
Gemuruh dari langit terdengar, kilatan-kilatan petir tersorot di depan mata, badai di malam hari membuat Noval tidak bisa tidur apalagi tadi habis bertengkar dengan mamanya, membuatnya gelisah namun ia berfikir kembali dengan apa yang sudah ia lakukan dan menurutnya itu benar. Memang salah jika kita kurang ajar terhadap orang tua apalagi mama tapi karena sikap mamanya yang berniat memisahkan dirinya dengan Lova wajar saja kalau dia marah dan mamanya salah karena membenci anaknya sendiri walaupun bukan beliau yang merawatnya biar bagaimanapun Lova tetaplah anaknya. Di lihatnya dua tas berbeda yang berada di atas meja yang isinya adalah kue. Yang satu dari Indy yang satu lagi dari Anjeli. Noval sudah mencicipi keduanya menurutnya keduanya enak namun kue macaron buatan Indy sangat terkesan membuatnya ingin makan terus.
"Lain kali aku akan minta Indy buat bikin lagi" ucapnya sambil memakan macaron. Teringat akan Indy ia jadi penasaran kenapa Dilan sangat membenci Indy. Setiap yang berada pada Indy selalu membuat Dilan marah.
Noval akan mencari tahu semuanya karena ia sangat penasaran dan pada waktu mereka berlibur ke rumah Pak Darto. Noval pernah melihat Dilan dan Kiano sedang membahas sesuatu dan ia dengar nama Indy disebut, keduanya sangat serius ketika berbicara malah seperti sedang bertengkar membuat Noval curiga.
Keesokan harinya ia berangkat seperti biasa tapi kali ini ia melewatkan sarapannya lantaran tak ingin berada satu meja dengan mama dan yang lainnya mengingat kejadian semalam yang sangat buruk. Mama dan yang lainnya terlihat tak perduli jadi Noval pikir kenapa dia harus berharap mamanya akan menyuruhnya sarapan dulu. Noval memanaskan motornya beberapa menit setelahnya ia berangkat menuju sekolah. Sesampainya di sekolah ia melihat Dilan dan Kiano sedang jalan bareng. Noval pun mendekat dan menyapa mereka berdua.
"Pagi"
"Baru sampai juga kau?" tanya Kiano.
"Iya, ngomong-ngomong kalian berangkat bareng?" tanya Noval.
"Terpaksa" ucap Kiano dingin.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih dan lagian kau Noval ngapain nanya-nanya gak suka kalau aku berangkat sekolah bareng Kiano" ucap Dilan penuh percaya diri.
"Percaya diri sekali ya anda, ngaca mbak situ cantik" ucap Noval dengan remeh.
"Iyalah buktinya kau selalu ngejar-ngejar aku"
"Dih Najis, dasar pikmi lo sok cantik banget dulu emang gue goblok suka sama cewek munafik kayak lo tapi sekarang gak lagi udah sadar gue kalau lo itu gak secantik apa yang gue pikirin" ucap Noval yang membuat Kiano tertegun.
"Sejak kapan kau pakai Lo-Gue kayak orang 'yes' aja kau" ucap Kiano.
"Biarin"
"Mending kalian berdua jalan bareng ke kelas deh kan kelas kalian sama" ucap Kiano.
"Ogah" ucap Noval sebelum Dilan yang mengatakannya.
"Siapa juga yang mau" ucap Dilan.
"Gue juga merinding jalan bareng lo kayak di tempelin kuntilanak" ucap Noval lalu setelahnya ia berlari mendekat ke arah Anjeli yang sedang berbincang dengan temannya di depan kelas.
__ADS_1
"Kayaknya Noval udah gak tertarik lagi sama kau lihat aja dia udah deketin cewek lain yang menurut gue cantik banget" ucap Kiano.
"Terserah dia aja lagian aku gak kalah cantik"
"Udah ya aku masuk kelas dulu" ucap Kiano ketika sudah sampai di kelasnya.
Dilan berhenti di depan kelas Kiano dan melihat ke arah kelasnya yang ada Noval sedang tertawa lebar bersama dua cewek yang menjadi teman sekelasnya. "Noval gak ada apa-apanya di banding Kiano, aku yakin kalau cewek itu pasti cuma kasihan sama Noval"
..._...
Di SMA Santeresa ada Lova, Indy dan Aldo yang sedang belajar dengan cara berkelompok, semua murid yang ada disana terlihat semangat dengan belajarnya begitu juga dengan gurunya yang tidak hanya diam dan mengawasi muridnya dari tempatnya namun juga selalu berjalan menghampiri setiap meja lalu bertanya kepada muridnya tentang masalah atau kendala yang mungkin dimiliki muridnya ketika sedang mengerjakan agar beliau bisa memberikan saran dan solusi agar muridnya bisa mempunyai gambaran yang mudah ketika mengerjakan dan itu patut di contoh sebagai guru yang sayang terhadap muridnya. Kegiatan belajar dan mengajar berhenti ketika jam menunjukan pukul 11.00 dan itu tandanya di SMA Santeresa waktunya istirahat. Semua murid keluar kelas dengan tertib lalu mengantri di kantin sekolah untuk mengambil makan siang mereka. Makan siang sudah disediakan oleh sekolah dengan tujuan agar murid mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Setelah mendapat jatah makan siang, Lova, Indy dan Aldo lalu mencari tempat duduk untuk mereka bertiga. Mereka makan sambil mengobrol ringan.
"Malam kemarin hujannya lebat banget jadi takut aku" ucap Indy membuka percakapan.
"Kau benar, halaman rumahku penuh banget sama daun-daun yang gugur aku jadi kasihan sama Bu Marsih" Ucap Lova.
"Kalau aku semalam tidur nyenyak jadi gak terlalu tau soal badai kemarin" ucap Aldo sambil meringis.
"Bisa-bisanya kau tidur aku sendiri tutup mata aja susah karena gluduknya kenceng banget" ucap Indy.
"Untung gak mati lampu ya" ucap Aldo.
"Di rumahku juga, kebo sih kau kalau tidur" ucap Indy sambil tertawa begitupun juga Lova.
"Habisnya kalau hujan gitu enak banget kalau buat tidur" ucap Aldo.
"Kalau hujannya biasa sih enak tapi kalau kayak semalem menurutku enggak deh" ucap Indy ngeri.
Di tengah obrolan tiba-tiba seorang cowok tampan menghampiri meja. "Hai kalian" sapanya yang membuat ketiganya kompak menatap cowok tersebut.
"Hai juga" ucap Indy centil.
"Boleh gabung?" tanya cowok tersebut.
"Silahkan saja" ucap Lova.
__ADS_1
"Perkenalkan aku David dari kelas Jurnalistik"
"Aku Indy dan yang di sebelahku namanya Lova dan temen cowok kami namanya Aldo" ucap Indy.
"Salam kenal ya semua" ucap David yang di balas senyuman hangat oleh ketiganya.
"Kelas Jurnalistik belajarnya ngapain aja sih?" tanya Indy.
"Sebelum ke situ, aku mau tanya sama kau kenapa tiba-tiba menghampiri kita ada perlu apa atau ada yang bisa di bantu?" ucap Aldo.
"Gakpapa cuma pengen kenal aja" jawab David.
"Hanya itu" ucap Aldo sambil memicingkan matanya.
"Sebenarnya aku mau kenal dekat sama Lova" ucap David sambil memandang ke arah Lova membuat Lova syok di tempat.
"Oh kak Lova, gakpapa sih dia jomblo juga" ucap Aldo yang juga langsung melihat ke arah Lova.
"Bener tuh ya kan Lova" ucap Indy sambil menggoda Lova.
"Apaan sih" ucap Lova dengan kesal.
"Ada cowok yang berani langsung terang-terangan bilang loh kak gak tanpa tanya sana-sini itu bagus" ucap Aldo. padahal Lova berpikir Andro malah lebih blak-blakkan dari pada cowok yang bernama David itu.
"Lagian kau kan jomblo kenalan aja dulu siapa tau kau cocok sama dia kan" ucap Indy.
"Bener sih aku jomblo tapi aku lagi deket sama seseorang" ucap Lova.
"Siapa kok kakak gak pernah cerita" ucap Aldo.
"Ya masih proses kenalan sih tapi nanti kalau jadian kan aku bakal kasih tahu kalian" ucap Lova entah kenapa memikirkan Andro membuatnya deg-degan.
"Karena kamu masih proses perkenalan dengan cowok itu jadi aku masih
bisa deketin kamu kan" ucap David sambil menatap mata Lova.
__ADS_1
"Maaf tapi aku gak bisa" ucap Lova kurang nyaman dengan keberadaan David.
"Aku akan terus deketin kamu selagi kamu bukan milik seseorang" ucap David yang membuat Lova kesal setengah mati.