya sungguh cinta sama kamu. Tulus. Saya memang belum menyatakan cinta secara benar dan dikesempatan kali ini izinkan saya untuk melakukannya"
Lova menatap mata Andro dengan intens. Ia dapat melihat kesungguhan disana dan juga Lova tahu arah pembicaraan Andro sekarang.
Lova mendadak bisu yang mampu ia lakukan hanya meneteskan air mata kebahagiaan. Genggaman Andro di tangannya tak kalah erat ia genggam lalu Lova menganggukkan kepala sebagai pertanda bahwa ia bersedia menjadi kekasih Andro.
Andromeda sangat senang hingga memunculkan senyuman yang merekah di wajahnya. Di kecupnya kening Lova lama lalu beralih menatap wajah Lova.
"I Love you" ucap Andromeda.
"I Love you too" balas Lova.
Sungguh debaran di jantung mereka tak dapat dipungkiri jika mereka sedang dilanda rasa bahagia.
Andro memeluk erat pinggang Lova dan Lova mengalungkan tangannya ke leher Andro lalu mereka berciuman dilatari pemandangan yang sangat luar biasa indah sangat romantis bukan. Ciuman mereka cukup lama sampai mereka melepaskannya dan menatap satu sama lain.
"Kamu Crush aku ketika kita pertama kali bertemu, terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku" ucap Andro.
..._...
__ADS_1
Di taman wisata yang berada di kotanya Noval sedang berdiri menunggu kehadiran seseorang yaitu Indy. Dengan membawa sepuluh tangkai bunga Peony di tangannya dengan pakaian Formal dirinya benar-benar terlihat seperti seorang pria dewasa yang akan melamar seseorang.
Dari kejauhan ia bisa melihat Indy dengan dress pink berjalan mendekat ke arahnya, terlihat anggun. Sampai keduanya berhadapan mereka hanya bisa tersenyum canggung lantaran gugup bertemu satu sama lain.
Noval berdehem, "Kamu cantik"
Indy yang mendapat pujian dari Noval tak hentinya untuk tersenyum, "Terima kasih. Kamu juga sangat tampan"
Noval pun memberikan bunga yang ia bawa kepada Indy, "Bunganya cantik untuk seseorang yang cantik, bukan hanya cantik parasnya tapi juga cantik hatinya"
Indy menerima bunga tersebut dengan bahagia, "Terima kasih"
Noval meraih satu tangan Indy. Di genggamnya tangan tersebut dan satu tangannya yang lain mengelus lembut pipi Indy, "Indy setelah berpikir panjang aku memantapkan hati untuk menghadapi hari ini karena aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu"
Indy memperhatikan dengan seksama.
Di pegangnya kedua tangan Indy, "Kamu baik, kamu cantik, kamu ceria dan kamu manis. Indy jika aku berkata kalau aku ingin jadi pacar kamu apa kamu bersedia menerimanya"
Di tempatnya Indy dibuat mematung, "Kamu serius?"
Noval Mengangguk mantap.
"Aku sebenarnya juga menginginkan hal yang sama"
Noval tak bisa lagi menahan senyuman di bibirnya, "Kalau begitu, Kharisma Indy apa kamu mau jadi pacar aku?"
Indy menatap wajah Noval dengan senyum bahagia. "Aku mau"
Begitu senangnya Noval mendengar jawaban dari Indy membuatnya langsung mengecup kening Indy, "Terima kasih"
Indy juga sangat bahagia bisa bersama seseorang yang sangat ia cintai.
Noval mengangkat tubuh Indy lalu memutarkan badannya, "I'M HAPPY!!"
Indy pun berteriak karena ulah dari Noval kemudian Noval kembali membawa Indy di hadapannya dan menatap wajah cantiknya dengan rasa yang bahagia.
"Noval apa kamu tau kalau kamu Crush aku saat pertama kali aku bertemu denganmu, Terima kasih karena kamu sudah menerimaku menjadi bagian dari hidupmu"
__ADS_1
Noval sangat terenyuh mendengar ucapan Indy. Ia pun memeluknya dengan hangat di sore hari yang cerah dihiasi burung walet yang terbang berbaris membentuk Love.
...End...