CRUSH

CRUSH
Chapter 22


__ADS_3

Ajakan Leo yang terdengar memaksa membuat Andro mau tak mau harus ikut untuk menghadiri acara pesta bujang yang di adakan di bar yang cukup terkenal. Salah satu teman mereka minggu depan akan menikah dengan kekasih pujaannya. Ada beberapa teman lama juga yang turut hadir.


"Andro lama kita gak jumpa" sapa Sam pemilik acara.


"Sibuk dia ngurusin bisnis" ucap Leo.


"Eh gimana gak nyusul gue, jangan asik main cewek mulu lo" ucap Sam yang hanya di tanggapi senyuman oleh Andro.


"Tobat sekarang dia" sahut Leo.


"Beneran" Sam nampak tak percaya.


"Udah capek main kali ini pengen serius" Andro merespon dengan nada yang bahagia.


"Bisa serius juga temen gue siapa sih yang bisa bikin Andro tobat main cewek" ucap Sam penasaran.


"Si dedek gemes" Leo memberitahu dengan semangat.


"Dedek gemes?" Sam bingung mendengar sebutan yang dilontarkan oleh Leo. Apakah mereka hanya bercanda pikir Leo.


"Adalah nanti juga bakal tau" ucap Andro menanggapi dengan santai.


"Ditunggu kalau gitu" ucap Sam yang tak ambil pusing.


"Banyak juga tamu yang lo undang" ucap Leo sambil melihat sekelilingnya sudah banyak orang yang datang dan asyik berjoget diiringi musik DJ"


"lumayan" jawab Sam sambil melihat arah pandang Leo.


"Tapi gue gak bisa lama soalnya harus balik ke kantor" Andro kini berucap dan merasa tidak enak.


"Udahlah kerjaan juga tinggal dikit nanti gue bantuin" ucap Leo sambil menepuk pelan pundak Andro.


"Bener tuh kata Leo, rileks brother gak akan ngebosenin pestanya dan lagi pula gue ngundang cewek-cewek penghibur juga" ucap Sam sedikit berbisik di akhir kalimatnya.


"Mantap itu cepet mulai dah pestanya" ucap Leo yang kegirangan.


Pesta pun di mulai, acaranya cukup meriah banyak dari mereka yang mulai mabuk berat dan beberapa ada yang sudah masuk ruangan membawa salah satu perempuan penghibur disana namun Andro tetap menahan kesadarannya dia hanya minum sedikit dan rencananya juga dia mau balik ke kantor.

__ADS_1


Saat Andro sedang duduk sambil berbincang dengan bartender, Leo datang dengan kesadaran yang sudah separuh melayang di temani wanita sexy yang memapahnya.


"An lo gak pengen main tuh di pojok ada cewek cantik, sexy tipe lo banget pokoknya"


"Gak, gue habis ini mau balik"


"Gak seru lo, ada cewek langganan lo juga samperin sana" ucap Leo yang terus membujuknya bagaikan iblis membuat Andro ingin menggeplak kepalanya.


"Ngaco lo udah pergi sana" Andro tetap menahan ia berada di bar ini pikirannya selalu menuju pada Lova, dia harus bisa menahan dirinya sendiri.


"Ya udah kita pergi gak usah ngurusin dia gak seru" ucap Leo kepada wanita yang berada di rengkuhannya lalu mereka meninggalkan Andro di tempatnya.


Andro melihat jam di pergelangan tangannya dan berniat ingin menemui Sam untuk pamit terlebih dahulu namun wanita yang sangat familiar terlihat berjalan mendekat ke arahnya bersama wanita lain yang berjalan di belakangnya.


"Hai pak Andro lama kita gak ketemu" ucap wanita itu yang dengan berani langsung duduk di atas paha Andro.


"Kamu turun dari pangkuan saya"


"Biasanya juga bapak kesenangan apa udah bosan sama saya"


"Maaf Melly tapi sekarang ada hati yang harus saya jaga"


"Kenalin nih pak anak baru namanya Zena" ucapnya memperkenalkan wanita yang berada di sampingnya.


"Maaf Melly tapi saya memang gak main sekarang"


"Tumben tapi terserah bapak aja"


Setelah cukup sulit untuk membuat Melly dan temannya pergi dari dirinya akhirnya Andro bisa keluar dari bar setelah berpamitan dengan Sam.


Andro melajukan mobilnya ke arah kantor ada beberapa berkas yang ingin ia ambil dan berniat membawanya ke apartemen. Andro mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan karena kepalanya sedikit pusing akibat minum beer dengan kadar Alkohol yang cukup tinggi saat di bar tadi. Sampai di kantornya Andro bergegas menuju ruangannya namun ia dikejutkan dengan keberadaan wanita berambut bronze yang berada di depan ruangannya.


"Hena ngapain lo malem-malem ke kantor gue?" tanya Andro tak menutupi keterkejutannya.


"Pengen ketemu sama kamu"


"Kok lo bisa tau gue ada disini?" tanya Andro heran.

__ADS_1


"Aku pengen ketemu sama kamu jadi aku telfon Denis soalnya Leo gak bisa di hubungi katanya kamu ada di pesta bujang awalnya aku sedih karena gak bisa ketemu sama kamu tapi Denis telfon balik dan bilang kalau kamu mau datang ke kantor jadi aku kesini deh" ucapnya sambil memeluk manja Andro.


"Lo pulang aja sana gue cuma mau ambil berkas terus balik ke apartemen"


"Mumpung kantor sepi gimana kalau kita menghabiskan waktu berdua di kantor dan aku bawa minuman buat temenin kita malam ini"


"Aku gak ada waktu" ucap Andro lalu melangkah masuk ke ruangannya dan Hena mengikutinya dari belakang.


"Ayolah An, aku kangen sama kamu biasanya juga kamu gak nolak" ucap wanita yang bernama Hena sambil terus mendekati Andro.


"Udah ya Hen aku mau balik"


"Andromeda" ucapnya sambil mengelus dada Andro dan mendorongnya duduk ke kursi.


"Malam ini aja" ucapnya lalu menaiki paha Andro.


Entah sihir apa yang dibawakan oleh Hena membuat Andro tiba-tiba menurut dan yang terjadi selanjutnya adalah adegan panas dari kedua orang dewasa yang memang haus akan nafsu.


..._...


Pagi harinya kepala Andro terasa pusing dan badannya merasa pegal akibat tidur terduduk di kursinya di tambah seorang wanita sedang memeluknya nyaman berada di pangkuannya namun matanya bergulir melihat pintu yang terbuka menampilkan dua sosok yang sedang menatap kaget ke arahnya. Tak kalah terkejut dirinya ketika melihat Lova dengan kotak makan di tangannya menatap dirinya dengan penuh kecewa dan matanya di penuhi oleh air mata yang makin lama terjun bebas ke pipinya.


"Lova" gumam Andro.


Lova merasa sesak dan dirinya langsung berlari meninggalkan tempatnya sementara Sella juga mendadak kesal dan muak melihat dua orang yang setengah telanjang berada di depan matanya membuatnya ingin melempar mereka dengan sepatu high heels miliknya.


"Brengsek lo" ucapnya sebelum menutup pintu.


Andro yang tahu keadaan sedang kacau lalu berdiri membuat Hena tersungkur ke lantai. Andro bergegas memperbaiki penampilannya dan menyusul Lova, ia tak peduli dengan ocehan dan teriakan dari Hena yang membuatnya pusing.


Dengan penampilan yang berantakan ia keluar dari kantornya tak peduli dengan karyawan yang memandang penasaran kearahnya. Di luar ia melihat Lova sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kantornya. Cepat-cepat ia berlari ke arah parkiran dan mencari mobilnya untuk mengejar Lova.


Sementara itu di dalam mobil Lova tak henti-hentinya menangis rasanya sangat pedih melihat orang yang sudah ia cintai sedang bersama wanita lain dengan mesra.


"Pak Darto saya pengen ke apartemennya papa"


"Baik non"

__ADS_1


Tempat paling nyaman adalah apartemen milik papanya, Lova akan menenangkan diri disana sampai dirinya benar-benar tenang.


__ADS_2