
Semakin Lova menghindar semakin pula Andro gencar mengunjungi rumahnya pagi ketika hendak berangkat kerja dan malam setelah ia pulang dari kantor membuat Lova pusing apalagi papanya sampai mengetahui dan terus-terusan menanyakan Andro padanya. Seperti saat ini ia sedang berada di ruang keluarga menonton acara drama percintaan Korea di televisi dengan keripik singkong pedas sebagai camilannya, ketika sedang asyik menonton tiba-tiba papanya datang lalu duduk di sampingnya.
"Seru banget acara yang kau lihat" ucap papanya.
"Iya nih pa makanya papa jangan ganggu" ucap Lova tanpa menoleh ke arah papanya.
"Pria itu datang lagi kamu gak berniat buat temuin dia, papa lihat kasihan juga dia" ucap papanya terdengar melow lebih melow dari pada drama yang sedang ia tonton.
"Males pa" ucap Lova sambil memasukkan keripik singkong ke dalam mulutnya.
"Hubunganmu dengan dia sudah sedekat apa sih dan ternyata selera anak papa pria dewasa ya" ucap papanya sedikit menggoda.
"Cinta kan gak mengenal usia lagian dia sama aku gak jauh-jauh amat kok" ucap Lova.
"Papa gak tau apa masalah kau dengan pemuda yang ada di luar itu tapi papa kasih saran lebih baik selesaikan masalah kalian jangan berlarut-larut dalam permasalahan nanti malah semakin buruk jangan sampai ada yang namanya penyesalan jadi sebelum sesal datang cegah dengan tindakan yang bisa memperbaiki permasalahan yang sedang dialami" ucap papa Lova yang terdengar ada benarnya juga, Lova sendiri sebenarnya juga rindu dengan Andro.
"Baiklah pa aku keluar dulu mau ketemu sama Andro" ucapnya lalu bergegas keluar rumah.
Terlihat Andro yang tampak menyunggingkan bibirnya tatkala melihat sang pujaan datang menghampirinya.
"Kak Andro" sapa Lova.
"Akhirnya kamu mau temuin saya" ucap Andro senang.
Lova membuka gerbang dan berjalan ke arah Andro. "Mau jalan-jalan sebentar" tawarnya dan Andro menganggukinya.
Setelah berpamitan dengan Pak Sardi, Lova dan Andro mulai berjalan. Lova hanya tak tahu harus bicara apa sementara Andro ia tak berani untuk membuka suara.
"Maaf ya kak aku udah bersikap gak baik sama kakak akhir-akhir ini" ucap Lova membelah kesunyian, ia tak tahan dengan keadaan hening yang hinggap diantara mereka berdua.
"Gak perlu minta maaf seharusnya saya yang harus minta maaf sudah buat kamu kecewa" ucap Andro sangat menyesal. Jujur baru pertama kali ini Andro merasakan makan tak enak, tidur tak lelap, kerja tak fokus hanya karena marahnya seorang gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta yang sebenarnya. Marah yang tak terlihat namun membuat hatinya pedih tak karuan.
"Gak usah dibahas lagi aku udah maafin semua lagian aku gak berhak marah karena aku bukan siapa-siapa kakak seharusnya aku lebih bisa mengontrol rasa ketidaksukaanku hanya karena rasa cemburu" ucap Lova dengan menunduk entah kenapa sepertinya dirinya akan menangis.
Andro memberhentikan langkahnya dan memegang tangan Lova sehingga Lova berhenti di tempatnya. "Lihat saya" pinta Andro.
Rasanya sudah ingin menangis, Lova tak bisa menahan untuk tidak menjatuhkan air matanya. Lova memandang wajah Andro dengan air mata yang sudah luruh membasahi pipinya.
"Kamu masa depan saya dan kamu berhak marah karena kesalahan yang saya buat, kamu gadis istemewa saya jadi jangan bilang kamu bukan siapa-siapa saya" ucapan Andro berhasil membuat Lova menangis di tempatnya entah mengapa ia mendengar perkataan Andro merasa sangat bahagia, Andro memeluknya dengan erat dan memberi usapan lembut di punggungnya.
__ADS_1
"Kamu gadis impian saya maaf sudah membuatmu merasa tak nyaman karena ulah saya, saya tidak akan mengulanginya lagi" setelah berucap demikian Andromeda mengurai pelukannya dan menatap Lova sambil menghapus air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Kamu milik saya, Lova Danurdara" ucap Andro lalu mencium kening Lova cukup lama dan Lova tak hentinya untuk meneteskan air mata.
Malam yang cukup terang menemani dua orang yang sedang memperbaharui status mereka sesaat sesudah menyelesaikan masalah yang cukup lama mereka alami.
Sekitar pukul sembilan malam Andro berpamitan untuk pulang tak lupa juga berpamitan dengan papa Lova dan ternyata papa mengenalnya karena Ayah Andromeda adalah senior papa Lova saat masih kuliah dulu.
Kembali ke ruang keluarga dengan papanya yang tak henti mengejeknya membuat Lova agak kesal. Di tengah papanya yang terus saja menggodanya ia teringat dengan Noval.
"Papa, aku mau ngomong serius" ucap Lova menampilkan ekspresi serius ke arah papanya.
"Mau ngomong apa?" ucap papanya mendadak bingung dengan perubahan ekspresi dari anaknya.
"Tentang Noval" mendengar jawaban dari Lova, Papanya seketika mendadak serius.
"Kenapa dengannya?" ucap papanya terdengar khawatir.
"Dia pernah bilang kalau udah gak terlalu betah tinggal sama mama" jawab Lova sedih, ia merasa kasihan ketika mengingat Noval.
"Ada masalah apa dia dengan mamanya?" tanya papa Lova dengan wajah serius.
"Terus dia bilang apa?" tanya papanya penasaran.
"Mau tapi kayak ragu mau ninggalin mamanya dan takut juga sama papa" jawab Lova apa adanya.
"Papa harus ngomong sama Noval langsung tapi harus cari waktunya dulu karena besok papa ada kerja ke luar kota gak tau pastinya berapa hari nanti papa akan cari jalan keluarnya"
"Baik pa"
..._...
Di lain hari ada Indy yang bersemangat menuju ke tempat kursus memasaknya, Indy termasuk anak yang rajin tak pernah ia absen dari kelas memasaknya. Hari ini ia akan belajar memasak masakan tradisional Indonesia dan nanti chef yang membimbing di kelasnya akan mencari mana masakan yang paling enak dan bagus dalam penyajiannya karena rencananya kelas mereka akan dipilih satu orang untuk menjadi pembuat hidangan untuk acara pesta kemerdekaan yang akan dilaksanakan di balai kota dan hal tersebut membuat Indy bersemangat.
Masakannya adalah nasi tumpeng dengan lauk pauk lengkap serta jajanan tradisional yaitu kue tampah. Effort yang akan di berikan untuk kelas kali ini memang sangat penuh perjuangan. Tapi Indy akan terus berusaha menampilkan yang terbaik dan berharap menjadi yang terpilih.
Tercium aroma rempah-rempah yang menguar dalam ruangan, untuk hari ini kelas akan memasak nasi tumpeng terlebih dahulu dan kue tampah akan berada dalam kelas berikutnya di hari selasa Minggu depan.
Indy dan juga teman-teman kursus sangat antusias dan kali ini mereka semua larut dalam kegiatan memasak sudah seperti ikut perlombaan master chef padahal biasanya mereka riuh dengan candaan ketika sedang mengikuti kelas.
__ADS_1
Butuh waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan masakannya. Indy dan ke tujuh teman kursusnya sangat deg-degan ketika chef pembimbing mulai menilai hidangan mereka dan mencicipi satu persatu dan setiap kondimen tak luput dari penilaiannya.
Setelah mencicipi semua hidangan dari kedelapan muridnya chef langsung menilai dan menuliskan sesuatu di kertas yang ada pada clipboard yang ia pegang "Kelas hari ini berjalan dengan lancar dan saya sudah memberi penilaian untuk masakan kalian dan cukup memuaskan" ucapnya yang membuat semua muridnya merasa lega.
Lalu chef melanjutkan ucapannya, "Tapi saya belum bisa memutuskan siapa yang akan terpilih menjadi pembuat hidangan untuk pesta kemerdekaan nanti karena masih ada kelas berikutnya untuk penilaian kue tampah dan saya berharap kalian akan memberikan yang lebih baik lagi untuk kelas berikutnya, kalau begitu saya akhiri kelas hari ini dan sampai bertemu lagi di hari berikutnya selamat sore dan selamat beristirahat"
Mereka akhirnya bisa bernafas dengan lega dan untuk masakan mereka, Indy memberikan ide untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitar tempat kursus mereka dan teman-teman semua menyetujuinya lagi pun mereka sudah merasa kenyang hanya karena aroma bumbu yang masih menempel di penciuman mereka.
..._...
Keesokan harinya Indy berangkat sekolah seperti biasanya namun kali ini ia merasa apes karena ban mobilnya tiba-tiba bocor padahal perjalanan ke sekolahnya masih cukup jauh dan jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 08.30 bisa gawat kalau ia terlambat udah sekolahnya masuk paling siang dan pulang paling cepat dari sekolah pada umumnya masa dia masih bisa terlambat tapi untungnya ada taksi yang lewat membuatnya sedikit lega walaupun terpaksa harus meninggalkan supir dan mobilnya di tengah jalan mau bagaimana lagi.
Tepat sebelum bel berdering Indy tiba di kelasnya dengan nafas yang tersengal-sengal. "Untung aku gak terlambat" ucapnya sambil duduk di kursinya lalu dari samping Lova memandanginya dengan heran.
"Hari ini kau siang banget berangkatnya" ucap Aldo.
"Ban mobilku bocor makanya kesiangan tapi untung ada taksi lewat" ucap Indy sambil menenggak air yang ia bawa dari rumah. Tak lama guru mereka datang dan kelas dimulai, mereka pun belajar seperti biasanya.
Sekitar pukul 14.00 kelas mereka berakhir. Lova, Indy dan Aldo keluar kelas bersama dan berjalan bareng, hari ini Indy akan pulang nebeng Lova sementara Aldo seperti biasanya mengendarai motor sport kesayangannya.
"Aku langsung ke parkiran besok lagi kita jumpa" ucap Aldo lalu berlari mendahului mereka.
"Hati-hati kau pulangnya jangan mampir mulu ke warung neng Julia" ucap Indy yang mendapat sorot tajam Aldo dari arah kejauhan. Indy hanya bisa terkikik karena berhasil menggoda Aldo.
Neng Julia adalah janda semok pemilik warung yang berada di pertigaan yang tak jauh dari kompleks perumahan Aldo. Sering kali Aldo mampir kesana sepulang sekolah dengan abangnya yang wataknya sebalas duabelas seperti Aldo.
"Habis ini ada rencana apa?" tanya Lova.
"Gak ada sih paling nonton drakor di rumah" jawab Indy. Lova hanya mengangguk-angguk saja.
Di depan sekolah mobil Lova sudah terpampang nyata di depan mata dan tanpa ba-bi-bu lagi Lova dan Indy langsung masuk ke mobil lalu meninggalkan sekolah.
Sampai di rumah Indy gak lupa mengucapkan terima kasih kepada Lova sebelum turun dari mobil. Masuk ke dalam rumah Indy berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Indy lalu bersih-bersih dan selalu menempatkan barangnya pada tempatnya memang anak rajin kan.
Sudah berganti baju santai dan duduk nyaman di sofa kamarnya Indy membuka ponsel lalu berseluncur ke aplikasi Instagram, di sana Indy mengunggah foto masakan nasi tumpeng miliknya kemarin dan foto bersama teman-teman kursusnya. Indy juga melihat reels Instagram yang akhir-akhir ini dipenuhi dengan konten memasak, Indy hanya melihat sekilas dan tiba-tiba fikiran untuk stalk akun IG-nya Noval bersarang di otaknya. Sudah cukup lama ia tak mengunjungi akun cowok yang menjadi incarannya itu dan ternyata ada dua foto baru yang di unggah oleh Noval yaitu foto Noval bersama Lova dan foto berikutnya adalah kue macaron yang sudah tergigit separuh sedang dipegang oleh Noval membuat Indy berjengit. Indy spontan menutup mulutnya agar tidak berteriak.
"OMG.. Noval.." ucapnya senang masih menatap foto yang berada di layar ponselnya.
"Pokoknya aku harus tetap perjuangin cinta aku dan secepatnya aku akan ungkapin semuanya sama Noval" ucap Indy dengan penuh keyakinan.
__ADS_1