
Hari sudah menjelang sore namun Noval tak juga kunjung pulang. Di telfon juga tidak di angkat membuat Lova cemas. Lova mondar-mandir di depan teras dengan pikiran yang sudah melayang kemana-mana.
"Masa periksa gitu aja sampai sore gini sih, apa aku susul ke rumah sakit aja ya" gumamnya.
Ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk dan saat melihat ke arah layar ternyata papanya yang menelpon membuat Lova kalang kabut, papanya pasti ingin tahu kondisi Noval udah beliau di luar negeri kalau Lova bilang sejujurnya pasti papanya tak akan tenang disana.
Lova menghembuskan nafasnya pelan lalu mengangkat panggilan tersebut, "Halo pa"
Terdengar helaan nafas di seberang sana, "Akhirnya kamu angkat juga kemana sih kamu kok lama banget ngangkatnya papa cemas kamu masih sakit?"
"Enggak kok pa udah sembuh" jawab Lova.
"Syukurlah terus Noval sendiri gimana keadaannya?"
"Hum, Noval baik kok pa progres penyembuhannya juga lumayan bagus jadi papa gak perlu khawatir" ucap Lova dengan kaki yang gemetar.
"Coba papa mau ngomong sama Noval dari tadi papa hubungi dia gak diangkat papa khawatir"
"Noval lagi gak di rumah pa" ucap Lova hati-hati sambil memejamkan matanya takut dan berpikir alasan yang logis untuk menjawab pertanyaan selanjutnya.
"Kemana dia?" tanya Pak Marco.
"Noval lagi di rumah temen pa mau minjam buku katanya" jawab Lova terjeda di setiap katanya.
"Kamu gak lagi bohong kan sama papa" terdengar nada curiga disana.
"Enggak kok katanya sih mau cari referensi buat bikin tugas sekolah gitu aku juga kurang jelas nanti kalau Noval udah pulang aku pasti suruh dia buat nelfon papa langsung mungkin sekarang ponsel Noval lowbat kali" ucap Lova.
"Kamu ada benarnya juga, kalau semua gak ada apa-apa papa jadi tenang kerja disini"
"Iya pa, papa gak usah khawatir, kami disini baik-baik aja kok"
"Yasudah kalau gitu papa tutup telponnya soalnya mau ada tamu, bye sayang"
"Bye pa"
Akhirnya Lova bisa bernafas dengan lega tapi tunggu dulu kepanikan masih jelas berada di wajah Lova karena keberadaan Noval pun dia tak tahu. Masih di rumah sakit kah atau udah pindah di tempat lain dia gak tahu.
Terlihat Pak Sardi membukakan gerbang untuk seseorang dan ketika diamati yang datang adalah Indy dengan sepedanya menatap cemberut ke arah Lova.
"Indy" ucap Lova lalu berjalan mendekati Indy.
"Va" panggilnya terdengar merajuk.
__ADS_1
"Kenapa kau?" tanya Lova penasaran.
"Mana Noval aku mau ketemu" ucap Indy dengan nada kesal.
"Gak bisa Noval gak ada di rumah"
"Kemana dia?" kali ini Indy bertanya dengan nada tak biasa, "kencan sama Anjeli"
"Maksudnya?" tanya Lova tak mengerti.
"Iya tadi pulang sekolah aku dan Aldo ketemu sama Noval dan Anjeli di restoran kita makan bareng disana dan kau tau Anjeli genitnya minta ampun bikin aku mau muntah" ucap Indy masih dengan wajah yang sebal.
"Tunggu dulu jadi Noval udah keluar dari rumah sakit?" tanya Lova yang membuat Indy jadi bingung.
"Kenapa sih kok kau malah bingung"
"Noval belum balik dari tadi siang aku taunya dia mau check up aja udah gitu doang sampai sekarang gak ada kabar loh dia aku jadi cemas" ucap Lova panik.
"Lagi jalan-jalan kali sama Anjeli" ucap Indy asal.
"Tapi dia kok gak ngomong apa-apa sih udah tau jalannya belum bener masa udah jalan-jalan aja"
Lova mencoba menghubungi Noval lagi namun panggilannya juga tak kunjung dapat balasan padahal posisinya ponsel Noval dalam keadaan aktif.
Lova berdecak dan menghela nafas berkali-kali. "Kau ini kemana gak pulang-pulang" ucap Lova geram sendiri.
"Coba tanya Dilan mereka kan satu kelas" usul Indy.
Lova pun segera menghubungi Dilan dan meminta alamat Anjeli dan syukurnya Anjeli tahu membuat Lova menjadi lega. Setelah mendapatkan alamat Anjeli mereka berdua langsung menuju kesana diantar Pak Darto.
Sesampainya di rumah Anjeli mereka berdua bisa melihat Noval ada disana sedang bermain dengan anak kecil yang kemungkinan adiknya Anjeli.
Dari dalam Noval melihat saudaranya sedang berdiri di depan pagar rumah Anjeli sedikit terkejut dan langsung menghampirinya.
"Lova" ucap Noval sambil membuka gerbang rumah Anjeli.
"Ya ampun Val ternyata kau disini aku kalang kabut mikirin keadaanmu, kau susah dihubungi tahu gak, ponselmu kemana sih" ucap Lova marah karena khawatir.
"Ponselku ada di dalam mobil, maaf Va" ucap Noval merasa sangat bersalah.
"Kalau mau main aku gak larang tapi tolong kabari aku atau bisa telfon ke rumah kan, aku tuh cemas Val. Papa tadi juga nanyain kau untung aku bisa cari alasan"
"Iya deh maaf"
__ADS_1
Tak lama Anjeli datang menghampiri, "Eh ada Lova sama Indy juga, maaf ya Va aku yang salah udah ngajakin Noval buat main ke rumahku jangan marah ya" ucap Anjeli yang terlihat biasa saja tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Ayo Val kita pulang kau itu udah gede bukan anak TK kaki aja jalan belum bener udah bikin panik aja sok-sok.an main" ucap Lova yang tiba-tiba geram setelah melihat kemunculan Anjeli.
"Ayo In masuk mobil biar dia masuk sendiri ke mobilnya udah bisa jalan sendiri dia. Main aja udah bisa masa jalan mobil sendiri aja gak bisa" ucap sinis Lova.
"Ayo Val aku bantu" tawar Anjeli.
Hendak ingin menerima tawaran Anjeli Lova langsung menyindir membuat Noval menolak tawaran Anjeli, "Malu udah bisa main masa jalan masih di bantu"
Ini adalah pertama kalinya Lova marah padanya, "Makasih aku bisa sendiri" ucap Noval takut membuat Lova tambah marah kalau dia menerima bantuan Anjeli.
Dari dalam mobil Lova bisa melihat kalau Pak Agus yang membantu Noval berjalan masuk ke dalam mobil membuat Lova sedikit tenang.
Sampai di rumah Lova benar-benar tidak mau bicara sepatah katapun dengan Noval. Beberapa kali Noval mencoba membuka percakapan tapi tak ada yang digubris oleh Lova. Indy yang masih berada disana ikut merasa tidak enak dengan suasana mencekam kali ini. Dirinya juga kali pertama melihat Lova yang sedang marah.
"Maaf Va, maafin aku jangan marah gitu dong aku ngaku salah maaf banget" ucap Noval duduk bersimpuh sambil memegangi tangan Lova.
"Telfon papa, beliau khawatir jangan lupa bilang kalau kau habis pinjem buku di rumah temen buat referensi tugas" ucap Lova masih terdengar dingin.
Noval pun menuruti semua yang di bilang Lova. Setelah selesai berbicara dengan papa lewat telepon Noval kembali merengek agar dimaafkan oleh Lova.
"Kenapa main gak kasih kabar kau marah sama aku karena gak bisa ngantar check up, mentang-mentang Anjeli yang antar kau pulang ke rumahnya gak pulang kesini kau tau motornya aja masih ada disini dia gak butuh lagi apa"
"Tadinya cuma mau main bentar tapi gak kerasa kalau udah sore"
"Gitu ya, deket banget kau sama Anjeli pacaran kalian?"
"Enggak kok"
"Kau suka sama Anjeli"
"Hum, gak tau"
"Aku kasih tahu ya Val sebenarnya ada cewek yang suka sama kau udah lama tapi kau nya aja yang gak sadar"
Indy yang berada di depannya langsung terbatuk karena ludah sendiri.
"Siapa?"
"Cari tau sendiri lah ngapain nanya-nanya sama aku" ucap Lova lalu berdiri dari duduknya dan melenggang menuju ke kamar.
Noval langsung menatap ke arah Indy, "In bantuin aku bujuk Lova dong" ucap Noval memelas.
__ADS_1
Sebenarnya Indy tak tega tapi mau bagaimana lagi dia juga kesal dengan Noval sebenarnya dia tadi datang mau marah sama Noval dan berniat untuk mengungkapkan perasaannya tapi kalau udah begini lebih baik cari aman sajalah, "Maaf Val aku gak bisa bantu udah ya aku pamit mau pulang"
Indy pun bergegas pulang ke rumah sementara Noval masih meratapi nasibnya yang menyedihkan.