CRUSH

CRUSH
Chapter 48


__ADS_3

Dari arah dapur Lova hendak akan pergi ke kamarnya namun saat menaiki tangga pintu rumahnya terbuka menampilkan sosok Noval yang nampak lesu.


Lova pun menghampirinya, "Kenapa?"


Noval hanya menggeleng lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


"Aneh" ucap Lova lalu melangkahkan kaki menuju kamarnya.


Lova duduk di sofa sambil mengamati langit dari jendela kamar tidurnya ia berpikir tentang hubungannya dengan Andromeda. Tiba-tiba Lova merasa tak percaya diri bisa bersanding dengan seorang pria dewasa yang hampir sempurna seperti Andro.


Lova merasa ingin sekali curhat tentang masalah ini tapi mau curhat kepada siapa Lova bingung tak mungkin ia meminta saran kepada teman-temannya karena mereka sama-sama masih minim akan persoalan suatu hubungan asmara.


Lalu teringat akan Sella sekretaris yang statusnya juga sahabat Andro. Lova mendekat ke arah laci ia ingat kalau menaruh kartu nama yang diberikan oleh Sella disana.


Lova merasa lega ketika menemukan kartu nama Sella dan tanpa berlama-lama ia pun menghubungi nomor yang tertera dalam kartu tersebut.


"Halo" suara Sella terdengar saat sambungan terhubung.


"Hai kak aku Lova kakak masih ingat kan" ucap Lova.


"Tentu bagaimana aku bisa lupa kalau ketemu Andro pasti keinget sama kamu, btw ada apa nih kamu ngehubungi aku"


"Aku mau ketemu sama kakak aku mau curhat sesuatu" ucap Lova.


"Tentang Andro?"


Lova menghembuskan nafas, "Iya, kakak bisa?"


"Bisa, kapan?"


"Besok sore jam kakak pulang kantor di Cafe Kenangan"


"Oke"


Setelah menghubungi Sella, Lova merasa bebannya sedikit luruh. Akhirnya ia bisa curhat masalah asmara dengan seseorang yang menurutnya pas dijadikan sebagai wadah curhat.


Di lain tempat ada Indy yang menangis dalam diam di dalam kamar. Ia juga sama dengan Lova entah mendadak menjadi tidak percaya diri untuk bisa bersanding dengan seseorang yang ia cintai.


Indy mengusap air matanya yang basah di pipi dan berjalan mendekati jendela. Ia bisa melihat sepasang tupai berada di dahan pohon sedang mengupas kacang ia tersenyum miris melihat kedua tupai tersebut yang nampak romantis di matanya.


Suara dering ponselnya yang berada di atas meja mengalihkan perhatiannya dari sepasang tupai yang ia amati. Indy mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk dari seseorang tanpa ia lihat terlebih dahulu siapa yang sedang menelponnya.


"Halo" ucapnya.

__ADS_1


"Halo Indy"


Suara tersebut adalah suara Noval ia nampak terkejut lalu melihat nama yang tertera di layarnya seketika ia merutuki kebodohannya saat mengangkat telepon tersebut tanpa tahu siapa yang sedang menghubunginya.


"Oh kau ternyata" ucap Indy parau.


"Kamu habis nangis?" tanya Noval tak enak hati.


"Enggak kok" jawab Indy.


"Aku minta maaf ya pertemuan kita jadi kacau tadi" ucap Noval sangat merasa bersalah.


"Enggak kok mungkin waktunya memang tidak tepat aja" ucap Indy.


"Bagaimana kalau kita atur ulang pertemuan kita" tawar Noval.


"Tidak perlu sebenarnya juga sesuatu yang ingin aku bahas tidak terlalu penting kok" ucap Indy.


"Tapi In-"


"Sudah ya Val aku mau keluar sama keluarga aku" bohong Indy.


Indy langsung memutuskan panggilannya ia tak tahan untuk tidak menangis kembali. Dadanya rasanya sesak sekali.


Sekarang ada dua gadis yang sedang dilanda kesusahan hati karena seorang lelaki. Mungkinkah masalah mereka bisa terselesaikan dengan bahagia kita juga tidak tahu.


"Pantas saja akhir-akhir ini perempuan bernama Lidya sering kali mengunjungi kantor tak tahunya ia ingin mendekati Andro" ucap Sella.


"Bagaimana kak, aku udah bilang sama Kak Andro kalau Lidya ingin merebutnya dari ku tapi Kak Andro gak percaya" ucap Lova sedih.


"Gak bisa dibiarin kamu tenang aja aku sama Leo akan bantu kamu, kamu gak perlu khawatir, kamu yang sabar ya" ucap Sella.


Lova tertunduk lesu. Mau sampai kapan akan seperti ini terus ia juga ingin berada di titik bisa mendapat jawaban untuk hubungannya dengan Andro jika tidak bisa bersama lagi Lova juga tak masalah asalkan dia tidak berada di posisi sulit seperti ini.


"Lova kita jalan-jalan bentar yuk ke Mall deket sini untuk refreshing" ajak Sella.


"Aku gak mood kak" ujar Lova.


"Udah ikut aja biar kamu gak terlalu sumpek mikirin Andro"


Lova pun akhirnya menyetujui untuk ikut bersama Sella tidak membeli apapun hanya sekedar berkeliling melihat barang-barang yang berjejer di etalase toko itu adalah hal yang sangat menyenangkan.


"Kamu mau beli ice cream?" tawar Sella.

__ADS_1


"Boleh kak"


Mereka berdua pun membeli ice cream untuk teman mereka saat berkeliling di mall ini. Lova sedikit bisa rileks. Mungkin apa kata orang benar kalau lagi sumpek jalan-jalan adalah obatnya tapi tidak untuk waktu yang lama lantaran Lova melihat Andromeda sedang berada di toko perhiasan bersama seorang wanita, ia pun memberi tahu Sella tentang apa yang ia lihat.


"Kak lihat deh kemarin Lidya tuh dia sama siapa lagi" ucap Lova kini matanya sudah memerah lantaran menahan tangis.


"Ya ampun Andro" ucap Sella sambil geleng-geleng kepala.


Seketika Lova langsung berlari meninggalkan tempatnya meninggalkan Sella yang meneriaki namanya. Disisi lain Sella yang geram langsung menghampiri Andro.


"An" ucapnya sambil menepuk bahu Andro.


"Eh Sel biasa aja dong lo kok marah gitu kenapa karena tadi gue marahin di kantor lo kan tahu kalau masalah kantor jangan di bawa di luar kalau udah bukan jam kantor kita ini temen kan maaf deh" ucap Andro.


"Bukan itu, tuh cewek siapa?" tanya Sella sambil menunjuk sosok yang dimaksud dengan dagunya.


"Oh ini Alice yang akan jadi model buat produk baru kita" jawab Andro santai.


Wanita bernama Alice hanya tersenyum, "Pak Andro makasih ya hadiahnya saya mau pulang dulu" ucapnya lalu mengecup pipi Andro sekilas sebelum meninggalkan mereka berdua yang terpaku sesaat karena ulah Alice.


"Andro" ucap Sella yang akan marah.


"Tunggu dulu gue juga gak tau kalau bakal di cium sama dia" ucap Andro terlihat panik.


"Astaga, untung Lova gak lihat"


"Lova?" ucap Andro bingung.


"Iya gue tadi kesini sama Lova dia lihat kau sama si Alice itu terus dia pergi sampai nangis parah lo, An" ucap Sella.


"Kau jangan bohong"


"Ngapain gue bohong denger ya tadi si Lova habis curhat sama gue tentang Lidya emang dasar lo gak punya otak lo gak lihat kalau Lidya itu emang mau deketin lo selama dia berkunjung ke kantor gue bisa ngerasain emang lo enggak"


"Masa sih"


"Asal lo tahu ya dari jaman SMA tuh anak emang udah naksir sama lo ati-ati mangkanya lo itu udah punya Lova atau jangan-jangan lo cuma mau main-main aja sama Lova ya" ucap Sella memicingkan matanya.


"Ya enggak lah gue serius kali sama Lova"


"Jangan bikin anak orang sedih apa lagi Lova dia anak baik tau enggak jangan sampai nyesel karena udah melepas cewek sebaik Lova"


"Gue harus apa dong sekarang" ucap Andro linglung.

__ADS_1


Sella menghembuskan nafasnya kasar, "Lebih baik lo samperin Lova mungkin dia pulang ke rumah"


Andro mengerti dan bergegas menuju ke rumah Lova.


__ADS_2