CRUSH

CRUSH
Chapter 20


__ADS_3

Andromeda tengah disibukkan dengan berkas yang menumpuk di mejanya membuatnya harus lembur malam ini. Ditemani oleh Leo yang membantunya dengan sedikit tak rela karena harus membatalkan pertemuannya dengan wanita yang sudah ia janjikan akan bertemu malam ini di diskotik seperti biasanya.


"Gara-gara lo, gue gak jadi ketemu sama wanita pujaan" ucap Leo sambil memandang ke arah Andro dengan kesal.


"Kerja lebih penting dari pada wanita yang bisanya cuma habisin duit laki" ucap Andro santai padahal sahabatnya kini sedang bertingkah layaknya cacing kepanasan untuk menunjukkan rasa kekesalannya.


"Yang penting gue dapet jatah apa salahnya toh gue gak akan jadi miskin dadakan" ucap Leo yang membuat Andro menatapnya jengah.


Di atas meja, ponsel Andro berbunyi ada pesan masuk dari seseorang yang dengan melihat namanya tertera di layar ponselnya sudah bisa membuat Andro senyum gak jelas membuat Leo menatapnya aneh.


"Dari siapa?"


"Masa depan gue nih nelpon" ucap Andro membuat Leo menyibikkan bibirnya.


Andro mengangkat telfonnya. "Halo"


"Halo kak" sapa Lova dari sebrang.


"Tumben kamu nelpon duluan" ucapnya terdengar senang.


"Gakpapa pengen aja"


"Kamu ada masalah?" ucap Andro sedikit khawatir.


"Enggak kok"


"Terus?"


"Hanya kangen"


Mendengar ucapan Lova membuat Andro tak mungkin untuk tidak menyunggingkan senyum.


"Sama saya" ucap Andro memastikan.


"Ya iyalah masa sama yang lain kan aku telfonnya ke kakak"


"Kalau saya ada waktu nanti bertemu"


"Kapan?" ucap Lova terdengar manja.


"Nanti saya kabari untuk sekarang belum bisa pekerjaan saya masih banyak sekarang aja saya masih ada di kantor"


"Ini udah malam banget loh kak" ucap Lova khawatir.


"Saya tahu tapi pekerjaan kali ini memang harus di selesaikan"


"Ya ampun kakak cari uang gitu banget"


"Mau gimana lagi, buat masa depan kita"


"Bisa aja, terus kakak pulang jam berapa?"


"Kayaknya kakak nginep di kantor"


"Sendiri?"

__ADS_1


"Ada Leo yang temenin"


"Besok aku bawain sarapan mau?" tawar Lova.


"Mau lah masa gak mau"


"Oke deh, aku tutup dulu ya sudah malam kakak jangan lupa istirahat"


"Baiklah, selamat malam"


"Selamat malam"


Andro menutup telponnya dan mulai senyum-senyum sendiri membuat Leo ngeri melihatnya. "Bucin lo"


"Biarin"


..._...


Paginya seperti yang diucapkan Lova hari ini ia akan membawakan Andro sarapan sebelum ia berangkat sekolah, pukul 07.00 dirinya sudah berada di kantor Andromeda dan langsung masuk ke kantornya, kali ini ia dipersilahkan masuk dengan mudah karena sekarang kali kedua Lova berkunjung dan sebagian karyawan sudah tahu bahwa dirinya memang tamu spesial Andromeda. Boleh bilang gitu gak sih pikir Lova.


"Pagi" sapa Lova ketika masuk ke ruangan Andromeda.


"Pagi juga my Lov" ucap Andro dari tempatnya yang membuat Leo hanya bisa nyengir.


"Ini kak sarapannya" ucap Lova sambil menaruh kotak bekalnya di atas meja.


"Dan ini untuk kak Leo" ucap Lova lalu memberikan kotak yang lebih kecil kepada Leo.


"Wih repot-repot makasih loh ya" ucap Leo sambil menerima bekal tersebut dengan malu-malu.


"Leo kok juga di bawain sih Lov" protes Andro.


"Lo apaan sih An, biarin napa dedek gemes bawain gue juga, cemburu amat" ucap Leo tak terima.


"Besok-besok kalau gue ngajak lembur lagi lo jangan ngeluh mulu ingat sama hari ini" ucap Andro.


"Gak akan ngeluh kok kalau paginya dapet sarapan gratis dari dedek gemes"


"Semangat ya kak kerjanya nanti kalo aku masak buat kak Andro lagi pasti kak Leo juga aku buatin" ucap Lova.


"Makasih ya Va"


"Sama-sama yaudah kalian sarapan aku tadi buatin udang balado sama ayam bakar dua-duanya aku masak gak terlalu pedas jadi pas buat sarapan terus nasinya juga masih anget gak lupa aku juga sediain lalapan juga" ucap Lova.


"Makasih ya pagi-pagi kamu udah mau direpotkan" ucap Andro.


"Sama-sama dan aku juga gak keberatan kok, silahkan dinikmati aku pamit berangkat sekolah dulu kantor Kakak lumayan jauh sama sekolah jadi aku mau berangkat sekarang"


"Hati-hati ya kamu" ucap Andro.


"Iya kak"


Setelah pamit Lova meninggalkan ruangan disana ia berpapasan dengan sekretaris Andro yang bernama Sella.


"Pagi kak" ucap Lova menyapa.

__ADS_1


"Eh tunggu" ucap Sella.


Lova memberhentikan jalannya dan menghampiri Sella. "Ada apa kak?"


"Lo kok pagi-pagi udah kesini?"


"Iya kak habis nganterin sarapan"


"Emang Lo siapanya Andro sih?"


"Aku..." Lova bingung harus jawab bagaimana.


"Pasti Lo sugar baby-nya pak Andro ya, Lo butuh uang dek" ucapnya mengejek.


"Maaf ya mbak saya ini hanya kenalannya kak Andro aja"


"Gue tuh yakin Lo itu bukan tipenya Pak Andro pasti lo cuma buat mainan dia aja banyak kok cewek di luar sana yang deket sama Pak Andro bahkan bisa di bilang 'deket banget' kalau gak percaya lain kali datang ke tempat dugem langganan dia pasti lo akan tau apa yang gue maksud"


Lova diam karena masih mencerna apa yang dikatakan Sella. "Kak Andro sering bawa cewek kesini juga"


"Banyak dan sering sampai gue bosen lihatnya lo kalau gak mau kenapa- napa jangan deket sama pak Andro deh" ucapnya.


"Yaudah kak aku permisi dulu ya" ucap Lova memutuskan untuk pergi dari sana.


"Sebelum lo pergi nih gue kasih kartu nama gue siapa tahu lo butuh" ucap Sella sambil menyodorkan kartu namanya dan Lova pun menerima.


"Baik kak aku permisi dulu"


"Hati-hati"


Lova berjalan kembali sambil melihat kartu nama yang ada di tangannya saat akan berbelok tak sengaja ia bertubrukan dengan wanita cantik berambut panjang berwarna Bronze.


"Maaf dek" ucap perempuan itu sambil memegang pundak Lova.


"Iya kak gakpapa" ucap Lova sambil tersenyum.


Wanita itu melanjutkan langkahnya berjalan mengarah ruangan Andro. Wanita itu berhenti tepat di depan Sella dan berbincang sebentar sebelum ia masuk ke ruangan Andro.


Sella melihat ke arah Lova dan menyuruhnya untuk mendekat. Karena penasaran Lova menurutinya. "Dia siapa kak?"


"Salah satu dari sekian wanita yang dekat dengan pak Andro lah"


"Cantik ya dia" ucap Lova yang mendadak insecure jika wanita yang mendekati Andro spek model macam kakak tadi bisa apalah dia yang ada pasti Lova sudah kalah telak.


"Gak kaget gue" ucap Sella yang sudah terbiasa melihat banyaknya wanita dari jajaran model bahkan sampai anak konglomerat yang mendekati Andro. Awalnya Sella pikir Lova sama seperti wanita rese' yang selalu mengejar Andro tapi jika dipikir mungkin dirinya telah salah menilai Lova.


"Dia ngapain kesini?"


"Katanya sih bawain sarapan" ucap Sella yang membuat Lova lemas di tempatnya.


"Kalau lo ada waktu gue pengen ngobrol bisa?" ucap Sella.


"Bisa"


"Nanti sore jam lima kita ketemuan di cafe Kenangan"

__ADS_1


"Oke kebetulan itu Cafe langganan ku"


"Bagus soalnya ada sesuatu yang gue mau kasih tau ke lo"


__ADS_2