
Di sore hari yang nampak mendung Aldo baru saja keluar dari kelas musiknya. Ia berjalan santai menuju tempat parkiran untuk mengambil motornya.
Di jalankan motornya membelah jalan raya yang ramai menuju ke rumahnya. Tiba di perempatan ia melihat seorang gadis yang begitu ketakutan di depan toko bunga sambil memegang sepedanya.
Entah kenapa Aldo ingin menghampiri karena rasa penasaran. Tibalah Aldo disana dan menghampiri gadis itu.
"Hai kamu kenapa?" tanya Aldo ketika berada di depan gadis tersebut.
Gadis itu terisak, "Kak bantuin aku, rantai sepeda aku copot"
Aldo pikir ada masalah serius ternyata hanya karena rantai sepeda yang copot, "Sudah jangan nangis kakak bantuin ya"
Aldo pun berjongkok untuk memasang kembali rantai sepeda gadis itu, "Nih sudah kakak pasang" ucap Aldo ketika selesai membenahi rantai sepeda tersebut lalu berdiri menghadap gadis imut di depannya.
"Lain kali kalau ada masalah langsung cari bantuan oke jangan nangis" ucap Aldo lembut.
"Iya kak, terima kasih ya sudah mau bantu aku" ucap gadis tersebut.
"Sama-sama"
Disaat itu juga hujan turun dengan deras membuat mereka berdua terpaksa harus berteduh disana sampai dirasa bisa untuk melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Mereka berdiri berdampingan. Aldo melirik sekilas gadis tersebut nampak jelas kalau sedang kedinginan. Aldo pun berinisiatif untuk memberikan jaketnya.
"Kak" ucap gadis tersebut saat tahu Aldo menyampirkan sebuah jaket di tubuhnya.
"Kamu pakai saja. Kedinginan gitu" ucap Aldo.
"Makasih kak"
Hening menyelimuti. Aldo tak suka suasana canggung seperti ini maka dari itu Aldo membuka obrolan terlebih dahulu untuk mencairkan suasana.
"Rumah kamu di daerah sini juga?" tanya Aldo.
__ADS_1
"Iya kak" jawab gadis tersebut.
Aldo mengangguk, "Habis beli bunga?"
Gadis itu mengangguk, "Iya, aku suka banget sama bunga apalagi bunga Anyelir" ucapnya.
Aldo menatap gadis yang tingginya hanya sampai pada dadanya dengan lembut, "Kenapa kamu suka bunga Anyelir?"
"Karena cantik dan romantis" jawabnya.
'Sungguh gadis yang imut' pikir Aldo.
"Kakak sendiri rumahnya juga di sekitar sini?" tanya balik gadis itu.
"Tidak, rumahku agak jauh dari sini" jawab Aldo.
"Habis darimana?" tanyanya lagi.
"Dari les musik" jawab Aldo.
Aldo mengangguk dengan senyum menawan membuat gadis disampingnya tersipu malu.
"Wah hebat kakaknya bisa main musik" ucap gadis tersebut sambil menepuk kedua telapak tangannya.
"Terima kasih pujiannya tapi gak terlalu jago banget sih" ucap Aldo sambil mengelus-elus lehernya dari belakang.
"Alat musik yang kakak sukai apa?"
"Piano"
"Romantis sekali"
"Romantis?" ucap Aldo mengulangi.
__ADS_1
Gadis tersebut mengangguk, "Menurutku laki-laki yang bisa main piano itu romantis" ucap gadis tersebut sambil tersenyum menatap Aldo membuat Aldo sedikit bergetar di bagian jantungnya.
"Benarkah?"
Gadis tersebut mengangguk mantap.
"Sebenarnya bulan depan aku akan mengadakan pertunjukan piano di Gedung Musik Baladewa" ucap Aldo.
Tampak gadis tersebut menampilkan wajah kagum.
"Kalau kamu mau, kamu bisa datang kesana" ucap Aldo sambil memberikan sebuah tiket VIP kepada gadis tersebut, "Ambilah"
Gadis tersebut menerima tiket yang di berikan Aldo dengan tangan yang bergetar, "Kakak serius?"
Aldo mengangguk mantap.
"Makasih ya kak, akan aku pastikan kalau aku bakal datang kesana" ucap gadis tersebut sambil melihat tiket yang diberikan Aldo dengan mata yang berbinar.
Hujan deras berubah menjadi rintikan. Aroma ampo bisa masuk ke dalam penciuman. Gadis tersebut mengembalikan jaket yang tersampir di tubuhnya.
"Terima kasih kak sudah meminjamkan, aku mau pulang dulu hujan juga sudah berhenti" ucap gadis tersebut sambil memberikan setangkai bunga Anyelir kepada Aldo.
Aldo pun menerima jaket miliknya dan juga bunga yang diberikan padanya, "Terima kasih" ucapnya.
Gadis tersebut pun menuntun sepedanya ke tepi jalan. Hendak akan menaiki sepedanya pria yang baru di temuinya mencegahnya untuk pergi.
"Tunggu"
Ia pun menoleh.
Aldo mendekat lalu mengulurkan tangannya pada gadis imut itu, "Namaku Aldo"
Gadis tersebut tersenyum lalu menerima uluran tangan Aldo, "Anya. Salam kenal kak Aldo" ucapnya tersenyum manis.
__ADS_1
Aldo bisa merasakan tangan yang lembut dan dingin. Kulitnya putih dihiasi gelang yang cantik dengan gantungan bulan dan bintang. Aldo dapat merasakan dadanya berdebar di bawah langit yang dihiasi oleh pelangi.