CRUSH

CRUSH
Chapter 44


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Noval Check Up dia akan diantar oleh Pak Agus. Lova hari ini izin tidak masuk sekolah dan tak bisa pula ia mengantar Noval membuatnya merasa bersalah.


"Maaf Val aku gak bisa antar kau ke rumah sakit" ucap Lova.


"Gakpapa kau sendiri juga lagi sakit, nanti kak Andro mau jenguk jadi kau ganti baju yang lebih sopan" ucap Noval.


Lova hanya mengangguk. Saat ini memang Lova hanya memakai baju tidur Donal Duck kesayangannya.


Lova mengantar Noval sampai depan rumah tak lama sebuah motor masuk ke dalam halaman rumahnya dan berhenti di depan rumah.


"Hai Noval" sapa Anjeli.


"Anjeli" gumam Lova sambil menatap heran.


"Aku lupa bilang kalau Anjeli yang nemenin aku check up hari ini" ucap Noval.


"Dia gak sekolah?" tanya Lova.


"Hari ini aku cuti ada urusan di rumah tapi udah selesai kok makanya aku nawarin diri buat nemenin Noval check up"


"Makasih ya maaf ngerepotin" ucap Lova.


"Gak kok aku malah seneng bisa bantu Noval"


Lalu Noval dan Anjeli berangkat ke rumah sakit sementara motor Anjeli di tinggal. Sebetulnya Lova merasa ada yang aneh tapi tak mau banyak memikirkan juga karena kepalanya masih terasa pusing.


Saat waktu sudah menunjukkan jam makan siang Lova meminta Bu Marsih agar menyiapkan makan dan mengantarnya ke halaman belakang rumah ia pengen makan siang sambil menikmati bunga-bunga yang bermekaran disana. Kondisinya juga lebih baik dan sudah bisa mandi air hangat lalu memakai pakaian rumahan yang menurutnya masih enak di pandang kalau Andro datang menjenguknya dan benar saja saat sedang menikmati makanannya munculah Andro dengan wajah khawatir mendekat ke arahnya.


"Lov kamu kok ada di luar kamu lagi sakit loh" ucap Andro yang sudah duduk di sebelah Lova.


"Aku pengen disini lagian cuacanya gak terlalu panas" ucap Lova.


Andro hanya menghela nafas beratnya, "Tadi saya bawain buah buat kamu sekarang lagi di potongin sama ART kamu"


"Bu Marsih"


"Iya"


"Terus sekarang kondisi kamu gimana, udah mendingan belum?" tanya Andro sambil mengecek suhu badan Lova.


"Udah kok kak" ucap Lova.


Dari dalam rumah terlihat Bu Marsih membawakan beberapa potongan buah apel dan jeruk.


"Makasih Bu" ucap Lova.

__ADS_1


"Sama-sama, Non" ucap Bu Marsih dan langsung undur diri.


"Dimakan buahnya" ucap Andro.


"Iya kak" ucap Lova sambil mengambil sepotong buah apel.


"Lov, saya mau tanya sesuatu boleh" ucap Andro.


"Boleh" ucap Lova sambil mengangguk.


"Kemarin saat di telfon kamu ngracau gak jelas bilang seolah saya mau ninggalin kamu" ucap Andro dengan hati-hati.


"Oh iya" ucap Lova sambil mengingat.


"Saya jadi penasaran kalau ada sesuatu yang kamu tutupi dari saya" ucap Andro sambil memicingkan matanya.


"Gimana ya kak, sebenarnya sebelum aku sakit aku tuh kepikiran perkataan cewek yang namanya Lidya. Dia itu suka loh sama kakak"


"Lidya" ucap Andro mengulangi.


"Iya Lidya cewek tinggi, putih, seksi itu loh" ucap Lova tiba-tiba kesal.


Melihat Lova kesal entah kenapa bukannya merasa bersalah malah membuat Andro senang.


"Kamu cemburu" ucap Andro sambil menahan senyumannya.


"Saya gak ada hubungan apa-apa sama dia sebatas teman aja" jelas Andro.


"Status teman kan bisa berubah kapan aja" ucap Lova tanpa memandang ke arah Andro.


Gadis di depannya benar-benar lucu saat cemburu.


"Saya minta maaf kalau sudah buat kamu kesal" ucap Andro yang tak terlalu di tanggapi oleh Lova.


"Sudah jangan marah lihat saya" ucap Andro. Lova pun memandang Andro dengan mulut yang cemberut lima senti.


Tanpa di duga Andro mencium keningnya dan tersenyum hangat sambil bilang, "Kamu gemesin banget sih kalau cemburu"


Seketika pipi Lova langsung memerah. Apa-apaan tadi bikin kaget aja kalau Bu Marsih lihat bagaimana kan malu.


"Kalau kamu sudah membaik saya jadi lebih tenang tapi maaf saya gak bisa lama-lama nemenin kamu, saya harus balik ke kantor, kamu gakpapa kan"


Lova mengangguk.


"Saya pergi dulu, bye my Lov"

__ADS_1


"Bye"


Lova melihat kepergian Andro dengan hati yang sudah meluluh. Ciuman hangat Andro di keningnya masih terasa hangat sampai Lova mengelusnya beberapa kali.


"Dasar nyebelin"


Di lain tempat Noval dan Anjeli baru keluar dari rumah sakit berniat untuk mampir makan siang di restoran terdekat. Saat sampai di restoran ia bertemu dengan Indy dan Aldo yang hendak masuk ke dalam restoran.


"Al" sapa Noval.


"Loh Val kau disini?" tanya Aldo sedikit terkejut.


"Iya aku habis check up ditemenin sama Anjeli" jawab Noval.


"Hai guys" sapa Anjeli.


Noval pun membalas sapaan Anjeli tapi tidak dengan Indy, ia malah diam dan menunjukkan wajah tidak suka.


"Kalian juga mau makan?" tanya Noval.


"Iya kami juga belum makan di sekolah tadi karena banyak tugas dan kegiatan jadi baru bisa makan siang sekarang" jawab Aldo.


"Sama aku juga tadi waktu di rumah sakit antriannya cukup banyak cuma bisa nyemil roti aja" ucap Noval.


"Yaudah kita makan bareng aja yuk" ajak Aldo.


"Boleh tuh, Anjeli kamu gakpapa kan?" tanya Noval.


"Gakpapa dong" jawab Anjeli.


Mereka berempat pun langsung masuk dan duduk di bangku yang sama. Mereka langsung pesan dan menunggu pesanan mereka datang sambil mengobrol ringan. Tak menunggu waktu yang terlalu lama pesanan mereka datang, mereka pun makan dengan tenang kecuali Indy. Ia merasa harus segera menghabiskan makanannya dan pergi dari sana apalagi saat melihat Anjeli yang sok-sok'an menyuapi Noval dan mengelap kotoran di mulutnya membuat Indy merasa terbakar di restoran yang penuh dengan AC.


"Al aku udah selesai mau pulang" ucap Indy sambil memberikan uang kepada Aldo, "nitip kalau mau bayar" lanjutnya lalu pergi meninggalkan restoran.


"In makananmu masih banyak nih, Aduh" ucap Aldo yang sama sekali tak digubris oleh Indy.


"Indy kenapa?" tanya Noval bingung.


"Lagi capek tuh Indy, biasa Indy kalau capek emang gitu. Udah ya aku juga udah selesai. Ini uangku sama uangnya Indy tolong bayarin ya sekalian" ucap Aldo langsung bergegas menyusul Indy.


Setelah kepergian Aldo dan Indy, Anjeli mulai mengucapkan sesuatu, "Val kayaknya Indy gak suka sama aku"


"Gak mungkin itu" sanggah Noval.


"Aku ngerasanya dia gak suka lihat aku deket sama kamu" ucap Anjeli.

__ADS_1


"Cuma perasaanmu aja itu, udah lanjut makan aja gak usah terlalu dipikirin" ucap Noval menenangkan.


Padahal di balik wajah bersalahnya Anjeli tersimpan penuh kemenangan saat mengetahui Indy cemburu melihat kedekatannya dengan Noval dan akan ia pastikan kalau Noval akan menjadi miliknya dan menyingkirkan gadis bernama Indy dari kehidupan Noval.


__ADS_2