
Laki-laki yang bernama David sudah berada di kelasnya berbincang dengan Aldo membuat Lova tak nyaman dengan kehadirannya.
"Pagi kak Lova" sapa Aldo dengan ceria.
"Pagi juga" ucap Lova sambil duduk di kursinya.
"Pagi Va" kali ini David yang menyapa.
"Iya pagi" balasnya malas sambil melepas tas dari punggungnya.
"Kenapa kak kelihatan gak semangat?" tanya Aldo melihat Lova yang lesu.
"Gakpapa" jawab Lova seadanya tidak mungkinkan dirinya akan memberitahu kalau alasannya adalah perempuan berambut bronze dan melihat cowok bernama David yang berada di kelasnya yang menambah dirinya tambah malas menghadapi hari ini.
David yang posisinya duduk di depan bangkunya Aldo lalu berdiri dan mendekat ke arah Lova. Dia memberikan sebuah kotak berukuran sedang yang di tengah tutup kotaknya adalah sebuah mika jadi orang bisa melihat isi di dalam kotak tersebut. "Oh ya Va aku bawain donat buat kau, dimakan ya" ucap David sambil memberikan kotak tersebut yang isinya adalah enam buah donat yang beraneka topping.
"Makasih tapi lain kali gak perlu repot-repot" ucap Lova sambil menerima donat tersebut tak enak jika Lova menolak.
"Gak repot kok kalau buat kamu" ucap David yang tak mendapat reaksi apapun dari Lova, dia malas untuk menanggapi David.
"Kalau gitu aku balik ke kelas dulu ya" ucap David dan Lova hanya mengangguk sekilas.
Setelah David pergi dari kelas Aldo mendekat ke arah Lova. "Bagi dong donatnya aku tadi cuma bisa lirik-lirik aja"
"Ambil semuanya gakpapa" Lova mendorong kotak tersebut ke arah Aldo.
"Beneran nih" ucap Aldo meyakinkan.
"Iya, gak nafsu aku"
Tak lama suara melengking dari Indy terdengar membuat seisi kelas harus
menutup telinganya. "PAGI SEMUANYA!!!" teriaknya heboh.
"Jangan teriak-teriak ganggu tau gak" protes Aldo.
"Wih donat tuh minta dong" ucap Indy saat berada di dekat Aldo.
Aldo menyodorkan kotaknya dan Indy mengambil satu yang rasa matcha. "Beli dimana?" tanyanya.
__ADS_1
"Di kasih sama David buat kak Lova sih sebenarnya tapi kak Lova gak mau" jawab Aldo dengan mulut yang penuh.
"Kenapa va?" Indy bertanya sambil menggigit donat di tangannya.
"Yang ngasih David soalnya" jawab Lova memperlihatkan ketidaksukaannya.
"Emang kenapa kalau yang ngasih si David?" tanya Indy heran.
"Gak suka"
"Lova..Lova, David tuh baik loh kenalan aja dulu siapa tau cocok" usul Indy yang mendapat sorot tak suka dari Lova.
"Tau dari mana kalau dia baik emang kau kenal?" ucap Lova agak kesal.
"Enggak sih tapi kelihatan baik tuh anak yakan Al" ucap Indy meminta persetujuan, ia meringis di tempatnya tak menyangka dapat respon tak mengenakan dari Lova.
"Iya kak" jawab Aldo menyelamatkan Indy yang sepertinya sudah mulai salah tingkah di tempatnya.
"Tapi aku udah suka sama cowok lain" protes Lova.
"Yang kakak bilang waktu di kantin itu?" tanya Aldo dengan nada merendah.
"Siapa sih dia kasih tau dong" ucap Indy mendekat, ia merasa bersalah dengan ucapannya tadi.
"Kalian nanti juga bakal tahu"
"Ayolah Va jangan main rahasia-rahasiaan kayak gitu gak seru tau"
"Tapi aku belum siap buat bilang"
"Yaudah iya terserah kau saja" ucap Indy yang tak ingin menambah suasana hati Lova semakin buruk.
..._...
Pukul lima sore Lova menepati janjinya untuk bertemu dengan Sella di cafe seperti yang sudah di tentukan sebelumnya. Saat langkahnya sudah membawa Lova ke dalam cafe, Lova langsung mencari kehadiran Sella dan ternyata Sella sudah menunggu di meja dekat dengan chocolate fountain. Lova bergegas menghampiri dan duduk di kursinya.
"Udah lama kak nunggu?" tanya Lova.
"Enggak sih nyantai aja" jawab Sella.
__ADS_1
"Pesen sesuatu dulu gimana kak?" tawar Lova.
"Boleh"
Seperti biasanya Lova akan memesan segelas susu coklat hangat sementara Sella memilih untuk memesan minuman bersoda.
Setelah memesan Lova langsung membuka percakapan ia sangat penasaran dengan topik yang akan di bicarakan oleh Sella "Jadi apa yang mau kakak katakan padaku?" Tanya Lova.
"Gue sedikit cerita ya, Andromeda itu temen gue sejak kecil jadi gue tau hampir semuanya yang menyangkut Andromeda kalau gak percaya Lo bisa tanya ke Leo atau karyawan lain seperti Denis atau Frista mereka juga sahabat Andro. Waktu remaja Andro itu playboy parah cewek yang dekat dengannya emang rata-rata cantik sih tapi termasuk jajaran cewek gatel dan Andro gak akan bertahan lama hanya dengan satu cewek aja" ucap Sella sambil menghela nafas kasar sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Dan kebiasaan buruknya itu berlanjut sampai sekarang. Dulu saat masih remaja gaya pacaran Andro terbilang berani dari pacaran remaja pada umumnya apalagi saat dia masuk kuliah lebih parah" ucap Sella sambil tersenyum saat pelayan pamit setelah menghidangkan pesanan mereka.
"Lo tau saat Andro lulus dan mewarisi perusahaan papanya dia menjadi pengusaha sukses di usia muda ditambah wajah tampannya siapa sih yang gak mau jadi pasangannya Andro bahkan ada yang rela jadi simpanannya" ucap Sella sambil meminum air soda pesanannya sementara Lova masih dengan seksama mendengarkan Sella
berbicara.
"Gue lihat lo cewek baik, polos lagi jadi gue saranin hati-hati sama Andro" Sella meletakkan kembali gelas minumannya.
"Tapi selama ini saat aku berhubungan
dengan kak Andro dia terlihat baik padaku"
"Gak tau juga ya, dari yang gue lihat sih Andro emang pernah pacaran sama cewek yang gayanya sebelas duabelas sama Andro kalo sama cewek baik-baik kayak lo baru ini sih maka dari itu gue bilang sama lo kalau Deket sama Andro hati-hati" peringat Sella lagi.
"Jadi aku harus gimana kak?" tanya Lova bingung harus bertindak bagaimana.
"Sementara jalanin aja kayak biasanya, kalau ada gelagat yang gak enak dari Andro sampai buat gak nyaman lo coba perlahan menghindar dari dia kalau butuh bantuan lo bisa menghubungi gue"
Lova terdiam, selama ini Andro terlihat baik-baik saja tidak bertindak sampai membuatnya takut tapi perkataan Sella membuatnya bimbang antara percaya dengan Andro atau dengan Sella orang yang melihatnya pertama kali dengan pandangan sinis. Atau mungkin Sella hanya ingin membuatnya pisah dengan Andro karena alasan tertentu.
"Kalau malam Andro sering nongkrong ke diskotik sama temen-temenya, lo bukan anak kecil lagi sepolosnya orang pasti bakal tau diskotik itu tempat macam apa ditambah pengunjung yang sama-sama mencari kesenangan entah lewat minuman, musik atau mungkin sesuatu yang dilakukan antara pria dewasa dengan wanita dewasa yang sama-sama lajang, lo tau Andro sering melakukannya"
Kalau dipikir-pikir sih emang Andro tergolong pria brengsek, dia juga pernah blak-blakkan bilang kalau pernah tidur dengan seorang wanita. "Kalau bertemu sama kak Andro aku bakal lebih hati-hati"
"Bagus deh kalau lo bisa ngerti" ucap Sella sambil melihat jam di tangannya.
"Gue pamit dulu ada janji sama temen, kalau lo butuh bantuan atau sekedar ingin curhat gak usah sungkan untuk menghubungi gue" ucapnya sambil berdiri dan mengenakan tas selempangnya.
"Iya kak"
__ADS_1
"Gue balik dulu" ucap Sella sambil menepuk bahu Lova sebelum ia meninggalkan cafe.